Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
92. Pemakaman Yarfin


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar suara ambulance rumah sakit mendekati rumah Ibu Menar. Semua para pelayat keluar untuk melihat apakah benar itu adalah mobil ambulance yang membawa jenazah Yarfin. Mobil ambulance itu berhenti di depan rumah Yarfin. Para pelayat membantu mengangkat jenazah Yarfin dari dalam ambulance.


Di belakang mobil ambulance ada mobil Ibu Menar. Mirna turun dari mobil dan membantu Ibu Menar turun dari mobil. Ia memapah Ibu Menar. Ibu Menar terlihat shock dengan kematian Yarfin.


Para tamu  masuk ke dalam rumah untuk mengucapakan turut berduka cita kepada Ibu Menar dan kakak-kakak Yarfin. Ketika Karima mengucapkan turut berduka cita kepada Ibu Menar, Ibu Menar langsung memeluk Karima.


“Maafkan Yarfin ya, Rim. Dia sudah mengecewakanmu dan menelantarkanmu bersama anak-anak,” ucap Ibu Menar sambil menangis.


“Karima sudah lama memaafkan Bang Yarfin,” jawab Karima. Ia mengusap-usap punggung Ibu Menar.


Ibu Menar melepaskan pelukanya.


“Sekarang kemana perempuan sia*lan itu. Disaat seperti ini perempuan sia*lan itu tidak menampakkan dirinya,” ujar Ibu Menar dengan kesal.


Karima kaget mendengarnya. Ibu Menar tidak tau kalau Yarfin dan Winny sudah putus.


“Mungkin dia sedang sibuk, Ma,” kata Karima.


“Sibuk apa? Dia tidak pernah kerja. Dia kerjanya cuma minta uang ke Yarfin,” ujar Ibu Menar dengan kesal.


“Sudah, Ma. Malu kalau kedengaran orang,” kata Mirna sambil mengusap punggung Ibu Menar.


Hari dan Gathan duduk di sebelah jenazah Yarfin. Mereka memandang jenazah papah mereka yang terbujur kaku. Hari hanya diam tapi air matanya terus saja mengalir. Sedangkan  Gathan menangis terseduh-seduh.


Rachel ia duduk di antara kedua abangnya. Ia memandang jenazah papanya lalu memandang kedua abangnya yang sedang menangis. Ia mendekati jenazah papanya.


“Papa, bangun!” Rachel memukul jenazah papanya.


“Iiihhh! Bangun, nga!” Rachel mengguncang-guncang jenazah Yarfin.


Tidak ada satu orang pun orang dewasa yang melihat apa yang Rachel lakukan. Karena mereka sibuk berbicara dengan lawan bicaranya. Hari langsung menahan badan Rachel.


“Rachel. Nggak boleh begitu!” kata Hari.


“Ihh. Lepasin, nga! Lahel mau sama papa,” kata Rachel.


Rachel memberontak agar dilepaskan oleh Hari.


“Mama!” Hari berteriak memanggil Karima.


Karima yang sedang berbicara dengan Ibu Menar dan Mirna kaget mendengar teriakan Hari. Ia melihat Hari sedang menahan tubuh Rachel. Karima menghampiri Hari.


“Kenapa?” tanya Karima.


“Rachel memukul badan papa. Agar papa bangun,” jawab Hari.


“Papa sudah tidak ada, sayang. Papa sudah meninggal,” ujar Karima.


Rachel menoleh ke jenazah Yarfin.


“Papa, bangun!” seru Rachel.

__ADS_1


Karima memeluk Rachel.


“Papa sudah meninggal, sayang,” ujar Karima sambil menangis.


“Mama boong! Itu Papa,” kata Rachel.


“Papa, bangun!” kata Rachel sambil menangis.


Karima memeluk erat Rachel. Ibu dan anak sama-sama menangis.


Mendengar suara ribut-ribut di dalam, Daniel masuk ke dalam rumah. Ia melihat Karima memeluk erat Rachel sambil menangis. Sedangkan Rachel menangis sambil mengatakan, “Papa, bangun!”


Daniel mendekati Karima.


“Rachel sama Om, ya. Kita beli ice cream.” Daniel mencoba membujuk Rachel.


“Lahel nga mau ekim. Lahel mau cama papa,” kata Rachel.


Gathan yang sedang menangis terseduh-seduh di sebelah jenazah papanya langsung menoleh ke belakang.


“Abang juga mau es krim,” kata Gathan.


“Iya, kita beli ice cream,” jawab Daniel.


Daniel menggendong Rachel lalu membawa Rachel keluar. Gathan dan Hari mengikuti Daniel. Daniel membawa Rachel pergi sampai Rachel tenang.


Jenazah Yarfin akan dimakamkan pukul setengah empat sore di TPU Tanah Kusir. Tapi Daniel dan anak-anak belum kembali. Karima cemas mencari Daniel dan anak-anak.


