PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
KAMELIA & RIFALDI


__ADS_3

Satu minggu berlalu saat ini Kamelia masih berada di kampung, sedangkan keenam sahabatnya sudah kembali ke kota.


Kamelia memang tak ingin kembali saat ini dia masih sangat sedih terhadap apa yang telah di lakukan oleh Yufrans Dan juga mila kepada nya, di khianati oleh teman Dan juga suaminya.


Pagi sekali, seseorang sudah datang mengganggu Kamelia yang sedang menyiram tanaman,


" Pagi Mel, " sapa orang tersebut.


" Ngapain lo kemari? " tanya Kamelia dengan ketus.


" Ketus amat sih " seru orang tersebut yang tak lain tak bukan ada lah Rindu, anak pak Dirta juga pak Dian.


" Lo sendirian? " seru Rindu


" Menurut lo " seru Kamelia sambil mematikan kran air.


" Lo lagi sendirian, ya udah biarin gue sama Liani yang nemenin elu disini " seru Rindu.


" Gak perluh," seru Kamelia dengan datarnya


" Kenapa sih lo marah-marah gitu " seru Rindu kesel


" Bukan urusan lo, sana pergi " seru Kamelia sambil mengusir Rindu.


" Ye malah ngusir gue lo, ini emak gue nitipin makanan buat lo, dimakan ya " seru Rindu sambil masuk kedala rumah dan meletakan rantang makanan tersebut diatas meja.


" Sampaikan sama buk Dian terimakasih gue ke emak lo " seru Kamelia sambil menarik kursi untuk duduk.


" Oke, lo gak mau ke rumah gue, abang gue dah balik noh, siapa tau dia masih naksir sama elu " seru Rindu sambil menatap ke arah Kamelia.


" Enggak deh ogah gue, " seru Kamelia sambil menatap ke arah Rindu yang menatap dirinya


" Kenapa sih lo selalu nolak keinginan gue " seru Rindu.


" Enggak apa-apa " seru Kamelia.


" Ya udah deh gue balik, nantik gue sama Liani mau nginap disini sama lo " seru Rindu sambil keluar dari rumah Kamelia.


" Gue gak izinin lo kemari " seru Kamelia.


" Gue... gak butuh izin dari lo tau " seru Rindu lalu pergi begitu saja, hal itu membuat Kamelia hanya tersenyum saja melihat teman lamanya itu berubah.


" Rindu,,, Rindu gak pernah berubah ya dia " gumam Kamelia sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dan Kamelia pun akhirnya menikmati makanan buatan buk Dian dengan tenang dan damai


Di Kota.


Seorang pria sedang menyesali perbuatannya begitu pun dengan gadis cantik yang saat ini sedang sangat menyesali perbuatannya kepada sahabat baik nya itu


" Apa yang gue dah lakuin ke Meli cukup mampu buat dia tersiksa, apa pantas aku dimaafkan oleh nya, apa dia sudah tau kenapa dia gak balik sih apa dia marah " gumam Mila pada dirinya sendiri dan sambil merenungi nasibnya


Sedangkan seorang pria sedang menyesali perbuatannya di sebuah kamar miliknya.


" Sayang kenapa handphonenya kamu, gak aktif sih kamu kemana sih kenapa gak pulang " gumam pria yang tak lain adalah Yufrans.


Yufrans dan Mila sudah tak bekerja lagi di rumah sakit, keduanya di keluar kan dari rumah sakit.


Saat ini Yufrans telah menerima makian dari papa nya juga mamanya, kedua orang tersebut di sidang dengan sangat kejam oleh kedua orang tua Yufrans, dengan cacian juga tamparan yang di terima oleh Yufrans saat mengatakan jika Meli belum siap melayani dirinya sebagai seorang suami,


Padahal kedua orang tuanya sudah sangat mengetahui alasan Meli sampai saat ini belum sepenuhnya melayani suami nya tersebut, Namun kenyataan membuat mereka shock dengan kelakuan anak laki-laki mereka.


Saat ini seseorang sedang datang dan masuk ke dalam rumah dengan sangat tergesa-gesa.


" Abaaaaaaaaangggg Fandiiiiiiiii " teriak seorang gadis yang masuk kedalam rumah dengan sangat marah juga api meluap yang terpendam dalam dirinya.


" Felisia " gumam kedua orang tuanya Yufrans bersamaan.


