Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
37. Menikah


__ADS_3

Keesokan harinya Adrian datang ke rumah Mia pukul dua belas malam. Malam ini dia akan ikut ronda bersama dengan warga di sekitar rumah Mia. Ia pergi diantar oleh Pak Ratno. Ia sengaja minta diantar karena ia tidak mungkin menyetir mobil sendiri setelah selesai ronda.


Kedatangan Adrian disambut oleh bapak-bapak yang sudah berkumpul di depan rumah Ibu Ecin.


“Saya kira Mas Adrian tidak akan datang,” kata Pak RT yang kebetulan ikut meronda.


“Janji harus ditepati, Pak,” jawab Adrian.


“Betul sekali,” ujar Pak RT.


Tiba-tiba Ibu Ecin keluar dari rumah dengan membawa kopi beserta camilan.


“Waduh, jadi merepotin Bu Ecin,” ujar Pak RT.


“Tidak apa-apa, Pak. Lagi pula cuma ada ini.” Ibu Ecin menaruh kopi beserta camilannya di atas meja. Camilannya berupa ubi cilembu yang dipangggang, kacang rebus dan singkog rebus. Camilan yang sederhana namun enak dinikmati ketika malam hari.


Mia terbangun dari tidurnya, ia hendak ke kamar mandi. Ia mendengar suara bapak-bapak yang sedang berbincang-bincang namun ia mendengar seseorang menyebut nama Adrian. Ia juga mendengar suara Adrian. Mia mengintip ke jendela samping yang menghadap ke rumah Ibu Ecin. Ia melihat Adrian diantara bapak-bapak yang sedang mengobrol di rumah Ibu Ecin.


“Sedang apa Mas Adrian malam-malam begini?” tanya Mia kepada dirinya sendiri.


“Kamu sedang apa, Mia?” tanya Ibu Titin yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya sambil ikut melihat keluar jendela.


“Mia mendengar bapak-bapak menyebut nama Mas Adrian. Mia juga mendengar suara Mas Adrian,” jawab Mia.


Ibu Titin melihat lebih dekat lagi.


“Apa Adrian ikut meronda?” tanya Ibu Titin.


“Mia tidak tau, Mak. Mas Adrian tidak bilang apa-apa,” jawab Mia.


“Ada-ada saja dia, sudah mau dekat hari pernikahan malah ikut ronda,” ujar Ibu Titin.

__ADS_1


“Kamu bilang ke Adrian, jangan ikut ronda lagi! Nanti pas hari pernikahan dia malah sakit gara-gara kurang tidur,” lanjut Ibu Titin.


“Iya, Mak,” jawab Mia.


“Sudah, Emak mau wudhu dulu. Emak mau sholat tahajud,” ujar Ibu Titin. Ibu Titin berjalan menuju ke kamar mandi.


Mia kembali ke kamarnya lalu mengambil ponsel. Ia membawa ponsel keluar kamar karena takut mengganggu Lina yang sedang tidur nyenyak. Mia berdiri di jendela. Ia membuka sedikit tirainya lalu mengirim pesan kepada Adrian.


Mia :


[Mas, kata Emak jangan ikut ronda lagi. Takut sakit pas hari pernikahan.]


Mia mengirim pesan. Mia melihat Adrian mengambil ponsel dari saku celana lalu membaca pesan yang Mia kirim. Adrian menoleh ke arah rumah Ibu Titin. Ia melihat ada yang sedang mengintip dari jendela kaca. Adrian membalas pesan Mia.


Mas Adrian :


[Iya, sayang.]


Lalu Adrian melambaikan tangannya ke arah Mia.  Mia membalas lambaian tangan Adrian.


“Iya, Mak.” Mia menutup kembali tirai jendela. Lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk wudhu.


***


Hari ini adalah hari pernikahan Mia dan Adrian. Dari dini hari Mia sudah bangun untuk dirias oleh para perias pengantin. Kamarnya yang kecil penuh oleh para perias pengantin. Ada yang merias wajahnya, ada memakaikan cutex di kukunya.


“Kenapa harus pakai cutex? Nanti saya tidak bisa sholat.” Mia protes ketika melihat kukunya dipakaikan cutex bukan henna.


