
Tak lama Keysiana datang dan melihat Nayra yang dia kenal
" Nayra "seru Keysiana kaget
" Kak Key " seru Nayra ikut kaget.
" Kamu kenapa ada di sini dek ? " tanya Keysiana pada Nayra sambil terduduk di samping Nayra yang masih terisak.
" Kak... hiks hiks hiks maafin Nayra kak,,,, karena Nayra meli kecelakaan, karena nolongin Nayra , meli jadi kecelakaan kak maafin meli kak " seru Nayra kepada Keysiana yan sesaat terdiam
" Sudah lah dek ini gak salah kamu " seru Keysiana sambil berdiri lalu berjalan ke arah abangnya.
" Bang Hen gimana sudah ada kabar ? " tanya Keysiana pada Hendra.
" Belum dek " seru Hendra sambil menggelengkan kepalanya.
Keysiana pun terduduk lemes di samping mama Bening
" Tante gak usah nangis tante gak boleh meratapi kesedihan terlalu lama " seru Keysiana
" Meli pasti baik-baik saja " sambung Keysiana pada mama Bening, meskipun hati Keysiana sedang tidak baik-baik saja tapi dia bisa kuat
__ADS_1
" Iya nak " seru mama Bening sambil tersenyum hangat
Keysiana menatap adik iparnya itu.
" Frans kamu yang sabar ya kuatkan hati kamu lebih baik kamu makan gih " seru Keysiana pada Yufrans namun di balas gelengan kepala oleh Yufrans
" Enggak kak aku gak akan makan sebelum meli sadar kak " seru Yufrans
" Tapi dek _ " seru Keysiana terhenti saat melihat dokter keluar
" Dokter bagaimana adik saha dok ? " tanya bang Hendra.
" Dokter lakukan yang terbaik buat istri saya dokter saya mohon jangan biarkan istri saya meninggalkan saya dokter " seru Yufrans kembali terisak.
Semuanya sedih saat mendengar penuturan sang dokter mereka sudah putus asa dengan keadaan yang ada,
Yufrans kembali terisak mendengar penuturan sang dokter, akhirnya dia menerobos masuk kedalam ruang UGD terluhat lah wajah Kamelia yang sudah di perban kepalanya dan juga lengannya serta kaki Kamelia.
" Sayang hiks hiks hiks dek bangun dek hikss hiks hiks hiks hikss bangun jangan tinggalin abang dek hiks hiks tega kamu dek ninggalin abang dek bangun hei bangun " #eru Yufrans sambil mengguncang tubuh Kamelia dengan keras.
" Dek bangun " seru Yufrans sambil menatap wajah Kamelia dengan intesnya.
__ADS_1
Yufrans teringat sehari sebelum Kamelia dan dirinya perang dingin, sifat Kamelia yang bermanja dengannya. Kamelia yang tiba-tiba mencium pipinya dia teringat dan terbayang wajah sang istri saat itu juga membuat hatinya tertusuk
" Yufrans sudah lah iklaskan saja dek " seru Keysiana pada Yufrans saat dia memasuki ruangan sang adik.
" Gak kak Meli pasti cuman tidur saja kan kak dek bangun dek " seru Yufrans
" Sudah lah dek iklaskan saja " seru Keysiana
Hendra cukup terpukul dengan kepergian sang adik.
" Ini gak mungkin adik aku gak mungkin secepat ini dia pergi ninggalin aku sama mereka " seru Hendra belum siap kehingalan sang adik yang begitu dia sayang
Yufrans masih menggenggam tangan sang istri yang dingin itu.
Nayra sangat merasa bersalah dia menangis terseduh-sedu saat mendengar penuturan sang dokter barusan.
" Hiks hiks hiks hiks aku gak siap kehilangan kamu mel hiks hiks hiks maafin aku Meli ini semua salahku Meli ini salah ku hiks hiks " seru Nayra merasa bersalah sambil terisak
" Sudah lah nih juga bukan salah mu nona jangan menyalakan dirimu sendiri " seru Mars yang duduk di samping nya saat itu juga.
...🌼🌼🌼 BERSAMBUNG 🌼🌼🌼...
__ADS_1