
Setelah Kamelia meninggalkan tan dan kedua sahabatnya itu, Kamelia pulang dengan berjalan kaki menuju rumah mertuanya, dia gak pedili dengan cuaca yamg sangat panas, dia terus berjalan tanpa menghiraukan godaan dan gombala para siswa di jalanan Kamelia hanya menanggapi dengan tatapan datar nan horor saja , sehingga dia bisa melihat kerumunan yang sedang ramai saat itu, Kamelia yang penasaran langsung menuju ke arah kerumunan tersebut, sesaat dia terpaku saat menatap seorang gadis yang seusia dengannya sedang sedang memegang sebuah tongkat dan di arahkan seiring jalan Kamelia paham saat gadis itu berjalan hanya memegang tongkat dan tangannya seakan merabah diangkat ke atas seperti ingin mencari sesuatu, Kamelia yang berdir tak jauh dari posisinya saat ini memperhatikan gadis itu yang sedang membagikan kotak makanan dengan anak-anak dan didampingin dengan seorang pria uang berpakaian hitam bisa di katakan itu seorang supir dan bisa di pastikan gadis itu adalah seorang anak orang kaya yang terpandang.
" Masih ada yang peduli dengan masyarakat bawah rupanya, alh orang kaya ternyata gak seburuk itu juga, ku kira semua orang kaya itu sombong namun masih ada yang sangat memperhatikan kalangan bawah " gumam Kamelia dalam hati sambil memangku kedua tangannya di dada.
" Luar biasa gadis itu " seru Kamelia sambil tersenyum, Namun saat Kamelia menatap ke arah gadis tiba-tiba saja pandangan gadis itu langsung mengarah kepadanya dan membalas senyuman Kamelia, hingga Kamelia terpaku menatap senyuman yang memiliki lesung pipit di pipi kiri gadis buta itu.
Pandangan keduanya ibarat ada ikatan yang membuat mereka bisa saling pandang namun dengan hati yang berbedah, gadis buta itu memiliki insting yang kuat dan selalu benar.
" Aku merasakan ada yang memperhatikan aku, dan dia pasti seorang gadis yang baik tapi dia siapa kenapa dia tak mendekat ke sini " seru gadis buta itu sambil menoleh ke depan dan tatapannya bertemu dengan Kamelia.
" Kenapa gadia itu melihat ke arah ku akh dia kan buta tapi kenapa dia tersenyum ke arahku akh manis sekali senyumannya " seru Kamelia
__ADS_1
" Astaga Mel akh aku apa-apaan sih " seru Kamelia sambil menggeleng pelan
Sedangkan gadis itu tersenyum menatap ke arah Kamelia saat Kamelia menggeleng pelan.
" Aku memang buta, tapi hati aku tidak buta aku bisa melihat sesuatu yang tulus dan penghianat " gumam gadis buta itu lalu mengalihkan perhatiannya kepada anak-anak.
" Hmmmm aku tak paham dengan hal ini seperti ada ikatan yang terjalin antara aku dan dia tapi apa aku tak ingat dan tak mengenalnya dia siapa " seru Kamelia dalam hatinya
Seperti mangnet dalam diri gadis buta tersebut saat Kamelia berbalik, gadis itu menatap ke arah jalan yang di lalui Kamelia
" Akh aku kenapa merasa kehilangan dia ya dia pergi, kenapa cepat sekali dia pergi " gumam gadis buta itu, Setelah gadis itu membagikan kotak nasi kepada seluruh anak jalanan itu dia pun meminta kepada supirnya untuk pergi dari taman itu.
__ADS_1
" Pak kita pulang ya " seeu gadis buta itu kepada supirnya.
" Baik nona " seru pak supir si gadis buta itu
Setelah masuk kedalam mobil gadis buta itu termenung sesaat ,
" Siapa dia kenapa aku merasa dekat dengan gadis itu , andai aku bisa melihatnya pasti aku tau dia siapa aku sangat dekat dengan nya pasti dia kenal denganku " seru gadis buta itu
Sesaat suasana menjadi hening gadis buta tersebut terdiam hingga dia sampai di dalam rumah milik kedua orang tuanya.
...🌻🌻🌻 BERSAMBUNG 🌻🌻🌻...
__ADS_1