Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
94. Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Karima menghampiri Ibu Menar. Ibu Menar sedang duduk sendiri. Ia belum makan.


“Ma. Makan, ya! Karima ambilkan makanan,” kata Karima.


“Mama tidak lapar,” jawab Ibu Menar.


“Kalau tidak makan nanti Mama sakit. Karima ambilkan sedikit saja, ya,” bujuk Karima.


“Iya, tapi sedikit saja,” kata Ibu Menar.


Karima beranjak menuju ke meja prasmanan dan mengambilkan makanan untuk Ibu Menar. Lalu Karima memberikan makanan tersebut kepada Ibu Menar.


“Kamu tidak makan?” tanya Ibu Menar.


“Baru mau ambil makan. Karima ambil untuk Mama dulu,” jawab Karima.


“Ayo ambil makananmu! Temani Mama makan,” ujar Ibu Menar.


“Iya, Mah.” Karima kembali menuju meja prasmanan, mengambil makanan untuknya.


Pukul setengah sembilan para tamu berpamitan pulang. Daniel juga pamit pulang. Daniel pamit kepada Ibu Menar.


“Terima kasih, ya. Sudah mau datang melayat sampai mengikuti tahlilan,” ucap Ibu Menar kepada Daniel.


“Sama-sama, Bu,” jawab Daniel.


“Saya pamit, Bu. Assalamualaikum,” ucap Daniel.


“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Menar.


Karima mengantar Daniel ke depan. Ibu Menar memperhatikan mereka berdua dari belakang. Ia ingat beberapa hari sebelum Yarfin meninggal, Yarfin datang mengunjunginya.


“Ma. Kalau suatu hari nanti Karima datang mengantarkan undangan pernikahannya, Mama jangan marah! Biarkan Karima bahagia bersama dengan laki-laki lain. Yarfin sudah mengecewakan Karima,” ujar Yarfin.


“Karima mau menikah lagi? Dengan siapa?” tanya Ibu Menar.


“Ada laki-laki yang menyukai Karima. Sepertinya Karima juga menyukai laki-laki itu,” jawab Yarfin.


“Kenapa dulu kamu sia-siakan Karima hanya untuk perempuan seperti Winny?” tanya Ibu Menar dengan kesal.


“Sudahlah, Ma. Itu masa lalu, tidak usah diungkit-ungkit kembali. Sekarang biarkan Karima bahagia bersama laki-laki lain,” kata Yarfin.


Ibu Menar menghela nafas berat.


“Mungkinkah itu laki-laki yang dimaksud oleh Yarfin?” tanya Ibu Menar kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


***


Keesokan hari setelah sarapan pagi Karima pamit pulang ke rumah. Karena besok ia harus bekerja dan anak-anak harus masuk sekolah.


Sebelumnya Karima akan pulang dengan menggunakan taksi. Namun, tadi pagi Daniel menelepon Karima kalau ia akan datang untuk menjemput Karima dan anak-anak. Karima menolak dijemput oleh Daniel karena ia tidak ingin merepotkan Daniel terus menerus.


“Kan sekalian berangkat ke kantor.” Begitu kata Daniel ketika Karima menolak untuk di jemput oleh Daniel.


Akhirnya Karima mau dijemput oleh Daniel. Ketika Karima sedang menunggu Daniel, Dahlan mendapatkan telepon dari polisi. Polisi memberitahu kalau pembunuh Yarfin sudah diketahui dan sekarang sedang dalam pengejaran polisi.


Karima bersyukur akhirnya pembunuh Yarfin sudah diketahui. Mudah-mudahan pembunuh Yarfin mendapatkan hukuman yang setimpal. Karena sudah melenyapkan nyawa orang lain.


“Assalamualaikum.” Seseorang mengucapkan salam di depan rumah Ibu Menar.


“Waalaikumsalam.” Dahlan pergi ke depan rumah untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata tamu yang datang adalah Daniel. Ia datang untuk menjemput Karima dan anak-anak.


“Masuk Daniel. Karima ada di dalam,” kata Dahlan..


“Terima kasih, Bang,” jawab Daniel. Daniel masuk ke dalam ruang tamu.


“Duduk dulu! Saya panggilkan Karima,” kata Dahlan.


Tak lama kemudian Karima keluar sambil membawa koper. Di belakang Karima ada Ibu Menar dan kakak-kakak Yarfin. Karima pamit kepada Ibu Menar dan kakak Yarfin.


