
Pukul setengah delapan pagi Daniel, Karima dan anak-anak menuju ke dining room untiuk sarapan pagi. Di dining room sudah ada keluarga mereka yang sedang sarapan. Mereka menghampiri Mia dan Adrian. Mia sedang menyuapi Rachel dan Safina.
“Penganti baru bagaimana tidurnya tadi malam? Nyenyak, nggak?” Adrian menggoda Daniel.
“Alhamdullilah. Nyenyak tanpa ada yang mengganggu,” jawab Daniel dengan tenang.
“Syukurlah kalau bisa tidur dengan nyenyak. Berarti usaha gue berhasil,” ujar Adrian.
“Ma kasih, Dri,” ucap Daniel.
“Sama-sama. Itulah gunanya teman dan adik ipar,” kata Daniel.
Karima mengusap kepala Rachel.
“Tadi malam Rachel nangis, nggak?” tanya Karima kepada Rachel.
“Nggak, ya. Kakak tidurnya nyenyak sama ade,” jawab Mia.
“Malam-malam dia tidak bangun?” tanya Karima.
“Tidak. Rachel tidurnya nyenyak sekali,” jawab Mia.
“Alhamdullilah. Berarti tidak merepotkan Tante Mia,” ujar Karima.
__ADS_1
Ibu Gita menghampiri Karima dan Daniel.
“Ayo makan dulu!” Ibu Gita mengusap punggung Karima.
“Kasihan anak-anak pasti sudah kelaparan,” lanjut Ibu Gita.
“Iya, Bun,” kata Karima.
Karima dan Daniel mengajak anak-anak dan Mpok Minah untuk mengambil makanan.
Setelah selesai sarapan pagi mereka semua kembali pulang ke rumah masing-maasing. Daniel dan Karima masing-masing membawa mobil sendiri.
“Siapa yang mau ikut di mobil Ayah?” tanya Daniel ketika berada di tempat parkir.
“Abang,” jawab Hari.
“Berarti Abang Hari dan Gathan naik mobil Ayah. Rachel dan Mpok Minah naik mobil Mama,” ujar Daniel.
Lalu mereka pun berpencar. Rachel dan Mpok Minah ikut dengan Karima. Gathan dan Hari ikut dengan Daniel. Mobil Karima jalan lebih dahulu, sedangkan mobil Daniel mengikuti mobil Karima dari belakang. Mereka berjalan beriringan menuju ke rumah Karima di Pamulang.
Daniel memutuskan untuk tinggal di rumah Karima untuk sementara waktu, karena ia belum punya rumah untuk ditempati oleh anak dan istrinya. Lagi pula rumah istrinya dekat dengan kantornya sehingga memudahkannya untuk pergi ke kantor.
Tak terasa mereka sampai di rumah Karima. Karima menghentikan mobilnya di depan rumah. Mpok Minah turun dari mobil untuk membuka pintu pagar. Sambil menunggu Mpok Minah membuka pintu pagar Karima turun dari mobil dan menghampiri mobil Daniel.
__ADS_1
“Mas Daniel, mobil Mas masuk lebih dulu agar bisa parkir di garasi. Biar mobil Karima yang di parkir di carport,” ujar Karima.
“Oh, begitu? Ya, sudah Mas duluan masukin mobil,” kata Daniel.
Mobil Daniel sebuah mewah tidak mungkin kalau harus diparkir di carport. Nanti akan ada menjadi perhatian maling untuk mencuri.
Satelah pintu pagar dan garasi terbuka Daniel memasukkan mobilnya ke garasi. Setelah itu giliran Karima memarkirkan mobil di carport.
Daniel dan anak-anak turun dari mobil. Daniel membuka bagasi mobilnya. Di dalam bagasi mobil terdapat beberapa buah koper milik Daniel. Daniel menurunkan kopernya satu persatu. Ia membawa koper-kopernya ke dalam rumah.
“Banyak cekali kopel Ayah,” kata Rachel ketika melihat Daniel membawa masuk koper-kopernya.
“Kan mulai hari ini ayah tinggal di sini bersama Mama, Rachel, Bang Hari dan Bang Gathan,” ujar Daniel.
Karima datang sambil membawa koper miliknya dan milik anak-anaknya.
“Bawa ke sini koper-kopernya, Mas!”
Karima mengajak Daniel menuju ke kamarnya. Daniel mengikuti Karima. Karima membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamar. Daniel memperhartikan sekeliling kamar Karima dari depan pintu. Sebuah kamar berukuran sedang dengan tempat tidur berukuran besar. Lemari bajunya juga tidak besar. Entah apakah pakaian Daniel muat disimpan di sana atau tidak. Kamar itu juga hanya setengah dari kamar tidur Daniel di rumah orang tuanya.
“Masuk, Mas!” ujar Karima.
Daniel membawa koper ke dalam kamar.
__ADS_1
“Maaf, Mas. Kamar Karima kecil, tidak sebesar kamar Mas Daniel di rumah Mama dan Papa,” ucap Karima.
“Tidak apa-apa. Yang penting rumah milik istri sendiri,” jawab Daniel.