PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
AKHIRNYA


__ADS_3

Di rumah sakit C.


Dokter Razdan sedang berdiskusi dengan tuan Orfaldo dan nyonya Olivia, mengenai masalah operasi sang anak sulung, mereka pun menyelesaikan seluruh administrasi dan juga penginapan sang anak,


Sedangkan tuan Fernus, dan kedua anaknya akan ikut melihat jalannya operasi, kedua keluarga itu sudah terlihat akrab sejak mereka berkenalan dengan perantara Kamelia.


" Semoga berhasil operasinya tuan Orfaldo " seru tuan Fernus.


" Terimakasih tuan Fernus " seru tuan Orfaldo tulus.


" Iya tuan saya dan suami serta keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan bapak dan keluarga dengan ketulusan serta keiklasan keluarga mau menolong putri sulung saya " seru nyonya Olivia dengan sngat tulus.


" Sama-sama nyonya itu lah gunanya kita saling tolong menolong sesama, apa lagi Kamelia itu keponakan saya, tentu saya akan menolong dan membantu dia jika meminta tolong dengan saya jadinya almarhumah istri saya berguna jasanya setelah dia pergi " seru tuan Fernus tulus.


" Tuan Fernus benar, " seru tuan Orfaldo.


Tak lam terlihat lampu operasi menyala tanda operasi akan di mulai.


Di kampus.


Sesampainya Kamelia di kampus dia duduk di samping Diva sambil menghela nafas.


" Mel lo pucat banget, sakit ya lo " seru Diva membuat yang lainnya menatap ke arah Kamelia.


" Hmmmm enggak kok " seru Kamelia sambil membuka laptopnya.


" Iya ih lo sakit itu, " seru Selvina.


" Enggak!!! gue enggak sakit kok santai aja " seru Kamelia santai,


Lalu seorang dosen perempuan memasuki kelas mereka dan memulai perkuliahan mereka siang itu.


1 jam berlalu.


" Kantin yuk " ajak Diva pada yang lainnya.


" Yuk " seru yang lainnya sambil merapikan buku mereka.


" Guys gue duluan, " seru Kamelia sambil berdiri dari duduknya.


" Kemana? " tanya Diva


" Kantin, gue ada janji sama seseorang bye duluan ya " seru Kamelia dan berlalu dari kelas.


" Meli janjian sama siapa? " tanya Selvina.


" Mana gue tahu " seru Diva sambil menaikan kedua bahunya.


" Udah kantin yuk nantik juga tau " seru Sekar.


Mereka pun berdiri dari duduk mereka dan keluar kelas menuju kantin.


Di kantin..

__ADS_1


" Haiii sorry ya udah nunggu lama, " seru Kamelia pada Ayu yang sempat mereka janjian..


" Akh biasa aja, lo, oh ya nantik kerumah Kayla yuk, " seru Ayu pada Kamelia.


" Hmmmm boleh deh " seru Kamelia sambil tersenyum ke arah Ayu.


" Eh emangnya dia sudah di rumah " sambung Kamelia.


" Sudah tadi aja kita habis chatingan kok " seru Ayu sambil memperlihatkan chatnya pada Kamelia.


Kamelia pun hanya tersenyum melihatnya sambil menganggukan kepala.


Kamelia mengeluarkan handphonenya yang sejak tadi dia silent, ternyata banyak pesan dari Greysia yang mengatakan operasi sudah berjalan,


" Semoga lancar operasi nya " tulis Kamelia dan langsung mengirim ke WA Greysia.


" Mel pesan apa? " tanya Ayu.


" Lah kamu udah pesan makan dan minum kenapa belum makan " seru Kamelia


" Aku nungguin kamu, " seru Ayu.


" Nasi goreng aja sama teh es gitu " seru Kamelia sambil menatap ke arah penjual nasi goreng


" Buk nasi goreng 2 teh es 2 ya " seru Ayu pada penjual nasi goreng itu


" Siap Neng, " seru ibu penjual nasi goreng di kantin kampus tersebut.


" Lah itu si Meli, sama si Ayu, ngapain dia sama tuh orang, wah gak bisa di biarin ini " seru Div sambil berjalan ke arah tempat Kamelia dan Ayu.


BRAKKKK


Diva menggebrak meja sambil berkacak pinggang,


" Woi ngapain lo sama nih orang Mel, dia ini gak bikin untuk lo berteman, bisa ketularan penyakit malas lo " pekik Diva kepada Kamelia.


