Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
106. Tinggal Di Rumah Karima


__ADS_3

Karima memperhatikan koper yang dibawa oleh Daniel jumlahnya ada tiga. Banyak sekali baju yang dimiliki oleh suaminya. Karima yakin itu pasti belum semuanya dibawa oleh suaminya. Pasti masih banyak lagi di rumah mertuanya.


Daniel berbanding terbalik dengan dirinya. Ia hanya punya beberapa helai pakaian saja. Pakaian rumah, pakaian santai, pakaian kerja dan pakaian untuk ke pesta. Sedangkan Daniel, entah berapa banyak pakaian yang dimiliki oleh suaminya. Mungkin ia harus membuatkan kamar khusus untuk menyimpan pakaian suaminya.


Karima membuka lemari baju dan melihat tempat yang kosong untuk pakaian suaminya. Daniel mengunci pintu kamar lalu mendekati istrinya. Ia merangkul punggung istrinya.


“Tidak usah cemas. Nanti kita beli lemari baju lagi,” ujar Daniel. Seolah-olah ia mengerti kegelisahan istrinya.


“Lagipula ini belum semuanya Mas bawa. Masih banyak lagi pakaian Mas,” lanjut Daniel.


Karima langsung menoleh ke Daniel. Ia membulatkan mata dan mulutnya terbuka karena kaget mendengar perkataan suaminya. Betapa banyaknya pakaian milik suaminya. Daniel tertawa melihat wajah istrinya yang kaget, ia langsung mengecup bibir istrinya. Karima langsung sadar ketika bi*birnya dikecup oleh suaminya.


“Mas! Nanti anak-anak melihat.” Karima memukul pelan lengan suaminya.


“Sudah dikunci pintunya,” kata Daniel.


Daniel memeluk pinggang istrinya dan kembali mengecup bi*bir istrinya dengan dalam dan lama. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuk. Daniel langsung melepaskan kecupannya. Namun, tangannya masih memeluk pinggang istrinya. Mereka menoleh ke arah pintu.


“Mama! Mpok Minah mau pamit pulang.” Terdengar suara Hari di depan kamar.


“Mas, Mpok Minah mau pamit pulang. Kasihan dia sudah beberapa hari belum pulang ke rumah karena harus menemani Karima menginap di hotel,’ kata Karima.


Daniel melepaskan pelukannya. Karima berjalan menuju pintu kamar lalu membuka kunci pintu. Kemudian ia membuka pintu kamar.


“Mana Mpok Minah?” tanya Karima.


“Ada di depan rumah, nunggu Mama keluar dari kamar,” jawab Hari.

__ADS_1


Karima berjalan menuju teras rumah. Mpok Minah sedang duduk di kursi teras. Di sebelahnya ada seorang laki-laki, ia adalah suami Mpok Minah yang datang menjemput Mpok Minah.


“Mpok!” Karima memanggil Mpok Minah.


Mpok Minah dan suaminya langsung bangun dari tempat duduk.


“Saya pamit pulang dulu, Bu. Besok saya ke sini lagi,” kata Mpok Minah.


“Terima kasih ya, Mpok,” ucap Karima.


“iya, Bu. Sama-sama,” jawab Mpok Minah.


Daniel keluar dari rumah lalu berdiri di samping Karima. Ia memberikan amplop kepada Mpok Minah. Mpok Minah menerima amplop pemberian Daniel.


“Terima kasih ya, Mpok. Sudah menemani Karima dan anak-anak,” ucap Daniel.


“Sama-sama, Pak,” jawab Mpok Minah.


“Waalaikumsalam,” jawab Daniel dan Karima.


Mpok Minah dan suaminya keluar dari rumah Karima. Karima langsung menggembok pintu pagar rumahnya. Ia kembali masuk ke dalam rumah. Daniel merangkul punggung istrinya.


“Kita terusin lagi yang tadi,” bisik Daniel.


Karima mengangguk, ia mengikuti keinginan suaminya. Mereka masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar.


***

__ADS_1


Hari ini adalalah hari senin, sudah waktunya Karima dan Daniel kembali bekerja. Dari subuh Karima sudah berkutat di dapur mempersiapkan sarapan Daniel dan anak-anaknya. Ia juga membuatkan bekal untuk Hari dan Gathan.


Pukul enam pagi Mpok Minah datang diantar oleh suaminya. Seperti biasa ia bekerja membantu Karima mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Jam setengah tujuh pagi Pak Min datang ke rumah, ia bertugas untuk mengurus mobil Daniel dan mengantar kemana Daniel pergi.


Karima keluar rumah membawa minuman dan camilan untuk Pak Min.


“Sudah sarapan belum, Pak Min?” tanya Karima.


Pak Min yang sedang mencuci mobil Daniel langsung menoleh ke Karima.


“Sudah, Bu. Tadi di rumah saya sudah sarapan dulu,” jawab Pak Min.


“Pak Min jadi kejauhannya ke tempat kerjanya?” tanya Karima.


“Nggak, Bu. Justru sekarang jadi lebih dekat ke tempat kerja, Bu. Karena rumah saya di Ciputat,” jawab Pak Min.


“Alhamdullilah kalau sekarang rumah Pak Min dekat dengan  tempat kerja. Jadi Pak Min tidak harus jauh-jauh berangkat kerja,” ucap Karima.


‘iya, Bu. Biasanya saya pergi setelah sholat subuh, nanti sarapan di rumah Pak Daniel Tapi sekarang saya bisa sarapan dulu di rumah,” kata Pak Min.


Hari keluar dari dalam rumah, ia sudah menggunakan pakaian seragam sekolah.


“Mama!” hari memanggil Karima.


Karima menoleh ke Hari.


“Sudah selesai sarapannya, Bang?” tanya Karima.

__ADS_1


“Sudah,” jawab Hari.


“Ayo Mama antar ke sekolah. Sebentar Mama ambil kunci mobil dulu.” Karima masuk ke dalam rumah.


__ADS_2