
Pada suatu sore yang cerah Daniel dan keluarga kecilnya pergi menuju ke rumah Pak Dandi. Mereka akan berbuka puasa di rumah Pak Dandi. Pak Dandi mengadakan buka puasa bersama. Beliau mengundang keluarga, rekan kerja dan para karyawan untuk berbuka puasa bersama.
Daniel dan Karima beserta anak-anak mereka berjalan memasuki halaman rumah Pak Dandi. Daniel berjalan sambil menggendong Rachel. Gadis kecil itu masih mengantuk. Ia tidur selama perjalanan dari Pamulang menuju ke Menteng. Daniel dan keluarganya sengaja datang lebih awal agar tidak kejebak macet di jalan.
Daniel dan keluarganya masuk melalui garasi. Mereka berjalan menuju ke ruang makan. Diruang makan ada Ibu Gita dan Mia yang sedang menata kue di atas piring.
“Assalamualaikum,” ucap Daniel.
Ibu Gita dan Mia menoleh ke arah Daniel dan Karima.
“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Gita dan Mia.
Daniel dan keluarganya menghampiri Ibu Gita. Mereka satu persatu mencium tangan Ibu Gita dan menyalami Mia. Ibu Gita memperhatikan wajah Karima yang pucat. Karima terlihat seperti sedang sakit.
“Kamu kenapa, Rima? Wajah kamu pucat sekali. Kamu sakit?” tanya Ibu Gita.
“Karima tidak sedang sakit, Bun. Dia sedang hamil,” jawab Daniel.
Ibu Gita kaget mendengar perkataan Daniel.
“Hamil? Alhamdullilah,” ucap Ibu Gita dengan wajah bahagia.
“Kenapa kamu tidak bilang ke Bunda kalau kamu sedang hamil?” tanya Ibu Gita.
“Kata Mas Daniel, nanti saja memberitahu ke Bunda dan Papa. Kalau pas ketemu, biar suprise,” jawab Karima.
Mendengar perkataan Karima, Ibu Gita langsung melotot ke arah Daniel. Daniel nyengir kuda.
“Kan biar surprise, Bun,” kata Daniel.
“Kamu sering muntah-muntah?” tanya Ibu Gita.
“Iya, Bun,” jawab Karima.
“Karima cuma bisa makan kacang, permen, buah-buahan yang segar-segar. Pokoknya dia tidak bisa bisa makan makanan yang baunya menusuk hidung dan rasanya kuat. Susu juga harus susu UHT dicampur sama sirop. Baru dia mau minum dan tidak dimuntahin lagi,” kata Daniel.
Ibu Gita mengusap punggung Karima. “Sekarang kamu isatirahat saja di kamar Daniel!” ujar Ibu Gita.
“Tidak ah, Bun. Tidur terus bikin kepala jadi pusing,” kata Karima.
“Kalau begitu kamu duduk saja. Tapi jangan mengerjakan apa-apa!” ujar Ibu Karima.
Ibu Gita memandangi Rachel yang sedang digendong Daniel. Gadis kecil itu merebahkan kepalanya di bahu ayahnya. Mata gadis itu terlihat masih ngantuk.
“Kakak ngantuk? Bobo di kamar Ayah, ya!” ujar Ibu Gita.
__ADS_1
“Ade mana?” tanya Rachel.
“Ade lagi bobo di kamar tamu,” jawab Mia.
“Lahel mau ke Ade,” kata Rachel.
“Mama temani ke Ade,” kata Karima. Daniel menurunkan Rachel lalu Karima menuntun Rachel menuju ke kamar tamu.
Pelan-pelan Karima membuka pintu kamar tamu. Safina sedang duduk di tempat tidur sambil minum air putih dengan menggunakan gelas plastik. Safina ditemani oleh pengasuhnya.
“Ade.” Rachel dan Karima masuk ke dalam kamar.
Safina langsung berhenti minum. Ia menoleh ke arah pintu.
“Kaka,” kata Safina. Ia memberikan gelas kepada pengasuhnya.
