Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
68. Sekretaris Rasa Istri


__ADS_3

Karima mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa tidur juga. Sudah hampir dua jam ia rebahan tapi matanya belum juga mengantuk. Ia memutuskan untuk menonton televisi. Ketika sedang mencari acara tv tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan masuk. Karima mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Sebuah pesan dari Daniel. Karima membuka pesan tersebut.


Daniel :


[Saya mau berenang. Ibu mau ikut?]


Karima berpikir sejenak. Daripada bosan di dalam kamar lebih baik ke luar menikmati udara di sore hari.


Karima :


[Saya mau ikut.]


Daniel :


[Oke. Sepuluh menit lagi saya jemput.]


Karima cepat-cepat bangun dari tempat tidur. Ia mengganti daster dengan baju santai lalu ia menggunakan kerudung.


Sepuluh menit kemudian terdengar suara pintu diketuk. Karima membuka pintu kamar. Daniel berdiri di depan kamar dengan menggunakan kaos, celana selutut dan sendal. Ia membawa handuk yang disampir di bahunya.


“Ayo kita berenang sekarang,” ujar Daniel.


“Tunggu sebentar, Pak.” Karima masuk ke dalam kamar ia mengambil ponsel dan dompet dan kartu kamar. Lalu ia keluar dari kamar dan menutup pintu.


“Bu Karima tidak berenang?” tanya Daniel melihat Karima tidak membawa handuk hanya membawa dompet dan ponsel.


“Saya tidak bawa baju berenang, Pak. Saya mau duduk sambil menikmati udara sore,” jawab Karima.


“Oh.”


Lalu mereka berjalan menuju ke liff. Daniel menekan tombol liff. Beberapa detik kemudian pintu liff terbuka. Mereka masuk ke dalam liff. Setelah sampai di lantai dasar mereka langsung menuju ke kolam renang. Kolam renang berada di pinggir pantai.


Kolam renang nampak sepi tidak ada yang berenang. Karima mencari tempat duduk yang nyaman dengan view yang bagus. Daniel menyampirkan handuk di kursi sebelah kursi Karima lalu memberikan ponsel dan dompetnya kepada Karima.


“Saya titip ponsel dan dompet,” ujar Daniel.


Karima mengambil ponsel tersebut.


“Pesan saja makanan dan minuman yang Ibu mau,” kata Daniel.


“Baik, Pak,” jawab Karima.


Daniel melakukan pemanasan di pinggir kolam renang lalu ia masuk ke kolam renang. Daniel berenang  dari ujung kolam renang ke ujung kolam renang. Ia berenang dengan lihai.


Karima duduk di kursi santai sambil menikmati udara pantai di sore hari. Matahari di ufuk barat sudah mulai akan tenggelam. Karima menikmati pemandangan yang indah ini.


Karima mengambil ponselnya lalu ia membuka aplikasi noveltoon. Ia membaca novel online yang berjudul Duhai Wanitaku karya Deche. Ia membaca sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Daniel datang lalu mengambil handuk di kursi.


“Sedang lihat apa?” tanya Daniel sambil mengeringkan rambutnya.


Karima menoleh ke Daniel.


“Saya sedang baca novel,” jawab Karima.


“Saya mau pesan minuman,” ujar Daniel.


“Biar saya pesankan, Pak. Bapak mau minum apa?” tanya Karima.


Daniel menyebutkan minuman dan makanan yang ingin ia inginkan. Ia meminta dompetnya kepada Karima lalu memberikan kartu kredit kepada Karima. Setelah itu ia berikan kembali dompetnya kepada Karima.


“Nomor PIN nya xxxxxxx.” Daniel menyebutkan sejumlah angka. Karima menghafalkan nomor tersebut lalu ia berjalan menuju ke café yang berada di hotel itu. Tak lama kemudian Karima kembali ke kolam renang. Ia melihat Daniel sedang berenang. Karima kembali duduk dan melanjutkan membaca novel.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Pelayan itu menaruh minuman dan makanan di atas meja lalu meninggalkan tempat itu. Setelah selesai berenang Daniel menghampiri Karima dan mengambil handuk yang disampirkan di kursi lalu ia mengeringkan rambut dan badannya. Kemudian ia duduk di kursi dan menikmati minuman dan makanannya sambil memandang matahari yang mulai tenggelam.


“Pemandangannya bagus, ya,” kata Karima sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam.


“Di Jakarta langka melihat pemandangan ini harus ke Ancol untuk melihat sunset,” ujar Daniel.


“Di Tangerang Selatan tidak bisa lihat sunset karena tidak ada laut,” kata Karima.


Karima dan Daniel menghabiskan minuman dan makanan mereka.


