
Karima duduk di ruang tamu, ia sedang menunggu Daniel menjemputnya. Tadi pagi Daniel menelepon minta ditemani ke hotel Lestari Ciater. Daniel ada janji bertemu dengan arsitek yang akan mendesain hotel Lestari Ciater. Daniel menyuruh Karima untuk membawa anak-anak karena hari sabtu hari libur. Karima menghabiskan waktu dengan anak-anaknya. Karima membawa Rachel dan Gathan. Hari tidak bisa ikut karena sedang mengikuti ekstrakurikuler di sekolahnya.
Rachel dan Gathan berdiri di depan pagar menungu Daniel datang. Tak lama mobil Daniel datang dan berhenti di depan rumah Karima.
Rachel lari ke dalam rumah menghampiri Karima.
“Mama, Om Daniel syuda datang,” kata Rachel.
Karima beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke luar rumah. Ia membuka pintu pagar. Daniel turun dari mobil lalu menghampiri Karima.
“Sudah siap?” tanya Daniel.
“Sudah,” jawab Karima.
“Kita pergi sekarang,” kata Daniel.
Daniel membuka kunci mobil dengan remote.
“Abang mau duduk dimana?” Daniel bertanya kepada Gathan.
“Abang mau duduk di depan,” jawab Gathan.
Daniel membukakan pintu untuk Gathan lalu Gathan masuk ke dalam mobil. Karima dan Rachel duduk di belakang. Kemudian Daniel masuk ke dalam mobil. Ia memasangkan Gathan seatbelt. Setelah itu barulah Daniel menjalankan mobilnya.
***
__ADS_1
Daniel memarkirkan mobilnya di depan hotel. Nampak sebuah mobil SUV Herrier terpakir di halaman hotel. Sepertinya arsitek sudah datang. Daniel dan Karima beserta anak-anak Karima turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam hotel. Di lobby hotel ada seorang pria yang sedang duduk. Melihat Daniel masuk ke lobby hotel pria tersebut langsung berdiri. Daniel menghampiri pria tersebut.
“Apa kabar, Pak Erdi?” Daniel menyalami Pak Erdi.
“Baik, Pak Daniel,” jawab Pak Erdi.
“Perkenalkan ini sekretaris saya namanya Ibu Karima.” Pak Erdi menyalami Karima.
“Kita langsung keliling saja, Pak Erdi,” ujar Daniel.
“Baik, Pak Daniel,” jawab Pak Erdi.
Daniel mengajak Pak Erdi mengelilingi hotelnya. Ia mengemukakan desain apa yang ia inginkan. Pak Erdi mendengarkan sambil mencatat. Terkadang Daniel menanyakan pendapat Karima untuk design hotelnya. Gathan dan Rachel mengikuti mereka sambil bermain tak umpet.
Daniel melihat ke jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Sudah waktunya untuk makan siang. Abang dan Rachel mau makan apa?” tanya Daniel.
“Mah, mau makan di AEON Mall,” kata Gathan kepada Karima.
“Jangan, Bang! AEON Mall jauh. Kasihan Om Daniel. Nanti saja sama Mama,” jawab Karima.
“Tidak apa-apa, Bu Karima. Kita ke sana sekarang,” ujar Daniel.
“Asyik!” Rachel dan Gathan bersorak kegirangan.
__ADS_1
“Tapi sebelum ke AEON Mall kita jemput Abang Hari dulu. Kasihan Abang tidak diajak,” ujar Daniel.
“Hari sudah pulang sekolah, belum?” tanya Daniel kepada Karima.
“Tidak tau, Pak. Sebentar saya telepon dulu.” Karima mengambil ponsel dari dalam tas lalu menelepon Hari.
“Assalamualaikum. Abang sekarang dimana?” tanya Karima.
“Waalaikumsalam. Abang masih di sekolah. Baru mau pulang,” jawab Hari.
“Kalau begitu Abang tunggu di sekolah. Nanti Mama jemput,” ujar Karima.
“Nggak usah, Ma. Abang mau pulang bareng teman,” jawab Hari.
“Om Daniel mau mengajak Abang jalan-jalan,” ujar Karima.
“Om Daniel bos Mama?” tanya Hari.
“Iya,” jawab Karima.
“Abang mau ikut,” kata Hari.
“Tunggu di sekolah. Nanti Mama jemput,” ujar Karima.
***
__ADS_1