
Tak terasa seminggu telah berlalu. Sudah waktunya pesta ulang tahun Safina. Pesta diadakan sore hari jam setengah lima di rumah Adrian. Jam dua siang Daniel datang menjemput Karima dan anak-anaknya. Jarak dari rumah Karima ke rumah Adrian cukup jauh belum lagi macet di jalan. Daniel mengantisipasi dengan menjemput lebih cepat.
Rachel dan Gathan duduk di ruang tamu sambil menahan kantuk. Mereka sedang menunggu Daniel datang menjemput. Ketika mendengar suara mobil yang sedang di parkir di depan rumah rasa kantuk mereka langsung hilang seketika. Rachel dan Gathan langsung keluar dan melihat siapa yang datang. Begitu melihat Daniel keluar dari mobil Rachel dan Gathan langsung berteriak, “Mama! Om Daniel sudah datang.”
Daniel tersenyum ketika melihat Rachel dan Gathan berdiri menempel pada pintu pagar.
“Assalamualaikum,” ucap Daniel.
“Walaikumsalam,” jawab Gathan dan Rachel.
“Kok, pintunya masih digembok? Bukain dong pintunya!” ujar Daniel.
Rachel lari ke dalam rumah. Tak lama kemudian ia kembali bersama dengan Mpok Minah. Mpok Minah membuka gembok pagar lalu membuka pintu pagar.
“Loh, Bang Hari kemana? Biasanya Bang Hari yang buka gembok pintu,” tanya Daniel Rachel.
“Abang lagi main game. Nggak boleh diganggu,” jawab Rachel.
“Silahkan masuk, Pak,” ucap Mpok Minah.
Daniel masuk ke halaman rumah, Mpok Minah menutup kembali pintu pagar.
Gathan dan Rachel menciunm tangan Daniel.
“Mama kemana?” tanya Daniel kepada Gathan.
__ADS_1
“Mama di kamar lagi dandan,” jawab Gathan.
Mereka masuk ke dalam rumah. Daniel duduk di ruang tamu. Dari ruang tengah terdengar suara Hari yang sedang bermain game. Rachel masuk ke dalam kamar dan menghampiri Karima yang sedang berdandan.
“Mama, Om Daniel cudah datang,” kata Rachel.
“Iya, tunggu sebentar. Mama lagi pake kerudung.” Karima sedang memasang peniti di kerudung.
Rachel keluar dari kamar dan menghampiri Daniel.
“Tunggu cebental. Mama lagi pake keludung,” kata Rachel.
“Iya, Om tunggu,” jawab Daniel.
Tak lama kemudian Karima keluar dari kamar dan menghampiri Daniel.
“Sudah,” jawab Karima.
Daniel memperhatikan penampilan Karima, ia terlihat cantik di mata Daniel. Pakaiannya yang sederhana dan menggunakan make up yang tipis, membuat ibu tiga anak tersebut terlihat cantik.
Karima merasa Daniel memperhatikannya.
“Kenapa, Pak? Ada yang salah dengan pakaian saya?” tanya Karima.
“Nggak ada yang salah. Ibu terlihat cantik sekali,” jawab Daniel.
__ADS_1
Mendengar pujian Daniel membuat Karima menjadi tersipu malu. Karima menuntuk malu.
Tiba-tiba Rachel menarik-narik baju Karima.
“Mama! Ayo kita pelgiii,” kara Rachel.
“Iya, ayo kita pergi.” Daniel menuntun tangan Rachel dan berjalan keluar rumah. Gathan mengikuti mereka dari belakang.
Karima menghampiri Hari yang sedang asyik bermain game.
“Abang. Sudah mainnya! Ayo kita pergi,” ujar Karima. Hari mematikan game lalu beranjak dari tempat duduk. Karima mengambil kado yang di taruh di atas meja. Mereka keluar dari rumah.
Ketika mereka sampai di depan rumah Daniel, Rachel dan Gathan sudah berada di dalam mobil. Daniel menggunakan mobil Mercedez G Class milik papanya. Hari berjalan menuju ke pintu belakang.
“Loh? Abang kok duduk di belakang?” tanya Karima.
“Abang mau duduk di belakang mau sambil main game,” jawab Hari. Hari membuka pintu belakang lalu dengan susah payah ia masuk ke dalam mobil karena mobil Daniel cukup tinggi.
“Biasa naiknya, Bang?” tanya Daniel.
“Bisa, Om,” jawab Hari.
Karima terpaksa duduk di depan di samping Daniel. Melihat Mamanya duduk di depan Rachel minta pindah ke depan.
“Lahel mau duduk sama Mama,” kata Rachel dengan manja.
__ADS_1
Karima menaruh kado di kursi belakang lalu Rachel pindah ke depan. Ia duduk di pangkuan Karima. Setelah semua duduk dengan tenang barulah Daniel menjalankan mobilnya.