“Tidak apa-apa, Teh. Nanti dihapus kalau sudah selesai resepsi,” jawab salah seorang perias pengantin.


Sementara itu di luar kamar Mia, Ibu Titin dan Ibu Ecin sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk para tamu namun bukan Ibu Titin yang memasak. Ia memesan makanan dari penjual makanan.

__ADS_1


Pukul delapan pagi Mia sudah selesai di rias, ia menggunakan kebaya putih, kepalanya ditutup dengan kerudung berwarna putih. Tak lama kemudian Ryan datang untuk menjemput Mia. Ia menggunakan mobil Mercedes Benz S Class milik Adrian.


“Masuk dulu Pak Ryan. Ibu sudah siapkan sarapan,” kata Ibu Titin ketika Ryan muncul di depan rumah Ibu Titin.


“Terima kasih, Bu. Tadi saya sudah sarapan di hotel,” jawab Ryan.


“Kalau begitu minum kopi saja sambil makan snack. Tuh, Ibu sudah siapkan snacknya.” Ibu Titin menunjuk ke meja yang berada di ruang tamu.


“Terima kasih, Bu,” ucap Ryan.


Ryan masuk ke dalam rumah Ibu Titin. Ia mengambil kue bolu yang di sajikan di atas meja. Ia makan kue sambil menunggu Mia keluar dari kamar. Tak lama kemudian Mia keluar dari kamar. Melihat Mia sudah keluar Ryan langsung menghabiskan kue yang sedang ia makan. Mereka harus segera pergi ke gedung.


“Tidak usah terburu-buru, Pak Ryan! Makan dulu saja kuenya,” kata Mia.


“Sudah habis kok, Mbak,” jawab Ryan.


Lina keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi untuk Ryan. Lina menaruh cangkir kopi di depan Ryan.


“Diminum dulu kopinya,” kata Ibu Titin.


“Saya jadi merepotkan Ibu.” Ryan merasa tidak enak karena sudah merepotkan Ibu Titin.


“Tidak apa-apa, kok. Ayo diminum dulu! Kalau sudah dingin tidak enak,” kata Ibu Titin.


Ryan meminum kopi. Setelah meminum beberapa teguk Ryan pun bangun dari tempat duduknya.


“Ayo kita berangkat sekarang, Mbak!” kata Ryan.


Semua orang para tamu keluar dari rumah Ibu Titin karena mereka juga akan ikut menuju ke gedung. Ibu Ecin mengunci rumah Ibu Titin. Mia dan Ibu Titin naik ke mobil Adrian. Sedangkan Ibu Ecin, Lina dan keluarga Ibu Ecin naik mobil milik Ibu Ecin. Mereka beriringan menuju ke gedung yang berada di jalan Gending.


Ketika mereka sampai di depan gedung Mia dan Ibu Titin turun dari mobil. Kedatangan mereka di sambut petugas wedding organizer. Petugas weddig organizer membawa Mia menuju ke tempat akan nikah. Adrian dan rombongannya sudah berada di tempat akad nikah. Rombongan Adrian terdiri dari keluarga Adrian yang tinggal di luar negeri. Daniel serta para staf dan karyawan Adrian.

__ADS_1


Mia duduk di sebelah Adrian. Adrian terlihat sangat tampan dan gagah dengan menggunakan balutan suit berwarna hitam. Lengkap dengan menggunakan dasi serta kopeyah. Setelah semua siap akad nikahpun dimulai. Untuk Mas kawin Adrian memberikan adalah satu set perhiasan emas sebesar seratus gram dengan bertahtahkan berlian. Perhiasan itu adalah peninggalan almarhumah mamah Adrian. Sekarang Adrian berikan kepada Mia. Dalam satu tarikan terdengar kata sah dari para tamu yang menyaksikan akad nikah Mia dan Adrian.


“Alhamdullilahhirabbil alamin,” ucap Adrian dan Mia. Kemudian Mia mencium tangan Adrian lalu Adrian mencium kening Mia. Acara akad nikah ditutup sawer pengantin. Para tamu antusias memunguti uang yang disawer oleh Ibu Titin karena uang yang disawer sangat banyak dan menggunakan berbagai macam pecahan.


__ADS_2