“Ayo, kita kembali ke kamar.” Daniel menggunakan kaos dan beranjak dari tempat duduk. Karima langsung berdiri. Mereka berjalan kembali ke kamar. Ketika masuk ke dalam hotel para pegawai hotel yang wanita dan tamu hotel yang wanita melirik ke arah Daniel. Tapi Daniel cuek saja, ia menjajari langkahnya dengan Karima.


“Makan malam di kamar saja, ya. Kalau habis berenang saya suka ngantuk. Tagihannya satukan saja dengan tagihan kamar,” ujar Daniel.


“Baik, Pak,” jawab Karima.


Liff berhenti di lantai lima. Mereka keluar dari dalam liff lalu berjalan menuju kamar mereka. Langkah mereka berhenti di depan kamar Karima. Karima memberikan ponsel dan dompet milik Daniel. Lalu ia membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kartu. Daniel menunggu sampai Karima masuk ke dalam kamarnya. Setelah Karima masuk ke dalam kamar barulah Daniel masuk ke dalam kamarnya.


***


Keesokan harinya pagi-pagi sekali mereka udah check out dari hotel karena pesawat mereka berangkat jam delapan pagi. Mereka tidak sempat untuk sarapan pagi.


“Nanti kita sarapan di bandara,” ujar Daniel ketika di dalam mobil.


“Baik, Pak,” jawab Karima.


Jam tujuh kurang lima belas menit mereka sudah sampai di bandara udara internasional Pulau Pinang. Sebelum check in mereka mencari sarapan di bandara. Mereka menyusuri food court bandara Penang sambil mendorong koper mereka.


“Bu Karima mau makan apa?” tanya Daniel.


“Terserah Bapak. Saya ikut saja,” jawab Karima.

__ADS_1


Daniel berhenti di depan outlet yang menjual croissant.


“Kita makan croissant aja. Biar cepat,” ujar Daniel.


Mereka mendekati outlet tersebut.


“Ibu mau croissant isi apa?” tanya Daniel.


“Tuna,” jawab Karima.


Daniel memesan dua tuna croissant sandwich dan dua gelas kopi.


“Ibu cari tempat duduk! Saya yang menunggu pesanan,” ujar Daniel. Karima membawa koper miliknya dan milik Daniel ke tempat duduk. Sedangkan Daniel menunggu pesanan mereka. Tanpa menunggu lama pesanan mereka sudah selesai. Daniel membawa pesanan mereka ke meja yang sudah ditempati Karima. Mereka pun memakan sarapan mereka. Setelah selesai makan mereka langsung masuk ke bandara untuk check in. Pukul delapan lewat lema belas menit pesawat lepas landas meninggalkan bandara Pulau Pinang.


Pukul sepuluh tepat mereka mendarat di bandara Internasional Soekarno Hatta. Mereka dijemput oleh Pak Min supir Daniel. Dari bandara mereka langsung menuju ke rumah Karima untuk mengantar Karima.


Ketika mobil Daniel berhenti di depan rumah Karima, anak-anak Karima sedang bermain di halaman rumah. Mereka menoleh ke mobil Daniel. Karima dan Daniel keluar dari dalam mobil. Anak-anak langsung berteriak, “Mama pulang.” Mereka berlari ke pintu pagar.


“Mpok Minah! Mama pulang.” Hari berteriak memanggil Mpok Minah. Hari membuka pintu pagar lalu ia bersama-sama adiknya keluar rumah dan memeluk Karima.


“Mama, kita belenang sekarang,” kata Rachel sambil menengadah kepalanya ke Karima.


“Jangan sekarang. Mama cape. Minggu depan, ya,” jawab Karima sambil mengusap rambut Rachel.


“Mama. Bawa oleh-oleh, nggak?” tanya Gathan.


“Bawa,” jawab Karima.


“Bilang terima kasih dulu ke Om Daniel! Om Daniel yang membelikan oleh-oleh untuk kalian,” ujar Karima.


Hari dan adik-adiknya langsung menghampiri Daniel yang sedang menaruh koper di teras.


“Terima kasih, Om.” Hari mencium tangan Daniel. Gathan dan Rachel juga mencium tangan Daniel.


Karima menghampiri Daniel.


“Saya langsung pulang, ya. Sampai ketemu besok di kantor,” pamit Daniel.


“Terima kasih, Pak Daniel,” ucap Karima.


“Sama-sama, Bu Karima,” jawab Daniel.


“Anak-anak, Om pulang dulu.” Daniel pamit kepada anak-anak Karima.


“Da dah, Om.” Anak-anak Karima melambaikan tangannya ke Daniel.


“Da dah. Assalamualaikum.” Daniel melambaikan tangan ke anak-anak Karima.

__ADS_1


“Waalaikumsalam,” jawab Karima dan anak-anaknya.


Daniel masuk ke dalam mobil. Mobil pun meluncur meninggalkan rumah Karima.


__ADS_2