
Vanessa yang bingung harus berbuat apa dia hanya terdiam terlebih dahulu...
Hingga akhirnya seseorang datang dan memberikan sebuah saputangan kepada Kamelia.
" Gak usah sedih SEMUA MASALAH YANG KAMU HADAPI ITU PASTI ADA JALAN KELUARNYA" sahut seorang gadis dan duduk di samping Kamelia.
" Kamu gak boleh sedih kamu harus hadapin semua masalah yang ada... aku yakin kamu pasti bisa dan kamu pasti kuat hadapin semuanya...aku percaya itu... sama teman-teman kamu saja kamu bisa kuat masa hadapin masalah saja kamu harus rapuh... kamu harus semangat ya..." sahut gadis itu.
" Aku gak nyangka di balik wajah datarnya kamu di balik sikap cueknya kamu ternyata banyak luka yang kamu alami." sahut gadis itu
Sesaat Kamelia menatap gadis itu.
" Kamu anak psikologi ya..." sahut Kamelia.
" Iya kok tau..." sahut gadis itu.
" Terlihat dari aura kamu." sahut Kamelia datar.
" Hahahaha... kamu benar..." sahut gadis itu.
" Oh ya kita belum kenalan..Aku... Mayang Putri Sakurin biasa di panggil dengan may..." sahut Mayang
" Hmmm aku Kamelia biasa di panggil Mel..." sahut Kamelia.
__ADS_1
" Hmmm Mel... kamu sebenarnya ada masalah apa...?" tanya Mayang
" Hanya masalah keluarga saja kok." sahut Kamelia.
" Hmmm aku paham yaudah kalau kamu gak mau cerita biar aku yang cerita." sahur Mayang.
" Gini ya kamu beruntung punya kelima sahabat yang siap membantu kamu dalam susah maupun senang. mereka siap ada di kala kamu sedang bahagia mereka ada meskipun kamu itu terlihat cuek dan datar ke mereka tapi mereka selalu ada buat kamu percaya deh kamu akan merasakan kebahagian yang abadi jika kamu bisa bersama mereka." seru Mayang.
" Makasih ya udah mau dengerin aku dan nasehatin aku..." seru Kamelia kepada Mayang.
" Iya Mel sama-sama aku senang bisa berteman sama kamu." seru Mayang.
Kamelia memicingkan matanya menatap Mayang.
" Emangnya siapa yang mau berteman dengan kamu..." seru Kamelia dengan muka datarnya.
" Aku enggak mau....-" seru Kamelia terpotong.
" Yaudah lah gak apa-apa kalau kamu gak mau." sahut Mayang pasrah...
" Yeeee aku belum selesai bicara nona..." sahut Kamelia
" Hmmm terus kamu mau bilang apa lagi." sahut Mayang.
__ADS_1
" Aku enggak mau nolak untuk berteman dengan kamu." sahut Kamelia senang.
" Kamu serius mau temanan sama aku " sahut Mayang bahagia dan dianggukan kepala oleh Kamelia.
" Makasih ya..." seru Mayang reflek memeluk Kamelia dari samping dan Kamelia membalas pelukan Mayang dengan bahagia....
Namun tanpa di sadari Vanessa memperhatikan dan mendengar keluhan Kamelia menjadi sedih... sedih karna Kamelia tidak mau berbagi suka duka dengannya sedih melihat Kamelia tersenyum hangat kepada orang lain dan bukan dengan dia itu lah yang di rasakan oleh Vanessa."
" Kecewa aku sangat kecewa..." sahut Vanessa lalu dia kembali ke dalam kelas.
Tak lama Kamelia pun memasuki kelasnya dan tanpa banyak bicara diapun langsung duduk di samping Diva.
" Mel... dari mana...?" tanta Diva pada Kamelia.
" Aku habis dari taman belakang saja... kenapa...?" sahut Kamelia lalu bertanya.
" Akh tidak apa-apa... aku hanya bertanya saja hehhe..." sahut Diva sambil tersenyum lalu dia tertawa.
Tak lama seorang dosen paru baya memasuki kelas dan memulai mata kuliahnya
Di sela-sela dosen menyampaikan materinya sesekali vanessa menatap Kamelia dengan kecewa.
Dia sangat kecewa dengan Kamelia padahal ... dia sangat ingin menjadi pendengar di kala Kamelia sedang dalam sedih ... namun dia merasa tidak berguna bagi Kamelia...
__ADS_1
" Aku kesel... aku kecewa... apa lah artinya sebuah PERSAHABATAN ini jika tidak dianggap ada sih... huuuuufff lelah aku..." gumam Vanessa dalam hatinya
🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