Rachel naik ke atas tempat tidur dan mendekati Safina. Karima duduk di pinggir tempat tidur. Rachel mengajak Safina main. Karima memperhatikan Rachel dan Safina yang sedang bermain. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Mia masuk ke dalam kamar sambil membawa piring berisi bermacam-macam kue.
“Eh, anak cantik sudah bangun,” ujar Mia ketika melihat putrinya sedang bermain bersama Rachel.
“Mama, mau cucu,” kata Safina.
Mia memberikan piring itu kepada Karima.
“Kata Bunda, Kak Karima harus banyak ngemil biar ada asupan makanan yang masuk ke perut,” ujar Mia.
Mia duduk di pinggir tempat tidur. Safina mendekati Mia, Ia memegang dada mamanya tanda ia ingin susu. Mia mendudukkan Safina di pangkuannya lalu menyusui Safina. Rachel melihat Safina yang sedang menyusu.
Rachel menoleh ke Karima. “Mama, adenya mimi cucu,” kata Rachel.
“Iya, adenya haus,” jawab Karima.
“Mia puasa?” tanya Karima.
“Tidak, Kak. Mas Adrian melarang Mia puasa selama masih menyusui Safina,” jawab Mia.
Safina menyusu sambil memainkan kerudung mamanya.
“Asinya masih banyak?” tanya Karima.
“Alhamdullilah masih banyak,” jawab Mia.
Mia memperhatikan Karima belum memakan kuenya sedikitpun.
“Kak, dimakan kuenya!” kata Mia.
__ADS_1
“Iya,” jawab Karima.
Rachel memperhatikan kue atas piring.
“Rachel mau kue?” tanya Karima. Rachel mengangguk.
“Ambil yang Rachel mau,” ujar Karima.
Rachel mengambil salah satu kue yang ada di atas piring lalu memakan kue tersebut. Karima mengambil kue juga. Namun, sebelum makan ia berkata kepada pengasuh Safina, “Maaf ya, Mbak. Saya sedang tidak puasa.” Ia merasa tidak enak makan di depan orang yang sedang puasa.
“Tidak apa-apa, Bu. Saya juga sedang tidak puasa. Saya sedang halangan,” jawab pengasuh Safina.
“Oh. Mau kue nggak? Nih, banyak kok.” Karima menyodorkan kue kepada pengasuh Safina.
“Tidak, Bu. Terima kasih.” Pengasuh Safina menolak tawaran Karima.
Karima memakan kue tersebut. Ia mengunyah pelan-pelan agar tidak muntah. Ternyata ia tidak memuntahkan kue yang ia makan. Lalu ia mengambil kue lagi lalu memakan kue tersebut.
Safina selesai minum susu lalu ia bermain kembali bersama Rachel.
“Mau?” Karima menawarkan sisa kue kepada Mia.
“Terima kasih, tadi sudah makan beberapa kue,” jawab Mia.
Tiba-tiba pintu ada yang membuka pintu kamar. Daniel menongolkan kepalanya dari balik pintu. Ia melihat Karima sedang makan kue. Daniel tersenyum melihat istrinya sedang makan.
“Bisa masuk makanannya?” tanya Daniel.
“Bisa, Mas,” jawab Karima.
Daniel bernafas lega mendengar istrinya bisa menelan makanannya tanpa dimuntahkan lagi.
“Mau minum, nggak?” tanya Daniel.
“Tidak usah, Mas. Nanti Karima ambil sendiri,” jawab Karima.
“Tidak apa-apa. Mas ambilkan, ya.” Daniel menutup kembali pintu kamar. Beberapa menit kemudian Daniel datang kembali sambil membawa segelas air putih untuk Karima. Ia memberikan minuman itu kepada Karima.
“Terima kasih, Mas,” ucap Karima.
Karima meminum air putih itu sedikit demi sedikit agar ia tidak muntah. Karima berhenti minum dan menyimpan gelas di atas meja.
“Terusin lagi makannya!” ujar Daniel.
“Mas, Hari dan Gatha dimana?” tanya Karima.
__ADS_1
“Ada di depan sedang berbicara sama Papa dan Adrian,” jawab Daniel.
“Mas, ke depan dulu.” Daniel keluar dari kamar tamu. Karima melanjutkan makan kue.