Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
103. Istirahat Sore


__ADS_3

Daniel dan Karima keluar dari liff. Mereka berjalan menuju ke kamar mereka. Daniel menyewa suite room dengan tiga kamar tidur untuk mereka sekeluarga. Karima menekan bel kamar. Tak lama kemudian Mpok Minah membuka pintu kamar. Karima dan Daniel masuk ke dalam kamar.


“Anak-anak mana, Mpok?” tanya Karima.


“Sedang tidur, Bu,” jawab Mpok Minah.


“Rachel tidur dimana?” tanya Daniel.


“Oh, tidur di kamar di sebelah sini.” Karima berjalan menuju ke salah satu kamar. Ia membuka pintu kamar tersebut. Sebuah kamar berukuran kecil dengan dua tempat tidur. Kamar tersebut dilengkapi dengan kamar mandi.


“Rachel tidur di kamar ini sama Mpok Minah,” kata Karima.


Daniel masuk ke dalam kamar tersebut lalu menaruh Rachel di atas tempat tidur. Rachel tidur dengan dengan nyenyak. Kemudian Daniel dan Karima keluar dari kamar tersebut lalu berjalan menuju ke kamar mereka. Karima membuka kamar mereka. Sebuah kamar berukuran besar dengan tempat tidur berukuran besar dan dilengkapi dengan televisi dan kamar mandi.


Daniel dan Karima masuk ke dalam kamar lalu Daniel mengunci pintu kamar. Karima duduk di depan meja rias. Ia melepas suntiang yang berada di kepalanya. Daniel menghampiri Karima.


“Bisa nggak lepasinnya?” tanya Daniel.


“Bisa, Mas,” jawab Karima sambil mencoba melepaskan suntiang.


Setelah suntiang berhasil di lepas Karima merasa lega. Karena kepalanya sudah terasa ringan tidak merasa berat lagi. Daniel membuka baju pengantin hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.


“Mas mandi dulu, ya. Badan Mas rasanya lengket,” ujar Daniel.


“Iya, Mas,” jawab Karima.


Daniel masuk ke dalam kamar mandi. Karima melanjutkan melepas accesoris yang menempel di baju. Tiba-tiba terdengar ada yang mengetuk pintu kamar. Karima membuka pintu, Mpok Minah berdiri di depan pintu sambil membawa koper.


“Bu, ini koper milik Bapak. Tadi Pak Adrian yang mengantar ke sini,” kata Mpok Minah.


“Di depan ada orang dari salon katanya mau mengambil baju pengantin,” lanjut Mpok Minah.


“Suruh tunggu dulu, Mpok! Saya belum selesai berganti baju,” ujar Karima.


“Iya, Bu,” jawab Mpok Minah.


Mpok Minah kembali ke ruang tamu untuk menemui pegawai salon. Cepat-cepat Karima melepas baju pengantin dan mengganti dengan daster panjang. Karima melipat baju pengantin yang bekas dipakai lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tak lupa ia juga memasukkan accessories yang bekas ia pakai ke dalam plastik.


Karima memakai kerudung instan lalu keluar kamar sambil membawa plastik yang berisi baju pengantin. Ia berjalan menuju ke ruang tamu menemui pegawai salon. Karima memberikan plastik itu kepada pegawai salon.


“Maaf menunggu lama. Tadi susah melepaskan suntiangnya,” kata Karima.


“Tidak apa-apa, Bu. Saya permisi dulu.” Pegawai salon beranjak dari tempat duduk menuju ke pintu. Ia membuka pintu.


“Terima kasih, ya,” ucap Karima.

__ADS_1


“Sama-sama, Bu,” jawab pegawai salon.


Pegawai salon pun pergi meninggalkan kamar. Karima menutup pintu lalu kembali ke kamar. Ketika ia masuk ke dalam kamar Daniel sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya menggunakan handuk yang menutupi badan bagian bawah.


“Kamu dari mana?” tanya Daniel melihat Karima memakai daster panjang dan kerudung instan.


“Tadi ada pegawai salon datang ke sini mau ambil baju pengantin yang tadi kita pakai,” jawab Karima.


“Oh,” ujar Daniel.


“Mas, tuh kopernya sudah diantarkan ke sini.” Karima menunjuk koper Daniel yang berada di sebelah koper Karima. Daniel mendekati koper lalu membuka koper tersebut. Ia mengambil baju dari dalam koper.


Karima membuka kerudung. Ia cepat-cepat membersihkan make up dari wajahnya lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi. Ia belum sholat dzuhur.


Lima belas menit kemudian Karima keluar dari kamar mandi. Masih menggunakan daster yang tadi ia gunakan dengan rambut yang panjang terurai dalam keadaan basah. Daniel yang baru selesai sholat dzuhur memperhatikan istrinya yang beru keluar dari kamar mandi.


