Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
79. Menumpang Sholat


__ADS_3

Sesampainya di rumah Karima seperti biasa anak-anak semuanya ketiduran di mobil. Mungkin karena mereka sudah kecapean berenang. Daniel mematikan mesin mobilnya dan menoleh ke belakang.


“Bu, saya boleh numpang sholat?” tanya Daniel.


“Boleh, Pak,” jawab Karima.


Karima membangunkan Hari. Hari langsung bangun. Dengan sempoyongan Hari turun dari mobil. Karima keluar dari mobil sambil menggendong Rachel. Daniel turun dari mobil lalu membuka pintu belakang, ia menggendong Gathan lalu membawanya ke dalam rumah.


Daniel membawa Gathan ke kamarnya. Di dalam kamar Hari sedang tidur-tiduran di atas tempat tidurnya karena masih mengantuk. Daniel menidurkan Gathan di atas tempat tidur. Setelah itu Daniel keluar dari kamar dan bertemu dengan Karima yang baru keluar dari kamar. Karima membawa sajadah.


“Tempat wudhunya dimana?” tanya Daniel.


“Oh, di sini.” Karima membuka pintu yang berada di tengah-tengah antara kamarnya dan kamar anak-anak. Lalu menyalakan lampu dari luar.


“Silahkan, Pak,” kata Karima.


Daniel masuk ke dalam kamar mandi untuk wudhu. Karima menggelarkan sajadah di mushola untuk Daniel sholat. Setelah itu ia menuju ruang makan. Ia menyiapkan piring untuk makan siang.


Beberapa menit kemudian Daniel keluar dari kamar mandi. Ia melihat Karima berada di ruang makan. Ia sedang menyiapkan makanan.


“Bu, sholatnya dimana?” tanya Daniel.


“Oh di sebelah sini, Pak.” Karima berjalan menuju ke ruangan kecil yang ada di dekat ruang tengah. Daniel mengikuti Karima. Ia pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan sholat di sana. Karima kembali ke meja makan menyiapkan makan siang untuk Daniel.


Sepuluh menit kemudian Daniel selesai sholat. Ia menghampiri Karima. Karima sedang menonton televisi dengan suara yang sangat kecil agar tidak terdengar ke mushola. Daniel duduk di sebelah Karima.


Karima menoleh ke arah Daniel.

__ADS_1


“Makan dulu, Pak. Saya sudah siapkan makan siang untuk Bapak,” ujar Karima.


“Bu Karima tahu saja kalau saya sudah lapar lagi,” kata Daniel.


“Ayo, Pak.” Karima beranjak dari tempat duduk lalu menuju ke meja makan. Daniel mengikuti Karima.


“Silakan duduk, Pak,” ujar Karima.


Daniel duduk di kursi makan.


“Bapak mau ambil sendiri nasinya atau mau diambilkan?” tanya Karima.


“Ambil sendiri saja,” jawab Daniel.


Daniel menuangkan nasi ke piring. Lalu mengambil lauk pauk yang tersedia di atas meja. Karima juga ikut makan menemani Daniel. Ketika mereka sedang makan Hari datang dan menghampiri Karima.


“Abang lapar, mau makan,” kata Hari.


Hari pergi dari ruang makan menuju ke kamar mandi untuk wudhu. Karima dan Daniel melanjutkan makan. Daniel menikmati makanannya, rasanya enak.


“Makanannya enak. Siapa yang masak?” tanya Daniel.


“Mpok Minah yang masak. Saya hanya mengungkep ayam dan membuatkan sayur sop,” jawab Karima.


Tak lama kemudian Hari datang. Ia sudah selesai sholat. Hari duduk di sebelah Karima lalu mengambil makan sendiri. Kemudian Ia menyantap makanannya.


“Bang Hari. Mama pintar masak, ya?” tanya Daniel.

__ADS_1


Hari yang sedang makan menoleh ke arah Daniel.


“Iya, Om. Masakan Mama enak. Dulu setiap hari Mama selalu masak. Tapi sekarang kadang-kadang Mama masak, kadang-kadang Mpok Minah yang masak,” jawab Hari.


“Abang mau Mama masak lagi setiap hari?” tanya Daniel.


“Mau, Om. Tapi kan Mama harus kerja,” jawab Hari.


“Om tau caranya,” jawab Daniel.


“Bagaimana caranya, Om?” tanya Hari.


“Rahasia. Nanti juga Abang tau,” jawab Daniel.


Karima tidak mengambil hati perkataan Daniel. Buat Karima itu hanya cara Daniel menghibur hati anak-anak.


Setelah selesai makan Daniel pamit pulang.


“Saya pamit pulang, ya. Terima kasih atas makanannya yang enak,” ucap Daniel.


“Sama-sama, Pak Daniel. Saya berterima kasih karena Bapak sudah mengajak anak-anak berenang,” jawab Karima.


“Abang. Om pulang, ya. Kapan-kapan kita berenang lagi,” ujar Daniel kepada Hari yang sedang menonton televisi.


“Iya, Om,” jawab Hari.


“Assalamualaikum,” ucap Daniel lalu keluar dari rumah Karima.

__ADS_1


“Waalaikumsalam,” jawab Karima dan Hari.


Karima mengantar Daniel sampai ke depan rumah. Daniel masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin  mobilnya. Sebelum jalan ia membuka kaca mobilnya. Ia melambaikan tangan ke Karima lalu mobilpun melaju meninggalkan rumah Karima.


__ADS_2