
“Yah,” kata Hari dan Gathan kecewa.
“Tidak apa-apa, Bu Karima,” ujar Daniel.
“Ayo anak-anak kita ke timezone,” kata Daniel.
“Hore!” Mereka pun berteriak kegirangan.
“Tapi sebelum ke Timezone, kita sholat dzuhur dulu. Om belum sholat dzuhur,” ujar Daniel.
“Abang juga mau sholat,” kata Hari.
Mereka bersama-sama berjalan menuju ke mushola. Di depan mushola mereka berpencar. Daniel dan anak laki-laki menuju ke tempat wudhu khusus pria. Sedangkan Karima bersama Rachel menunggu di bangku luar mushola. Karima sedang halangan sehingga ia tidak sholat.
Lima belas menit kemudian Daniel dan anak laki-laki keluar dari mushola. Mereka menghampiri Karima yang sedang duduk.
“Bu Karima sudah sholat?” tanya Daniel.
“Saya sedang tidak sholat,” jawab Karima.
“Ayo, Mama. Kita ke timezone,” kata Rachel sambil menarik tangan Karima.
“Iya, ayo.” Karima pun beranjak dari tempat duduk.
__ADS_1
Dari mushola mereka langsung menuju ke timezone. Daniel menuntun tangan Gathan. Karima menggendong Rachel. Hari berjalan di sebelah Daniel.
Sesampai di timezone Daniel langsung menuju ke tempat pembelian koin. Ia membeli koin dalam jumlah yang sangat banyak lalu dibagikan kepada anak-anak dan Karima.
“Kenapa beli koin sebanyak ini?” tanya Karima melihat koin yang diberikan Daniel cukup banyak.
“Ini terlalu banyak.” Karima memperhatikan koin yang dipegang oleh anak-anaknya.
“Tidak apa-apa. Biar anak-anak puas bermain,” jawab Daniel.
Kemudian mereka berpencar mencari permainan yang mereka inginkan. Sedangkan Karima menemani Rachel menaiki permainan untuk batita. Mereka bermain sampai koinnya habis.
Setelah koin mereka habis, mereka keluar dari timezone
“Pulang saja, Pak. Sekarang sudah sore,” jawab Karima.
“Baiklah sekarang kita pulang,” ujar Daniel. Mereka pun berjalan menuju ke parkir mobil.
Daniel menyetir mobilnya menuju ke rumah Karima. Ketika mobil berhenti di perempatan lampu merah Ia menoleh ke samping Hari sedang tidur dengan pulas. Kemudian ia menoleh ke belakang Gathan sedang tidur dengan menyender ke tubuh Karima. Sedangkan Rachel tidur di pangkuan Karima.
“Mereka pasti kecapean habis main,” ujar Daniel.
Daniel kembali menghadap ke depan. Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Daniel menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di rumah Karima. Daniel memarkirkan mobilnya di depan pintu pagar rumah Karima agar mereka mudah untuk keluar dari mobil. Karima membangunkan Hari.
“Bang, bangun Bang! Sudah sampai.” Karima menepuk-nepuk bahu Hari.
“Biarkan saja, Bu. Nanti saya gendong,” ujar Daniel.
“Jangan, Pak. Hari berat sekali,” kata Karima.
“Bang. Bangun!” Karima membangunkan Hari sekali lagi.
Hari pun bangun. Ia membuka matanya.
“Ayo, Bang. Sudah sampai,” kata Karima.
Karima turun dari mobil sambil menggendong Rachel. Daniel turun dari mobil menuju ke pintu belakang. Hari menoleh ke kursi belakang. Ia melihat Gathan masih tidur.
“Gathan bangun! Sudah sampai,” Hari membangunkan Gathan.
Daniel membuka pintu belakang. “Tidak usah dibangunkan! Biar Om gendong saja,” ujar Daniel. Hari keluar dari mobil kemudian Daniel menggendong Gathan. Ia membawa Gathan menuju ke dalam rumah. Karima keluar dari rumah, ia melihat Daniel sedang menggendong Gathan.
“Biar saya yang gendong,” kata Karima. Ia hendak mengambil Gathan dari gendongan Daniel.
“Tidak usah, Bu! Biar saya yang menggendong. Tunjukin saja dimana kamar Gathan,” jawab Daniel.
__ADS_1
Daniel mengikuiti Karima masuk ke dalam rumah. Ini pertama kalinya Daniel masuk ke dalam rumah Karima. Di dalam rumah itu tidak ada satupun foto Yarfin yang ada hanya foto Karima bersama dengan anak-anaknya. Karima mengantar Daniel menuju ke kamar Gathan. Daniel menidurkan Gathan di atas tempat tidur lalu ia keluar dari kamar Gathan. Karima menghampiri Daniel.