Pembantu Soleha Bos Berengsek

Pembantu Soleha Bos Berengsek
72. Bertemu Yarfin


__ADS_3

“Papa.”  Rachel memanggil Yarfin ketika melihat papanya datang menghampiri. Rachel mengangkat kedua tangannya tanda ia minta digendong oleh Yarfin. Yarfin langsung menggendong Rachel. Ia mencium pipi Rachel.


Yarfin menoleh ke Karima.


“Itu siapa?” tanya Yarfin menunjuk dengan kepalanya.


“Beliau Pak Daniel bos Karima di kantor,” jawab Karima.


“Pak Daniel, kenalkan ini Bang Yarfin papanya anak-anak,” ujar Karima kepada Daniel.


Daniel dan Yarfin saling bersalaman. Winny kagum melihat wajah Daniel yang ganteng. Pandangan matanya tidak lepas dari Daniel.


“Oh, jadi anda pemilik baru perusahaan itu. Kok mau beli perusahaan seperti itu? Itu kan perusahaan tidak jelas,” tanya Yarfin dengan nada mengejek.


“Bang, Jangan ngomong begitu.! Biar begitu perusahaan itu bisa menggaji Karima sehingga Karima bisa menyekolahkan dan menghidupi anak-anak,” kata Karima.


Yarfin diam tidak melanjutkan perkataannya. Kalau ia lanjutkan bisa kebongkar rahasianya di depan semua orang. Apalagi di depan Daniel, orang yang tidak bisa ia anggap sepele. Kelihatan dari penampilannya Daniel bukan orang kaya biasa.


“Tidak apa-apa, Bu Karima. Lagipula saya tidak membeli perusahaan itu,” ujar Daniel.


“Maksud anda apa? Anda tidak membeli perusahaan itu?” tanya Yarfin penasaran. Mana ada orang yang memberikan perusahaan dengan cuma-cuma kepada kecuali perusahaan yang sudah bangkrut dan banyak hutangnya.

__ADS_1


“Pak Haji Jaelani memberikan perusahaan itu kepada papa saya untuk melunasi hutang Pak Haji Jaelani kepada papa saya,” jawab Daniel.


“Anda lagi berbohong atau apa? Semua orang juga tau kalau Pak Haji Jaelani tuan tanah di sini,” ujar Yarfin dengan mengejek.


“Abang!” seru Karima. Ia merasa tidak enak kepada Daniel karena Yarfin terus saja mengejek Daniel.


“Tidak apa-apa, Bu Karima,” kata Daniel kepada Karima.


“Terserah anda mau percaya atau tidak. Bukan urusan saya, anda percaya atau tidak,” kata Daniel.


Gathan menarik-narik celana Yarfin. “Papa. Gathan lapar,” kata Gathan.


“Eh.” Yarfin kaget mendengar Gathan lapar. Anak itu minta makan kepadanya. Daniel sadar ia kelamaan meladeni omongan Yarfin sehingga lupa tujuan mereka datang ke mall ini.


Daniel beranjak dari tempat duduk.


“Saya beli makanan dulu sama anak-anak. Ibu dan Rachel tunggu di sini!” kata Daniel.


“Iya, Pak,” jawab Karima.


Daniel pun pergi bersama Gathan dan Hari menuju ke outlet ayam krauk. Mata Winny terus mengikuti kemana Daniel pergi.

__ADS_1


“Win.” Yarfin memanggil Winny yang sedang memperhatikan Daniel. Winny menoleh Yarfin.


“Ayo kita cari makan. Katanya kamu lapar,” ujar Yarfin.


“Rachel turun, ya. Papa mau pergi dengan Tante Winny.” Yarfin menurunkan Rachel dari gendongannya.


“Sayang, kita makan di sini saja. Duduk satu meja dengan mereka,” kata Winny dengan manja. Ia ingin lebih dekat dengan Daniel.


“Maaf, Bu Winny. Mejanya penuh tidak cukup untuk Bang Yarfin dan Ibu Winny. Lebih baik Ibu dan Abang mencari meja yang lain!” ujar Karima dengan sopan.


Winny melihat Rachel duduk di sebelah Karima.


“Dia kan masih kecil jadi bisa dipangku sama kamu. Anak-anak kamu yang lain juga masih kecil jadi duduknya bisa di dempet,” kata Winny dengan maksa.


Karima kesal mendengar perkataan Winny kesannya maksa banget untuk duduk di meja mereka.


“Ya sudah kalau Ibu dan Abang mau duduk di sini. Saya yang pergi.” Karima menggendong Rachel lalu pergi dari meja itu. Winny langsung tersenyum melihat Karima pergi.


“Kamu kenapa maksa banget mau duduk di sini?” tanya Yarfin.


“Nggak apa-apa mau duduk di sini aja,” jawab Winny.

__ADS_1


Karima membawa Rachel ke outlet ayam krauk. Ia menghampiri Daniel dan anak-anak.


“Loh. Mama kok ke sini? Nanti mejanya diambil orang lain,” kata Hari. Mendengar Hari menyebut mamanya, Daniel menoleh ke belakang.


__ADS_2