Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
66. Menghabiskan Waktu Bersama


__ADS_3

Setelah selesai belanja hari sudah menjelang malam sudah waktunya mereka untuk sholat magrib. Mereka sholat di floating mosque sebuah masjid yang berada agak ke tengah laut. Jika hari sudah malam air laut  pasang sehingga masjid terlihat seperti mengapung di atas lautan. Karima dan Daniel berpisah di batas suci. Daniel ke tempat wudhu laki-laki dan Karima ke tempat wudhu perempuan.


Setelah selesai sholat Karima keluar dari masjid. Ia berkeliling masjid mencari Daniel. Karima melihat seseorang yang mirip dengan Daniel yang sedang berdiri di pinggir halaman masjid dan menghadap ke tengah laut. Karima mendekati orang tersebut.


Ketika di dekati ternyata benar orang itu adalah Daniel. Karima berdiri di sebelah Daniel dan memandangi laut di malam hari. Ia merasakan sensasi yang berbeda ketika berada di masjid tersebut.


Daniel menoleh ke Karima.


“Sudah selesai sholatnya?” tanya Daniel.


“Sudah, Pak,” jawab Karima.


“Kita makan dulu. Mau makan di mana?” tanya Daniel.


“Terserah Bapak,” jawab Karima. Kemudian mereka berjalan menuju ke mobil.


Daniel mengajak Karima makan di restaurant Jawi sebuah restaurant yang menghidangkan makanan jawi peranakan {Melayu-India / India muslim}. Makanan di restaurant ini halal dan mengena di lidah orang Indonesia. Restaurant tersebut tempatnya cukup nyaman. Sehingga mereka benar-benar menikmati makan malam mereka.


Selesai makan mereka kembali ke hotel. Daniel membawakan belanjaan Karima, mereka menuju ke kamar mereka. Hingga akhirnya mereka sampai di depan kamar Karima.


“Buka dulu pintunya!” kata Daniel.


Karima membuka pintu kamar dengan menggunakan kartu lalu ia membuka lebar pintu kamar. Daniel memberikan belanjaan yang dibawanya kepada Ibu Karima.


“Terima kasih, Pak Daniel,” ucap Karima sebelum masuk ke dalam kamar.


“Sama-sama, Ibu Karima,” jawab Daniel.

__ADS_1


“Masuklah!” Daniel menunggu hingga Karima menutup kamar. Setelah itu ia baru masuk ke kamarnya.


***


Karima bangun jam lima pagi waktu Penang Malaysia. Ia sudah terbiasa bangun jam empat subuh. Perbedaan waktu Indonesia dengan Penang Malaysia adalah satu jam. Karima sudah tidak mengantuk lagi. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Biasanya setelah bangun tidur ia sibuk menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Azan subuh di Malaysia masih lama. Akhirnya Karima memutuskan untuk menonton televisi untuk menghabiskan waktunya.


Tak terasa sudah waktu untuk sholat subuh. Karima mandi terlebih dahulu baru ia sholat subuh. Selesai sholat subuh Karima langsung menggunakan pakaian yang rapih kalau Daniel memanggilnya dia sudah siap pergi.


Pukul tujuh ponselnya berdering. Karima mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Ternyata ada video call dari anak-anaknya.


“Assalamualikum,” ucap Karima.


“Waalaikumsalam,” jawab anak-anak Karima


Anak-anak  menanyakan segala macam kepada Karima khas kesibukan mereka di pagi hari. Hari mencari dasi pramuka. Gathan ingin bekal roti. Rachel ingin sarapan dengan ayam krauk. Walaupun di rumah ada Mpok Minah tetap saja anak-anaknya menanyakan kepada ibu mereka.


“Kita sarapan sekarang. Saya sudah lapar,” ujar Daniel.


“Tunggu sebentar, Pak.” Karima masuk ke dalam kamarnya dan mengganti sandal hotel dengan sandal untuk di pakai ke luar. Lalu ia mengambil kartu kamar yang menempel di tembok. Setelah itu keluar dan menutup pintu kamarnya.


Mereka berjalan menuju liff. Ponsel Karima masih terhubung dengan anak-anaknya. Karima mengarahkan ponselnya ke arahnya.


“Sudah dulu, ya. Mama mau sarapan dulu,” kata Karima kepada anak-anaknya.


“Mama. Itu Om yang waktu itu ketemu sama Hari?” tanya Hari. Ia melihat Daniel berjalan di sebelah mamanya.


“Iya,” jawab Karima.

__ADS_1


“Halo, Om.” Hari menyapa Daniel dan melambaikan tangannya ke Daniel.


Daniel menoleh ke arah ponsel Karima.


“Halo, Hari.” Daniel mendekatkan diri ke Karima dan membalas lambaian tangan ke Hari.


“Abang kenal cama Om itu?’ tanya Rachel dengan suaranya yang cadel.


“Kenal, dong. Abang pernah bertemu sama Om waktu Mama sedang kerja,” jawab Hari.


Karima dan Daniel sudah mendekati liff.


“Sudah dulu, ya. Mama mau masuk ke dalam liff,” ujar Karima.


“Dah Mama.” Hari, Gathan dan Rachel melambaikan tangan mereka.


“Dah. Assalamualaikum.” Karima membalas lambaian tangan anak-anaknya. Karima mengakhiri video call.


Karima dan Daniel masuk ke dalam liff. Mereka turun ke lantai dasar menuju ke dining room. Ketika mereka sampai di dining room. Mereka di sambut oleh karyawan restaurant. Karyawan itu menanyakan dan mencacat nomor kamar mereka. Setelah itu mereka di persilahkan masuk ke dining room. Di dining room masih kosong belum ada tamu hotel yang datang. Baru mereka yang datang.


Daniel dan Karima langsung mengambil makanan yang disediakan di dining room. Lalu Daniel mencari tempat duduk yang nyaman. Daniel memilih duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan di luar. Karima duduk di hadapan Daniel. Mereka makan sambil berbicang tentang hal-hal yang ringan.


Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar. Mereka berpisah di depan kamar Karima.


“Nanti kita berangkat jam sepuluh. Acaran di mulai jam sepuluh tiga puluh. Kalau Ibu berkenan saya ingin Ibu menggunakan pakaian yang kemarin saya belikan,” ujar Daniel.


“Baik, Pak,” jawab Karima.

__ADS_1



__ADS_2