Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
104. Berkumpul Bersama Keluarga


__ADS_3

Setelah selesai sholat ashar Daniel dan Karima keluar dari kamar. Mereka duduk-duduk di sofa berkumpul bersama dengan anak-anak.


“Mama, perut Abang lapar.” Hari memasang muka memelas sambil memegang perutnya.


Daniel menoleh ke Hari. ”Pesan makanan saja,” ujar Daniel.


“Bagaimana caranya, Yah?” tanya Hari.


Daniel beranjak dari sofa menuju ke meja kecil yang berada di dekat sofa. Ia mengambil buku menu dari atas meja lalu di berikan kepada Hari.


“Pilih yang Abang mau,” ujar Daniel. Hari membaca buku menu restaurant hotel. Rachel dan Gathan mendekati Hari, mereka ikut melihat isi buku menu.


Rachel beranjak dari sofa laku mendekati Karima. “Mama, Lahel juga mau makan. Pelut Lahel lapal,” kata Rachel sambil mengusap perutnya.


“Rachel juga boleh pesan makanan,” ujar Daniel.


“Acik.” Rachel kembali mendekati Hari.


“Kata ayah, Lahel boleh pecan makanan,” ujar Rachel.


Gathan menoleh ke Daniel. “Ayah, Gathan juga mau,” sahut Gathan.


“Iya, boleh,” jawab Daniel.


Daniel menoleh Karima. “Kamu tidak pesan makanan?” tanya Daniel.


“Nanti saja. Rima masih kenyang,” jawab Karima.


“Kamu makan yang banyak! Biar nanti malam ada tenaga,” ujar Daniel.


Karima langsung memukul tangan Daniel. “Nanti kedengaran anak-anak,” bisik Karima. Daniel cuma nyengir kuda.


Mpok Minah datang membawa segelas susu untuk Rachel.


“Bang. Sekalian pesan makanan untuk Mpok Minah,” ujar Daniel.


“Sini, Mpok!  Mau pesan apa?” kata Hari. Mpok Minah mendekati Hari dan ikut melihat isi buku menu. Hari mencatat makanan yang mereka pesan.


“Yah, bagaimana cara memesannya?” tanya Hari.


Daniel beranjak dari sofa lalu mendekati Hari. Ia mengajarkan cara memesan makanan melalui telepon. Setelah itu ia kembali duduk di sebelah Karima.


“Mas tidak pesan makanan?” tanya Karima.


“Nggak. Nanti saja makan bareng sama kamu,” jawab Daniel.


***


Malam hari setelah selesai sholat magrib Pak Dandi mengajak semua keluarganya dan keluarga Karima makan malam bersama. Mereka makan malam di sebuah restaurant di mall di dekat hotel tempat mereka menginap. Mereka berkumpul bersama di restaurant tersebut layaknya seperti keluarga besar. Mereka berbincang-bincang satu dengan yang lain.


Karima duduk di depan Mia. Rachel mengajak main Safina. “Kakak Rachel. Nanti bobo sama ade Fina, ya!” ujar Mia.

__ADS_1


“Mau. Lahel mau bobo cama ade,” kata Rachel dengan wajah berseri-seri.


“Jangan, ah! Nanti merepotkan Tante Mia. Rachel bobo sama Mpok Minah saja!” ujar Karima.


“Nggak apa-apa. Sekali-sekali bobo sama ade Fina,” kata Mia.


Daniel dan Adrian mendengarkan percakapan Mia dan Karima. Daniel menoleh ke Adrian.


“Dri. Kalau Rachel tidur sama Mia, lu tidur dimana?” tanya Daniel.


“Ngampar di bawah pake ekstra bed,” jawab Adrian.


“Kasihan, kalau elu mesti ngampar di bawah,” ujar Daniel.


“Demi kakak ipar, nggak apa-apa gue ngampar di bawah,” jawab Adrian.


Mia menoleh ke Adrian. “Mas, kan sekali-sekali ngampar di bawah. Tidak setiap hari,” kata Mia.


“Iya, tidak apa-apa,” jawab Adrian.


Beberapa orang pelayanan menghampiri meja mereka, membawa pesanan mereka. Pelayan itu menghidangkan makanan di meja mereka.


“Ayo, kita makan dulu!” ujar Pak Dandi.


Mereka pun berhenti berbicara dan menikmati hidangan makan malam mereka.


***


Karima memasukkan beberapa baju Rachel ke dalam tas lalu diberikan kepada Mia.


