Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
76. Pergi Berenang


__ADS_3

Pukul setengah sembilan pagi Daniel memarkirkan mobilnya di depan rumah Karima. Daniel turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu pagar rumah Karima. Pintu pagar masih digembok.


“Assalamualaikum,” ucap Daniel.


Rachel dan Gathan lari ke luar rumah ketika mendengar suara Daniel mengucapkan salam.


“Walaikumsalam,” jawab Gathan dan Rachel. Mereka berdiri di depan teras.


“Mama ada?” tanya Daniel.


“Ada,” jawab Gathan. Gathan dan Rachel masuk ke dalam rumah.


“Mama! Ada Om Daniel.” Gathan berteriak memanggil Karima.


Hari keluar dari dalam rumah sambil membawa kunci gembok. Ia membuka gembok pagar lalu membuka pintu pagar. Hari mencium tangan Daniel.


“Silahkan masuk, Om,” kata Hari.


Daniel berjalan masuk ke halaman rumah Karima lalu ia masuk ke dalam rumah.


“Assalamualaikum,” ucap Daniel ketika masuk ke dalam rumah.


Karima keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


“Waalaikumsalam,” jawab Karima. Karima sudah dandan dengan cantik. Daniel terpukau melihat kecantikan Karima.


“Silahkan duduk Pak Daniel,” ujar Karima. Daniel duduk di kursi tamu.


“Pak Daniel mau minum apa?” tanya Karima.


“Air putih saja,” jawab Daniel.


“Sebentar saya ambilkan.” Karima masuk ke dalam rumah.


Rachel dan Gathan menghampiri Daniel. Mereka satu persatu mencium tangan Daniel. Daniel mengusap kepala Rachel dan Gathan.


Karima datang membawa segelas air putih dan sepotong french toast. Ia menaruh di atas meja tamu.


“Tidak kok, Pak. Kebetulan tadi pagi anak-anak minta dibuatkan french toast,” jawab Karima.


“Silahkan dicicipi, Pak. Saya mau mengambil tas dulu,” ujar Karima.


Karima masuk ke dalam rumah. Daniel mengambil french toast lalu memakannya. Rasanya enak sekali. Ia menikmati french toast. Rachel datang dengan membawa ban bebek. Ia duduk di kursi dan melihat Daniel yang sedang makan.


“Rachel mau?” tanya Daniel.


“Nga. Tadi udah makan dua.” Rachel meunjukkan angka dua dengan jari tangannya.

__ADS_1


Tak lama-lama kemudian Hari dan Gathan datang. Hari membawa tas ransel di punggung. Mereka duduk di kursi tamu menunggu Daniel yang sedang makan roti.


Tak lama kemudian Karima datang membawa dua tas. Satu tote bage yang besar dan satu lagi tas yang biasa ia gunakan ke kantor. Karima duduk di sebelah anak-anaknya.


“Sebentar, Om habiskan roti,” kata Daniel kepada anak-anak.


“Rotinya enak,” puji Daniel.


“Alhamdullilah kalau enak. Tadi pagi anak-anak minta dibuatkan french toast. Sekalian saya buatkan untuk Pak Daniel,” ujar Karima.


Akhirnya roti Daniel habis. Ia meminum air putih sampai habis. Daniel menaruh gelas di atas meja.


“Ayo anak-anak. Kita berangkat sekarang!” ujar Daniel.


Mereka pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke mobil. Kali ini Daniel membawa mobil Mercedez G Class.


“Wah, mobil Om baru,” puji Hari ketika melihat mobil Daniel berbeda dengan yang biasa Daniel pakai.


“Bukan punya Om. Tapi punya papa Om,” kata Daniel. Daniel membuka kunci pintu dengan menggunakan remote lalu membuka pintu depan. Hari naik ke mobil.


“Bisa naik, Bang?” tanya Daniel. Mobil Mecedez G Class agak tinggi sehingga menyulitkan anak untuk naik sendiri.


“Bisa, Om,” jawab Hari. Ia berusaha untuk naik sendiri. Sementara itu Daniel mengangkat tubuh Gathan dan Rachel ke dalam mobil. Barulah Karima masuk ke dalam mobil. Akhirnya Hari bisa masuk ke dalam mobil. Daniel menutupkan pintu mobil. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil. Daniel menghidupkan mobil dan meninggalkan rumah Karima.

__ADS_1


__ADS_2