Karima mengambil ponselnya dari dalam tas lalu menelepon Daniel.


“Waalaikumsalam,” jawab Karima.


“Anak-anak dimana, Pak?” tanya Karima.


“Ada sama saya. Mereka baru beli ice cream,” jawab Daniel.


“Beli ice cream dimana?” tanya Karima.


“Di Pondok Indah Mall,” jawab Daniel.


Karima kaget mendengarnya. “Hah? Jauh sekali,” kata Karima.


“Tadi Rachel tidak berhenti menangis. Jadi saya ajak jalan-jalan,” ujar Daniel.


“Cepat kembali ke sini! Jenazah Bang Yarfin akan dimakamkan,” kata Karima.


“Baiklah, Kami akan segera ke sana,” jawab Daniel.


Lima belas menit kemudian Hari dan Gathan datang. Sewaktu Karima menelepon mereka sudah dalam perjalanan pulang. Mereka masuk ke dalam rumah dan menghampiri Karima.


“Kalian darimana?” tanya Karima.

__ADS_1


“Jalan-jalan sama Om Daniel,” jawab Hari.


“Rachel mana?” tanya Karima.


“Rachel bobo, jadi digendong Om Daniel,” jawab Hari.


Tak lama kemudian Daniel datang sambil menggendong Rachel dan memegang balon. Karima mendekati Daniel.


“Rachel tidur?” tanya Karima.


“Iya,” jawab Daniel.


Karima mengangkat badan Rachel dari gendongan Daniel. Namun, Rachel terbangun.


“Balon Lahel mana?” tanya Rachel.


“Ini.”


Daniel memberikan balon kepada Rachel. Rachel memegang sambil merebahkan kepalanya di pundak Karima. Karima membawa Rachel ke dalam. Tak lama kemudian Karima keluar dari dalam rumah. Ia menggendong Rachel dengan kain gendongan dan membawa tas. Hari dan Gathan mengikuti Karima dari belakang.


Karima duduk di sebelah Daniel. Rachel berada di dekapan Karima sambil memainkan balon. Mobil jenazah masuk ke halaman rumah Ibu Menar. Siap untuk mengangkut jenazah Yarfin.


“Sudah mau berangkat ke makam, ya?” tanya Daniel kepada Karima.


“Iya, Pak,” jawab Karima.


“Ayo, kita ke mobil sekarang,” kata Daniel.


Karima dan Daniel beranjak dari tempat duduk.


“Ayo, Bang Hari-Gathan! Kita tunggu di mobil aja,” kata Karima.


Mereka pun berjalan menuju ke mobil Daniel. Sesampai di tempat parkir mobil mereka masuk ke dalam mobil. Karima dan anak-anak duduk di belakang. Daniel di depan bersama Pak Min. Tak Lama kemudian mobil jenazah pun jalan diikuti rombongan mobil  keluarga, kerabat dan teman-teman Yarfin. Mobil Daniel ikut dalam iring-iringan rombongan.


Dalam waktu sepuluh menit mereka sampai di TPU Tanah Kusir. Mereka turun dari mobil. Mereka bersama dengan pelayat lain berjalan menuju ke tempat Yarfin akan dimakamkan. Tanpa menunggu lama  jenazah Yarfin pun dimakamkan. Anak-anak dan Karima menitikkan air mata ketika melihat jenazah Yarfin diturunkan.


“Papaaaa Papaaaa.” Rachel memanggil Yarfin.


Karima mengusap punggung Rachel agar Rachel tenang. Akhirnya makam Yarfin ditutup tanah. Keluarga Yarfin menaburkan bunga di atas makam Yarfin. Hari dan Gathan juga ikut menabur bunga di atas makam Yarfin. Rachel melihat kakak-kakaknya sedang menabur.


“Lahel juga mau tabul bunga,” kata Rachel.


Karima terpaksa menurunkan Rachel. Rachel mendekati kakak-kakaknya dan menaburkan bunga di atas makam papanya.


Akhirnya pemakaman Yarfin selesai. Semua para pelayat satu persatu meninggalkan makam. Hingga hanya tinggal keluarga inti yang masih berada di makam. Karima duduk di sebelah Ibu Menar menemani Ibu Menar yang sedang membacakan surat yasin untuk Yarfin. Anak-anak sedang asyik memainkan bunga.


Setelah selesai membaca surat Yasin, Ibu Menar menoleh ke Karima.


“Karima. Malam ini kamu menginap di rumah Mama, ya! Malam ini kita akan mengadakan tahlilan,” ujar Ibu Menar.


“Baik, Mah,” jawab Karima.

__ADS_1


“Tadi kamu ke sini sama siapa?” tanya Ibu Menar.


“Diantar teman, Mah,” jawab Karima.


__ADS_2