“Maaf, Karima jadi merepotkan Mia,” ucap Karima.


“Tidak merepotkan. Justru Safina senang karena ada teman bermain,” jawab Mia.


“Kalau tengah malam Rachel rewel, kasih tau saya, ya!” kata Karima.


“Iya,” jawab Mia.


Mereka pun keluar dari kamar dan menghampiri para bapak yang sedang berbincang-bincang.


“Ayo Mas, Kita ke kamar. Nanti anak-anak keburu ngantuk,” kata Mia.


“Ayo.” Adrian beranjak dari sofa lalu mengambil tas Rachel yang dipegang Mia.


“Selamat bersenang-senang, ya,” ucap Adrian kepada Daniel dan Karima.


Adrian berjalan menuju ke pintu. Mia menyusul di belakang Adrian sambil menuntun Safina dan Rachel. Pengasuh Safina mengikuti Mia dari belakang.  Karima dan Daniel memandangi Rachel dari belakang. Rachel berjalan bersama Mia menuju ke kamar Mia yang terhalang beberapa kamar dari kamar mereka.


“Mas, nanti Mas Adrian dan Mia terganggu karena dititipkan Rachel,” kata Karima.


“Nggak akan terganggu. Lagi pula mereka yang mengajak Rachel, bukan kita yang minta tolong,” ujar Daniel.

__ADS_1


Daniel merangkul bahu Karima.


“Sudah, jangan dipikirkan lagi! Ayo kita istirahat.” Daniel mengajak Karima masuk ke dalam suite.


Karima berjalan menuju ke kamar Hari dan Gathan. Kedua anak itu sedang bermain game di ponsel.


“Bang Hari, Gathan. Sudah malam, jangan main game lagi. Gosok gigi dulu terus sholat isya!” ujar Karima.


“Iya, Mah. Tanggung sebentar lagi,’ jawab Hari yang sedang fokus ke ponselnya.


Tiba-tiba Daniel muncul di belakang Karima.


“Abang Hari-Gathan!” Daniel memanggil Hari dan Gathan.


Hari dan Gathan menoleh ke Daniel.


“Ya, Ayah,” jawab Hari.


“Sudah malam. Besok lagi main gamenya,” ujar Daniel.


“Iya, Ayah.” Hari dan Gathan mengakhiri permainannya lalu meletakkan ponselnya. Mereka berjalan menuju ke kamar mandi untuk gosok gigi.


Daniel merangkul Karima. “Ayo kita ke kamar.” Daniel dan Karima berjalan ke kamar mereka.


***


Karima terbangun dari tidur. Ia merasa dingin pada badan bagian atas dan badannya juga terasa sakit sekali. Ia baru sadar kalau ia hanya menggunakan tidak pakaian dan hanya menggunakan selimut. Karima menoleh ke sebelah, Daniel sedang tidur dengan nyenyak.


Karima mencari daster. Ia mencoba mengingat-ingat dasternya berada dimana. Ia menoleh ke lantai, ternyata dasternya berada di lantai. Ia mengambil daster dan underwear lalu memakainya. Setelah itu Karima menuju ke kamar mandi untuk mandi junub.


Setelah selesai mandi Karima keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri Daniel yang sedang tertidur dengan nyenyak. Ia duduk di sebelah Daniel.


“Mas, bangun. Mandi dulu! Sebentar lagi adzan subuh,” ujar Karima.


Namun, Daniel tidak bangun juga. Karima sekali lagi membangunkan Daniel. Akhirnya Daniel bangun. Ia memandangi  Karima sudah mandi dan rambutnya basah.


“Kamu sudah mandi, ya? Tadinya Mas mau ngajak main lagi,” kata Daniel dengan suara khas orang bangun tidur.


“Sudah siang. Sebentar lagi adzan subuh,” ujar Karima.


“Sekarang jam berapa?” tanya Daniel.


“Sudah jam empat lebih seperempat. Sebentar lagi adzan,” jawab Karima.


Daniel bangun dari tempat tidur lalu duduk di tempat tidur. “Mana pakaian Mas?” tanya Daniel.


Karima berjalan ke sisi tempat tidur sebelah kanan lalu mengambil pakaian Daniel yang tergeletak di atas lantai. Ia memberikan pakaian itu ke Daniel. Daniel memakai pakaiannya.


“Mas mandi dulu.” Daniel beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.


__ADS_1


__ADS_2