Kamelia yang baru selsai makan pun kaget dengan kedatangan Diva dan lainnya


" Haduuuuuu Diva dia nraktir aku hanya karena bantuin dia doang udah deh sekali ini aja gue di traktir dia kenapa sih kek cemburu gitu gue sama dia " seru Kamelia santai.


" Eleh siapa juga cemburu, gue sama dia gak level " seru Diva sambil mengibaskan tangannya ke arah dada


" Oke deh ya udah kalau gitu, gue dah kelar makan, mau balik " seru Kamelia


" Barengan aja " seru Ayu sambil berdiri dn membayarkan tagihan makan mereka berdua.


Lalu pergi meninggalkan kantin,


Diva yang melihat itu merasa jengkel.


" Gue ngerasa ada sesuatu yang di sembunyikan deh sama Meli sama kita " seru Diva sambil menatap kepergian Kamelia dan Ayu.


" Apa gak cukup kita menutupin rahasia kita dari Meli, apa pantas kita mengetahui rahasia yang dia punya " seru Sahara tiba-tiba.

__ADS_1


" Kenapa lo bicara begitu " seru Div menatap Sahara dengan tatapan yang sangat tajam.


" Udah-udah buruan pesen gue laper " seru Safira sambil duduk di meja yang tadi Kamelia tempati..


Di Rumaha Sakit.


Beberapa jam berlalu akhirnya lampu operasi berakhir.


" Akhirnya operasi selesai " seru Nyonya Olivia lega saat melihat lampu operasi padam.


Tak lama dokter Razdan keluar bertepatan datangnya Kamelia dan berdiri di samping nya Greysia yang belum menyadari kedatangan nya.


" Bagaimana dokter " seru tuan Orfaldo penasaran..


" Operasi nya berhasil tuan dan saaat ini putri tuan sedang kami pindahkan ke ruang perawatan agar dia beristirahat sejenak dan kita akan membuka perban di matanya setelah putri tuan sadar " seru dokter Razdan sambil menoleh ke arah tuan Fernus dan juga Kamelia.


" Tuan Fernus saya bangga dengan anda, dan untukmu nak, kamu berguna buat orang lain, jangn pernah katakan kamu tidak berguna " seru dokter Razdan ada tuan Fernus dan beralih menatap Kamelia, Greysia pun baru sadar jika Kamelia sudah berdiri di samping nya begitupun kedua orang tuanya.


" Akh paman terimakasih aku hanya membantu hal kecil saja, gitu " seru Kamelia merendah.


" Tidak apa-apa yang penting kamu berguna oke, baik lah kalau begitu saya permisi dan nantik saya akan kembali memasuki ruangan putri anda tuan " seru dokter Razdan menatap seluruh orang yang berada di depan ruangan operasi tersebut.


" Iya tuan silakan " seru tuan Orfaldo


Setelah berpamitan , Kamelia mendekat ke arah tuan Fernus sn Kenzo


" Paman, ini tadi aku habis dari rumah paman, bawain makanan, buat paman, Kenzo, dan tante juga om, silakan di makan dulu " seru Kamelia pada pamannya dan menatap kedua orang tua Greysia.


" Terimakasih kak, terimakasih Meli " seru ketiga orang dewasa itu dn ketiga teman Kamelia.


" Sama-sama om tante, paman makan gih nih " seru Kamelia sambil membuka kota nasi untuk pamannya " Terimakasih kak " seru paman Fernus sambil membelai keponakan nya tersebut.


" Kapan suamimu pulang " bisik paman Fernus kepadanya...


" Minggu ini dia udah balik paman, aku kangen dia " seru Kamelia sambil menuduk malu.


" Eleh merona lo, kangen ya lo sama doi " ledek Kenzo yang akhirnya sejak tadi terdiam sesaat dia terhibur dengan Kamelia.


" Eh dasar jomblo, iya lah doi balik minggu ini gue kan kangen gak LDR an muluk " seru Kamelia senang.


" Iya deh yang lagi kasmaran gue percaya deh " seru Kenzo sambil menikmati makanan mereka.


Greysia yang memperhatikan Kamelia jadi kaget,


" Sejak kapan Kamelia punya doi, kok dia gak pernah cerita " seru Greysia dalam hatinya.


Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing dan sambil menikmati makanan yang di bawakan oleh Kamelia tersebut tanpa sungkan dan ragu.


...🎍🎋🍁🍄💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...


...»»————> BERSAMBUNG <————««...


...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...

__ADS_1


__ADS_2