“Terima kasih ya, Rim. Sudah mau datang ke sini. Sering-sering ya, datang ke sini! Nengokin Mama,” ucap Mirna.


“Sama-sama, Kak Mirna. Insyaallah Karima akan mengajak anak-anak ke sini,” jawab Karima.


Setelah pamit kepada ibu dan kakak-kakak Yarfin, Karima dan anak-anak berjalan menuju ke mobil Daniel. Hari langsung mendekati mobil Daniel. Ia memegang handel pintu depan.


“Abang mau duduk di depan,” kata Hari.


“Ya, Abang boleh duduk di depan,” ujar Daniel.


Hari langsung duduk di kursi depan. Karima, Rachel dan Gathan duduk di belakang. Daniel membuka bagasi mobil lalu memasukkan koper ke dalam bagasi. Setelah itu Daniel masuk ke dalam mobil. Ia duduk di belakang bersama dengan Karima dan anak-anak. Kemudian Pak Min pun menjalankan mobil.


Anak-anak sekarang sudah kembali ceria. Mereka sudah tidak bersedih lagi seperti kemarin. Sepanjang jalan Rachel dan Gathan tidak berhenti berceloteh. Setiap melihat sesuatu ada saja yang mereka komentari.


Tak terasa mereka sampai di depan kantor Daniel. Pak Min menghentikan mobil di depan kantor.


“Hole kita ke kan*tol Mama,” kata Rachel dengan senang.


Pak Min menoleh ke belakang.

__ADS_1


“Minta kunci mobilnya, Pak,” kata Pak Min.


Daniel menoleh ke Karima.


“Bu Karima, minta kunci mobil Ibu. Biar Pak Min yang membawa mobil Bu Karima,” ujar Daniel.


Karima membuka tasnya  lalu mengeluarkan kunci mobil dari dalam tas. Kemudian ia memberikan kunci mobil kepada Pak Min. Pak Min keluar dari mobil dan berjalan menuju ke kantor Daniel. Daniel keluar dari mobil lalu masuk ke bagian kemudi. Sekarang Daniel yang mengemudikan mobil. Mobil pun  melaju menuju ke rumah Karima.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Karima. Anak-anak turun dari mobil dan langsung menuju pagar rumah.


“Assalamualaikum. Mpok Minah, bukain pintu!” teriak anak-anak.


Daniel turun dari mobil lalu membuka bagasi mobil. Ia menurunkan koper Karima. Karima mengambil koper dari tangan Daniel.


“Masuk dulu Pak Daniel,” kata Karima.


Karima dan Daniel berjalan menuju ke pintu pagar. Mpok Minah sedang membuka gembok pintu pagar. Anak-anak sudah tidak sabaran menunggu Mpok Minah membuka pintu pagar. “Kalian kenapa tidak sabaran?” tanya Karima.


“Abang mau main mobile legends,” kata Hari.


“Lahel mau nonton Tayo,” kata Rachel.


“Gathan mau nonton Adit dan Bang Jarwo,” kata Gathan.


Akhirnya pintu pagar pun terbuka. Anak-anak langsung menerobos masuk ke dalam. Karima menggeleng kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya. Karima dan Daniel masuk ke dalam rumah.


“Mama! Ada mobil papa masuk televisi.” Terdengar suara teriakan Gathan dari dalam rumah.


Cepat-cepat Karima dan Daniel masuk ke dalam rumah. Mereka langsung menuju  ke ruang keluarga dan menonton televisi. Namun, ketika mereka sampai di ruang keluarga berita tentang Yarfin sudah selesai.


“Papa kenapa? Kok mobilnya bisa masuk televisi?” tanya Hari.


Karima tidak menceritakan penyebab meninggalnya Yarfin kepada anak-anak. Ia takut anak-anak  bertambah shock.


“Kata pembawa acara, pelakunya sedang dikejar polisi,” kata Gathan.


Karima duduk di kursi sofa.


“Dengarkan, ya! Ada yang hendak Mama katakan tentang papa,” ujar Karima.


Anak-anak serius mendengarkan perkataan Karima. Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil Karima. Mereka semua menoleh ke arah luar rumah.


“Mobil Mama datang,” kata Hari.


Daniel keluar rumah untuk membukakan pintu pagar. Karima melanjutkan pembicaraannya

__ADS_1


__ADS_2