
Karima sedang berdiri di belakang mereka sambil menggendong Rachel.
“Bu Karima kenapa ke sini?” tanya Daniel.
“Tidak apa-apa, Pak. Kita cari meja yang lain saja,” jawab Karima.
Daniel tersenyum lalu mengangguk. Ia tidak menanyakan alasannya. Dia sepertinya tau alasan mengapa Karima meninggalkan meja tersebut.
Setelah pesan mereka selesai, Daniel dan Karima membawa nampan yang berisi makanan. Sedangkan Hari menuntun Rachel dan Gathan. Mereka mengikuti Daniel dan Karima dari belakang. Beruntung mereka bisa mendapatkan meja kosong karena para pengunjung mall mulai meninggalkan area food court.
Daniel dan Karima menyimpan nampan di atas meja.
“Ibu dan anak-anak tunggu di sini. Saya mau pesan makanan,” ujar Daniel.
“Saya yang pesankan. Bapak tunggu di sini,” kata Karima. Ia merasa tidak enak jika Daniel yang harus memesan makanan untuknya.
“Tidak apa-apa. Tidak lama, kok,” jawab Daniel.
Daniel meninggalkan meja mereka. Sepuluh menit kemudian ia kembali sambil membawa beberapa platik bening yang berisi makanan dan nomor meja. Daniel menaruh nomor meja di atas meja dan kanting plastik di atas meja.
“Nanti satenya diantar ke sini,” kata Daniel.
“Siapa yang mau sushi?” tanya Daniel. Daniel mengeluarkan beberapa kotak plastik dari dalam kantong plastik lalu di jajarkan di atas meja.
“Abang mau sushi,” kata Hari.
__ADS_1
“Gathan juga mau,” kata Gathan.
Daniel membuka kotak plastik satu persatu.
“Lahel mau susi,” kata Rachel.
“Pilih saja yang Rachel mau,” ujar Daniel. Rachel mengambil sushi yang ia anggap menarik.
Daniel melihat Karima belum menyentuh sushi sama sekali.
“Ayo, Bu. Dimakan sushinya!” ujar Daniel.
“Iya, Pak.” Karima mengambil salah satu sushi lalu memakannya. Rasanya enak dan kena di lidah orang Indonesia.
“Mama, Abang mau coba sate,” kata Hari.
Karima memberikan satu tusuk sate kepada Hari.
“Gathan juga mau mau coba,” kata Gathan.
Karima memberi satu tusuk kepada Gathan.
“Rachel mau?” tanya Karima.
Rachel mengangguk. Karima memberikan sate kepada Rachel.
__ADS_1
Daniel memperhatikan Karima yang harus membagi makanan kepada anak-anak. Padahal anak-anak masing-masing sudah mendapatkan makanan.
“Saya pesankan sate lagi, ya,” kata Daniel.
“Tidak usah,Pak. Ini juga masih banyak.” Karima menunjuk ke sushi di depannya. Kalau pesan sate lagi nanti sushi tidak ada yang makan. Mereka pun makan bersama. Karima makan sambil menyuapi Rachel.
Daniel dan Hari lebih dulu selesai makan. Mereka menuju ke tempat cuci tangan untuk cuci tangan. Hari lebih dahulu cuci tangan karena mengantri. Setelah Hari selesai baru Daniel cuci tangan. Ketika Daniel sedang menggosok tangannya dengan sabun tiba-tiba Winny datang menghampiri Daniel. Ia berdiri di sebelah Daniel yang kebetulan sudah kosong.
“Hai. Kita belum kenalan.” Winny mengulurkan tangannya mengajak Daniel bersalaman. Daniel menoleh ke tangan Winny.
“Tangan saya lagi disabuni,” kata Daniel. Daniel memperlihatkan tangan yang penuh sabun.
“Nama kamu siapa?” tanya Winny.
“Tadikan kamu sudah tau,” jawab Daniel.
Daniel sudah selesai mencuci tangan lalu ia pergi dari tempat itu tanpa permisi. Ia meninggalkan Winny yang sedang mencuci tangan. Ia kembali ke tempat duduk. Karima, Rachel dan Gathan sudah selesai makan.
“Ayo kita cuci tangan dulu.” Karima membawa Rachel dan Gathan untuk mencuci tangan. Beberapa menit kemudian Karima pun kembali bersama Rachel dan Gathan.
“Sekarang kita mau kemana lagi?” tanya Daniel.
“Timezone,” jawab Hari dan Gathan.
“Kapan-kapan kita ke timezone. Lebih baik sekarang kita pulang. Kasihan Om Daniel pasti cape,” ujar Karima.
__ADS_1