" Abang mana mah, pah apa yang terjadi,,, " seru Felisia kepada kedua orang tuanya tersebut


Felisia menangkap keraguan dalam ucapan sang mama.


" Gak perlu berbohong mah, Felisia dah tau semuanya, ipar Feli mana mah " seru Felisia, belum sempat sang mama menjawab perkataan Felisia tiba-tiba suara Yufrans sudah lebih dulu terdengar.


" Felisia kamu sudah pulang dek " seru Yufrans yang turun dari lantai 2 sambil berbinar, dia mengira sang adik pulang dengan istrinya, Felisia mendekat dan


PLAKK...


Sebuah tamparan mendarat dengan sangat mulus ke pipi kiri Yufrans hingga tangan sang adik tercetak jelas di wajah pria itu,


Semua orang tercengang dengan perbuatan Felisia terhadap abangnya,


" Bagaimana jika Meli yang abang lihat selingkuh dengan pak Yosep, apa abang menerima hal itu " seru Felisia dengan ketus dan datar. hal itu membuat Yufrans mebulatkan matanya tajam menatap sang adik


" Itu gak mungkin dan gak akan terjadi " seru Yufrans dengan nada tingginya.


" Ya pak Yosep gak akan mengganggu Meli, karena Meli gak ada di jakarta lagi, dan itu akan diambil alih oleh orang lain lihat " seru Felisia sambil memperlihatkan handphonenya ke arah wajah Yufrans.

__ADS_1


" Abang bisa lihat hari dan tanggalnya bagaimana kalau Meli membalas abang dengan cara yang sama atau lebih parah lagi dia ... _ " seru Felisia terhenti.


" Stop jangan lanjutkan,, itu tidak akan terjadi aku akan cari Meli sampai ketemu ya " seru Yufrans dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Dia pun bergegas menuju motornya dan mencari keberadaan sang istri.


Sedangkan Kamelia sedang menatap hamparan laut tiba-tiba seseorang datang dan berdiri di samping Kamelia.


" Hai apa kabar? " seru seorang pria tampan.


" Baik " seru Kamelia sambil menatap sesaat kearah Pria tersebut.


" Abang apa kabar? " seru Kamelia dengan pandangan lurus kedepan.


" Abang baik " seru pria tersebut dengan pandangan menatap Kamelia dari sampingnya.


" Abang senang deh bisa ketemu kamu kembali " seru pria tersebut.


" Hmmm udah lama ya hampir 4 setengah tahun kita gak bertemu bang " seru Kamelia sambil memutar tubuhnya ke arah pria tersebut.


" Iya begitu lah, kamu makin cantik aja " seru pria tersebut.


" Bisa aja kamu bang " seru Kamelia sambil tertawa lalu tersenyum.


" Kamu kapan sudah disini? " tanya pria itu


" Sudah seminggu lamanya sih bang , kalau bang Rifaldi sendiri sudah berapa lama di sini? " seru Kamelia bertanya balik.


" Sudah sejak malam kemaren sih di sini tapi baru abang main kesini lihat kamu saat tadi pagi, Rindu bilang kamu masih di sini ya udah deh abang kesini siang ini " seru pria yang di panggil Rifaldi tersebut oleh Kamelia.


" Oh gitu " seru Kamelia pelan dan dianggukan kepala oleh Rifaldi dan tersenyum.


" Kamu udah makan siang belum, kalau belum kita makan siang dulu yuk kita " seru Rifaldi pada Kamelia.


" Hmmm enggak deh bang " seru Kamelia sambil tersenyum.


" Kapan balik ke kota? " tanya Rifaldi yang menatap Kamelia


" Lusa deh " seru Kamelia sambil menatap lurus.


" Oh gitu ya udah pergi makan bakso yuk " ajak Rifaldi kepada Kamelia.


" Boleh yuk lah " seru Kamelia sambil mengikuti Rifaldi yang sudah lebih dulu berjalan

__ADS_1


Keduanya menikmati waktu berdua di sebuah stand makanan dan mereka menikmati bakso berdua hingga menjelang sore barulah keduanya kembali ke rumah dengan hati yang bahagia penuh suka cita bagi Kamelia dan penuh cinta bagi Rifaldi yang menganggap Kamelia masih sendiri, dia berharap bisa menjalin kasih dengan gadis itu tapi siapa yang tau kedepannya


...🌺🌸🌼🌻🥀🌹 BERSAMBUNG 🌷💐🌾🍁🎋🎍...


__ADS_2