Karima cepat-cepat menggelar sajadah dan memakai mukenah karena sebentar waktu sholat dzuhur hampir habis. Daniel berbaring di tempat tidur menunggu istrinya selesai sholat dzuhur.


Sepuluh menit kemudian Karima selesai sholat dzuhur. Ia melipat sajadah dan mukenah lalu menyimpan di atas meja.


“Sini!” Daniel menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya. Karima naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di atas tempat tidur berbantalkan lengan suaminya.


Daniel menghadap Karima dan menatap Karima. Baru kali ini ia melihat Karima tanpa menggunakan kerudung. Istrinya terlihat sangat cantik kalau tidak menggunakan kerudung.


“Kenapa pakai daster panjang? Kenapa tidak pakai daster yang pendek saja?” tanya Daniel.


“Jadi cuma Mas saja yang boleh melihat kamu pakai daster pendek?” tanya Daniel.


“Iya. Hanya Mas dan anak-anak saja serta Mpok Minah yang boleh melihat,” jawab Karima.


“Kamu pasti istimewa sekali karena hanya Mas dan anak-anak yang boleh melihat aurat kamu,” ujar Daniel.


Daniel memeluk Karima lalu mengecup keningnya. Ia memejamkan matanya. Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari mulut Daniel. Rupanya Ia tertidur. Karima pun ikut tidur bersama dengan suaminya.


Entah berapa lama Karima tertidur, tapi ia mendengar suara ketukan pintu kamar.


“Mama bangun!” Terdengar suara Rachel dari luar kamar.


Karima membuka matanya. Ia menoleh ke samping Daniel masih tidur dengan nyenyak sambil memeluknya. Pelan-pelan Karima mengangkat lengan Daniel yang melingkar di tubuhnya lalu Karima bangun dari tempat tidur. Ia membuka pintu kamar. Ketika dibuka ada Rachel yang berdiri di depan kamar. Batita kecil itu terlihat sudah mandi. Pakaiannya sudah diganti dan rambutnya terlihat basah.


“Rachel sudah mandi?” tanya Karima.


“Cudah. Abang Hali dan Bang Gathan bolom mandi,” jawab Rachel.


Karima menoleh ke arah Gathan dan Hari yang sedang duduk bermalas-malasan di sofa sambil menonton televisi. Mereka kelihatannya masih mengantuk.

__ADS_1


“Bang Hari-Gathan mandi dulu. Lalu sholat ashar!” ujar Karima.


“Nanti dulu, Ma. Abang masih ngantuk,” jawab Hari.


“Ayah mana, Ma?” tanya Rachel. Sebelum menikah Karima memberi pengertian kepada anak-anaknya untuk memanggil Daniel dengan sebutan ayah. Apalagi mereka sudah tidak memiliki ayah.


“Tuh, masih tidur.” Karima menunjuk ke arah tempat tidur.


Rachel masuk ke dalam kamar lalu naik ke atas tempat tidur.


“Ayah!” Rachel menepuk badan Dania. Ia membangunkan Daniel yang sedang tidur. Daniel langsung terbangun, ia membuka matanya.


“Eh, Rachel. Sudah mandi, ya?” tanya Daniel.


“Cudah. Ayo ayah bangun, colat dulu!” kata Rachel.


“Jam berapa sekarang?” tanya Daniel.


Karima melihat jam yang menempel di dinding. Waktu sudah menunjukkan  pukul lima sore.


“Sudah jam lima, Mas,” jawab Karima.


“Rima wudhu dulu, ya.” Karima berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar.


Tak lama Karima keluar dari kamar mandi. Tapi Daniel sudah tidak berada di dalam kamar. Karima keluar dari kamar. Ia melihat Daniel dan anak-anaknya sedang asyik makan coklat. Karima menghampiri mereka.


“Coklat darimana?” tanya Karima.


“Dari lemari. Kata ayah boleh makan cemilan yang berada di dalam lemari,” jawab Hari.


“Abang sudah sholat ashar belum?” tanya Karima.


“Belum. Mau makan coklat dulu,” jawab Hari.


“Nanti lagi makan coklatnya. Sekarang mandi terus sholat!” ujar Karima.


“Jangan dihabisin coklatnya!” kata Hari.


“Iya,” jawab Karima.


“Ayo, Than kita mandi dulu!” Hari menarik tangan Gathan menuju ke kamar mereka.


“Ayo, Mas. Kita sholat dulu,” ujar Karima.


“Iya.” Daniel beranjak dari sofa dan menuju ke kamar. Karima menyusul Daniel ke kamar. Tinggallah Rachel sendiri yang sedang asyik makan coklat.

__ADS_1



__ADS_2