Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
87. Penguntit


__ADS_3

Semenjak Daniel mengancam akan memecat pegawainya jika Winny sampai masuk ke dalam kantor, Winny tidak bisa lagi masuk ke dalam kantor Daniel. Jangankan masuk ke dalam kantor, baru menginjakkan kaki di halaman kantor sudah di usir oleh satpam. Kantor benar-benar dijaga ketat sehingga Daniel bisa kembali bekerja dengan tenang.


Namun, pada suatu hari ketika Daniel pulang dari kantor ada sebuah mobil yang membuntuti mobilnya dari belakang. Pak Min menyetir mobil sambil memperhatikan gerak-gerik mobil yang berada di belakang mobil mereka.


“Pak, sepertinya ada mobil yang membuntuti kita dari depan kantor,” ujar Pak Min sambil memperhatikan jalan di depannya.


“Oh, ya?” Daniel menoleh ke belakang. Ada sebuah mobil sedan Audi berwarna merah berada di belakang mereka.


“Mobil merah yang dibelakang kita, bukan?” tanya Daniel.


“Iya, Pak,” jawab Pak Min.


“Kita ke jalur lambat. Saya mau tau dia ikut kita, tidak?” ujat Daniel.


Pak Min mengarahkan mobil menuju ke jalur lambat. Mobil merah itu juga menuju ke jalur lambat.


“Dia juga masuk jalur lambat, Pak,” kata Pak Min.


Daniel menghela nafas. Ia harus cari cara agar mobil merah itu tidak mengikuti mereka sampai ke rumah. Sementara Daniel mencari cara agar bisa menghindar dari mobil merah itu, Pak Min tetap mengendarai mobil di jalur lambat.


Tiba-tiba Daniel melihat kantor polisi, ia pun menemukan ide.


“Pak, belok ke kantor polisi!” ujar Daniel.


“Baik, Pak.” Pak Min membelokkan mobil ke kantor polisi. Ia memarkirkan mobil di depan kantor polisi. Daniel menoleh ke belakang, ia ingin tahu apakah mobil merah melewati kantor polisi atau malah berhenti dan menunggu di luar.


Setelah menunggu lima menit lamanya ternyata mobil itu tidak juga melewati kantor polisi. Ternyata benar mobil itu adalah penguntit.

__ADS_1


Daniel turun dari mobil. “Loh, Pak? Mau kemana?” tanya Pak Min.


Daniel berjalan ke luar dari halaman kantor polisi. Ia melihat mobil merah di parkir di luar kantor polisi. Daniel menghampiri mobil itu lalu Ia mengetuk kaca jendela mobil itu. Jendela mobil itu pun terbuka ternyata pengemudinya adalah Winny.


“Hai,” sapa Winny dengan senyum yang menggoda.


“Mau apa kamu mengikuti saya?” tanya Daniel.


“Aku mau tau rumah kamu,” jawab Winny.


Daniel menghela nafas mendengar jawaban Winny. Perempuan ini benar-benar nekad. Tidak heran kalau rumah tangga Karima jadi berantakan gara-gara perempuan ini. Tapi dia bukanlah Yarfin yang mudah tergoda oleh perempuan seperti Winny. Kalau ia mau ia bisa mendapatkan seratus perempuan seperti Winny. Tapi sayang ia tidak pernah tertarik perempuan seperti itu. Ia lebih tertarik perempuan seperti Karima yang kalem dan bersahaja.


“Aku kan ingin lebih mengenal lebih dekat dengan kamu,” kata Winny dengan manja.


Daniel menunduk dan mendekatkan kepalanya ke Winny seolah-olah akan mencium bibir Winny. Winny senang ketika Daniel mendekatinya. Dengan secepat kilat Daniel mencabut kunci mobil Winny lalu membawa kunci itu pergi.


“Hei!” Winny berteriak.


Semua orang menoleh ke arah Winny. Winny marah-marah di dalam mobil.


Daniel mengacuhkan teriakan Winny. Ia berlari ke halaman kantor polisi lalu masuk ke dalam mobil.


“Ayo jalan, Pak!” ujar Daniel.


Pak Min menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobil. Ketika mobil hendak keluar dari kantor polisi, ia melihat Winny hendak menghampiri mereka.


“Cepat jalan, Pak!” ujar Daniel.

__ADS_1


Dengan cepat Pak Min melajukan mobil meninggalkan kantor polisi. Daniel membuka kaca mobil dan melempar kunci mobil Winny ke trotoar. Winny berlari hendak mengambil kunci mobilnya.


Daniel akhirnya bernafas lega karena bisa menghindar dari Winny. Namun ia tetap harus waspada karena perempuan seperti Winny akan melakukan segala cara untuk bisa mendapati keinginannya.


***


Karima baru saja selesai sholat magrib. Tiba-tiba terdengar suara ada yang mengetuk pintu pagar dengan menggunakan gembok.


Siapa malam-malam datang ke sini? tanya Karima di dalam hati.


Hari membuka pintu kamar Karima. “Ma, sepertinya ada orang di depan,” kata Hari.


“Coba Abang lihat ada siapa?” ujar Karima.


Hari menutup kembali pintu kamar. Karima membuka mukenah lalu melipat mukenah dan sajadah. Hari kembali membuka pintu kamar.


“Ma, Papa datang,” kata Hari dengan gembira.


Karima kaget mendengarnya. Tidak biasa Yarfin datang malam-malam. Yarfin biasanya datang siang dan itupun juga hanya sebentar.


“Abang buka ya pintunya, Ma?” tanya Hari.


“Iya, Bang,” jawab Karima.


Hari kembali menutup pintu kamar. Ia mengambil kunci gembok lalu ia membuka pintu rumah.


“Papa!” seru Hari dengan gembira. Hari mendekati pintu pagar lalu membuka kunci gembok.

__ADS_1


“Masuk, Pa,” kata Hari. Yarfin masuk ke dalam rumah.


“Assalamualaikum,” ucap Yarfin ketika masuk ke dalam rumah.


__ADS_2