Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
82. Ke Kantor Pusat


__ADS_3

Karima sedang mengetik dokumen, tiba-tiba Daniel keluar dari ruang kerjanya.


“Bu Karima nanti ikut saya, ya! Saya ada perlu di kantor pusat sekalian temani saya makan siang  di hotel,” ujar Daniel.


“Baik, Pak,” jawab Karima.


Daniel kembali masuk ke ruang kerjanya. Karima melanjutkan mengetiknya.


Pukul sepuluh tiga puluh Daniel mengajak Karima pergi ke kantor pusat. Mobil Daniel sudah siap di depan kantor. Pak Min berdiri di samping mobil. Ketika Daniel keluar dari kantor, Pak Min langsung membukakan pintu belakang untuk Daniel. Namun, Daniel malah menyuruh Karima yang masuk ke dalam mobil. Sedangkan ia masuk melalui pintu belakang sebelah kanan setelah Karima masuk ke dalam mobil. Pak Min masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobil.


Perjalanan dari Tangerang Selatan menuju ke jalan Rasuna Said sangat lancar. Mungkin karena masih jam kantor bukan jam makan siang.


Pukul sebelas lewat lima belas menit mereka sampai di depan gedung milik Pak Dandi. Daniel dan Karima keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan masuk ke dalam lobby gedung lalu masuk ke dalam liff. Selama di dalam liff mereka hanya diam saja tidak membicarakan apapun.


Akhirnya mereka sampai di lantai dua puluh, Daniel dan Karima keluar dari dalam liff.  Daniel berjalan menuju ke kantornya Karima mengikuti dari belakang. Daniel mengeluarkan kartu dari dalam saku suit lalu ia tempelkan ke layar di atas tombol keyboard. Dan pintu kaca pun terbuka.


Ketika Daniel masuk ke dalam kantor petugas operator langsung berdiri.


“Selamat siang, Pak,” sapa Dini.


“Siang. Din, kenalkan ini Bu Karima sekretaris baru saya,” ujar Daniel.


Dini menyalami Karima.


“Ayo kita ke dalam!” Daniel mengajak Karima masuk ke dalam kantornya. Mereka melalui beberapa meja karyawan yang lain. Ketika Daniel lewat para karyawan mengucapkan salam kepada Daniel.


Mereka sampai di depan ruang kerja Daniel. Ilham dan Lisa sedang sibuk dengan dokumen namun, ketika melihat Daniel datang mereka menghentikan pekerjaan.

__ADS_1


“Selamat siang, Pak,” ucap Ilham dan Lisa.


“Siang,” jawab Daniel.


“Ilham-Lisa, kenalkan ini Bu Karima sekretaris baru saya,” ucap Daniel. Ilham dan Lisa menyalami Karima.


“Mana dokumen yang harus saya tanda tangani?” tanya Daniel kepada Lisa.


“Ada di ruangan Bapak. Saya taruh di meja kerja Bapak,” jawab Lisa.


“Ayo, Bu Karima. Kita masuk ke ruangan saya!” Daniel membuka pintu ruang kerjanya lalu masuk ke dalam ruang kerjanya. Karima ikut masuk ke dalam ruang kerja Daniel.


Tak lama kemudian Daniel keluar lagi dari ruangannya.


“Lis, buatkan minum untuk ibu Karima!” kata Daniel.


“Minum apa, Pak?” tanya Lisa.


“Teh manis,” jawab Daniel.


“Ham, sudah dipesankan?” tanya Daniel.


“Sudah, Pak. Atas nama Bapak. Bapak tinggal datang saja,” jawab Ilham.


“Sip,” ujar Daniel.


Daniel masuk ke dalam ruangannya. Lisa bengong melihat Pak Daniel.

__ADS_1


“Pesan apa sih, Ham?” tanya Lisa penasaran.


“Sini-sini aku bisikin.” Ilham memberi tanda agar Lisa mendekat.


Lisa mendekati Ilham.”Jawabannya R-A-H-A-S-I-A,” kata Ilham dengan suara pelan.


“Yah, kalau begitu aku juga bisa,” protes Lisa dengan kesal.


“Nggak boleh dikasih tau sama bos. Soalnya aku sudah disumpah agar tidak membocorkan apa-apa,” jawab Ilham.


“Sana buatkan minum untuk Ibu Karima!” kata Daniel.


“Nggak penting! Cuma bikin minum buat sekretaris doing,” jawab Lisa.


“Nanti kalau dimarahi Pak Daniel baru tau rasa, loh,” ujar Daniel.


“Biarkan saja,” kata Loisa.


“Kalau kamu dipecat Pak Daniel. Jangan salahin saya,” kata Firman.


“Nggak bakalan dipecat,” kata Lisa.


Tak lama kemudian Daniel keluar dari ruang kerjanya.


“Mana teh manis untuk Ibu Karima?” tanya Daniel.


“Belum saya buatkan,” jawab Lisa.

__ADS_1


“Cepat buatkan! Jangan lupa buatkan saya kopi!” seru Daniel.


Lisa beranjak dari kursi , ia berjalan menuju pantry untu membuat membuatkan minuman untuk Karima.


__ADS_2