PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
KEJUJURAN KAMELIA DAN KEYAKINA FERDYANSYAH


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ferdi mendatangi rumahnya Kamelia.


dengan alasan menjemput Kamelia.


Setelah mereka berangkat Kamelia menghentikan Ferdi di motornya.


" Bang Ferdi ada yang ingin mel bicarakan kepada abang." seru Kamelia saat keduanya sudah berada tepat di tepi sungai.


" Katakan sajalah dek." seru Ferdi dengan yakin.


" Bang sebenarnya Kamelia sudah punya kekasih bang." seru Kamelia hati-hati takutnya membuat Ferdi salah tanggap.


" Abang gak masalah kalau kamu memang sudah punya pacar tapi azinkan abang berjuang mendapatkan hati kamu dek." seru ferdi dengan tegas dan yakin dan di balas senyuman dan anggukan kepala oleh Kamelia.


" Dek terimakasih kamu sudah jujur tentang hal kecil seperti ini. tapi kalau abang boleh tau apakah kamu mau menerima perjodohan kita ini dek." seru Ferdi dan bertanya langsung kepada Kamelia.


" Aku gak tau bang tapi seperti perjanjian kita beberapa hari lalu maka dari itu bersabarlah menantikan waktu yang adek janjikan kepada abang karna itu adek hanya bisa berkata seperti itu supaya tidak terjadi salah paham diantara kita bang maafin adek ya bang." seru Kamelia.


" Iya sudah tidak apa-apa dek." seru Ferdi sambil mengelus pipi kirinya Kamelia lalu naik kemotornya dan mengantarkan Kamelia ke sekolahnya.


Sesampai mereka di sekolah Kamelia.

__ADS_1


Kamelia Turun dari motornya Ferdi dan berdiri di samping nya.


" Bang makasih ya sudah mau ngantarin aku." seru Kamelia seraya tersenyum manis kepada Ferdi.


" Iya dek sama-sama yasudah sana gih kamu masuk belajar yang rajin ya. hmmmm oh ya kamu mau abang jemput jam berapa dek." seru Ferdi seraya bertanya kepada Kamelia.


" Hmmm gak usah deh bang nantik merepotkan abang bolak balik kesini jadi abang kelelahan entar." seru Kamelia.


" Gak apa-apa nantik abang jemput ya." seru Ferdi lalu tersenyum kepada Kamelia.


" Ya sudah aku masuk dulu sampai jumpa." seru Kamelia sambil berjalan meninggalkan Ferdi.


" Iya." seru Ferdi singkat lalu menyalankan motornya dan pergi meninggalkan pekarangan sekolah Kamelia.


" Ya tuhan jantungku seraya mau copot lama-lama dekat dengannya." seru Kamelia sambil merabah jantungnya yang bergetar hebat itu lalu di memejamkan matanya.


Tanpa disadari Kamelia ada sepasang mata yang memperhatikan Kamelia sedari tadi lalu dia pun menemui Kamelia.


" Mel..." sapa orang itu.


" Eh hai jef..." seru Kamelia sedikit kaget saat melihat jefrianto memanggilnya. ada apa." lanjut Kamelia.

__ADS_1


" Tadi yang ngantar kamu siapa.?" tanya jefrianto.


" Emmmmm emnagnya kenapa jef...?" seru Kamelia bertanya balik kepada jefrianto.


" Gua nanya lu malah balik tanya ke gua." seru jefrianto kesel.


" Hmmmm itu tadi hmmmm calon masa depanku jef." seru Kamelia santai membuat jefrianto kaget.


" Haaa...? calon masa depan yang benar saja lu mel." seru jefrianto tak kala percaya.


" Ah sudah lah kalau kamu gak percaya." seru Kamelia sambil berjalan keluar kelas dengan santai meninggalkan jefrianto.


Sesampai di luar kelas Kamelia berjalan sambil memainkan handphonenya tanpa melihat jalannya namun seseorang di dalam kelasnya memperhatikannya dengan tatapan yang Sulit di artikan. Kamelia terus berjalan menuju toilet hingga dia berpapasan dengan Yuni dan Selvi.


" Ngapain kalian di toilet." tanya Kamelia.


" Mau bertelur kak." seru Selvi seraya bercanda.


" Ish...ish....ish... ada-ada saja." seru Kamelia sambil geleng-geleng kepalanya.


Lalu Kamelia melanjutkan jalannya menuju toilet. sesampai toilet dia menyentuh keningnya tak lama dia keluar kelas karna bell sudah berbunyi.

__ADS_1


~~~~~ ° BERSAMBUNG ° ~~~~~


__ADS_2