
Kamelia dan keenam sahabat nya berjalan menuju rumah kediaman pak Dirta.
" Selamat malam bapak kepala desa, selamat malam Pak Dirta " seru Sekar dan lainnya dengan panggilan yang berbeda kepada pak Dirta.
Tak lama sepasang pasutri yang masih mudah itu, membukakan pintu.
" Wah kalian rupanya, selamat malam kak, apa kabar " seru pak Dirta dan buk Dian bersamaan.
" Sehat buk " seru Kamelia dan keenam nya bersamaan.
" Bapak senang akhirnya gubuk bapak di datangin sama 7 bidadari cantik ini " kelakar pak Dirta dan di sambut tawa renyah oleh ketujuh gadis tersebut.
" Iya dong pak 7 bidadari ini paling the best lah pak " seru Diva.
" Ya udah yuk masuk " ajak pak Dirta kepada Kamelia juga yang lainnya.
Mereka semua pun masuk kedalam rumah dan menatap sekeliling rumah pak Dirta.
" Wah pak Dirta, rumah bapak sudah berubah ya " seru Sekar.
" Iya lo pak makin nyaman aja lihatnya " seru Diva
" Ini jauh lebih bagus pak desainnya " komentar Sekar.
" Kalau yang kemarin-kemarin itu desainnya seperti zaman penjajahan pak " sambung Sekar sambil menatap ke arah dinding rumah pak Dirta.
" Sebenarnya ini rekomendasi dari neng Meli, " seru pak Dirta membuat keenam gadis itu menatap ke arah Kamelia, sedangkan yang di tatap hanya berpura-pura tidak mendengar sambil memainkan handphonenya.
" Ya sudah ayuk masuk ke dalam kita makan dulu " seru pak Dirta, kepada ketujuh gadis itu
Lalu mereka masuk kedalam ruang makan dan duduk tenang di kursi.
Di sebuah kamar Ada 2 gadis sedang tertawa dan bercerita tiba-tiba.
" Rinduuuu, Liani, turun dulu nak kalian makan dulu yuk itu tamu papa udah datang " seru buk Dian.
" Iya mah kita turun " seru gadis cantik berambut panjang itu sambil memasang hijab nya.
" Tamu siapa Rin? " tanya gadis berhijab pasmina
" Gak tau dan gak peduli " seru Rindu, sambil keduanya keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang makan, bersmaan itu seorang pria juga memasuki rumah sambil mengucapkan salam
__ADS_1
" Haiii selamat malam camer " seru pria itu dan hal itu mengundang perhatian keenam gadis yang sedang bercerita.
" Abang kenapa baru datang " seru gadis berhijab pasmina itu
" Hehehehe nyariin ini buat kakak ipar kamu itu " seru Pria tersebut sambil mengangkat belanjaan bawaannya dan menatap Rindu
" Makasih sayang " seru Rindu sambil menerim pemberian pria tersebut.
" Pak Dirta mereka mau drama, kalau gitu Meli mau balik pak " bisik Kamelia pada pak Dirta, pak Dirta pun menatap ketiga orang tersebut.
" Rindu, nak Liani, nak Liando hmmm mari kita makan dulu, duduk di sini " seru pak Dirta kepada ketiga orang tersebut, Rindu juga kedua orang itu belum menyadari jika sepasang mata memandang tajam ke arah mereka.
Namun Kamelia memasang wajah datarnya dengan kacamata miliknya dia bisa tidak di kenali oleh orang di sekitarnya dengan penampilan yang berbedah.
" Sungguh ini sangat menyenangkan " gumam Kamelia dalam hatinya.
" Oh Hai " sapa Rindu pada ketujuh gadis itu
" Hai juga " seru ketujuh gadis itu singkat.
" Ini semua tamu papah juga mama " seru Pak Dirta kepada anaknya itu.
" Hai girls " seru Apriliando.
" Duh ketusnya ketusnya " gerutu Apriliando sambil menggelengkan kepalanya
" Mampus lo " seru Apriliani meledek sang kembaran.
" Sudah-sudah duduk dulu yuk kita makan dulu " seru mama nya Rindu buk Dian.
Mereka pun duduk dan menikmati makan malam bersama.
Setelah makan malam mereka mengbrol ringan sesaat.
" Nak Meli gimana rencana berapa hari disini " seru pak Dirta sambil menatap ke arah Kamelia, hal itu membuat ketiga orang yng sedang memakan cemilan itu langsung menoleh ke arah pandangan pak Dirta.
" Hmmmm mungkin seminggu deh pak saya di sini " seru Kamelia sambil menatap ke arah pak Dirta.
" Baik lah kalau begitu " seru Pak Dirta, sambil menatap Kamelia.
Tak lama kemudian baru lah Rindu dan 2 lainnya kaget dan menyadari kalau Kamelia sudah Ada di depan mereka.
__ADS_1
" Meli " pekik ketiga mereka bersamaan.
" Apaan ? " seru Kamelia ketus.
" Ini beneran lo " seru Rindu, namun di abaikan oleh Kamelia, gadis itu lebih memilih untuk diam
" Oh ya pak, buk maaf ini, udah malam, kami balik dulu, ya pak buk " pamit Kamelia kepada kedua pasutri itu
" Oh ya kalian hati-hati ya di jalan " seru pak Dirta.
" Iya Pak pasti " seru yang lainnya.
" Kami balik dulu Pak buk mari " seru Sekar dan lainnya setelah bersalaman dengan kedua pasutri tersebut.
" Hati-hati semua nya " seru pak Dirta dan buk Dian bersamaan.
Kamelia dan lainnya menuju rumah dinas milik Kamelia, sesampai di rumah mereka tepar diatas ranjang milik Kamelia
" Lelah gue " seru Diva.
" Sama gue juga " seru Selvina.
" Istirahat kalau gitu " seru Kamelia dan berlalu begitu saja.
Kamelia pergi menuju dapur membuat secangkir kopi untuk menenangkan hatinya.
" Ngopi Mel " seru Selvina yang mengagetkan Kamelia.
" Eh Vin belum tidur " seru Kamelia kaget.
" Belum " seru Selvina sambil menatap dalam ke arah Kamelia
" Kamu kenapa? " tanya Selvina yang seharusnya dia paham dengan masalah sahabatnya itu.
" Enggak apa-apa kok " seru Kamelia sambil tersenyum ke arah Selvina.
" Mel, kita sahabat lo, kamu bisa mencurahkan segalah isi hati kamu ke aku atau sama yang lainnya coba cerita Ada apa? " seru Selvina pada Kamelia.
" Aku gak apa-apa " seru Kamelia sambil tersenyum, Selvina pun terdiam dan tak memaksa Kamelia untuk tidak bicara apa pun lagi.
" Kita tidur yuk aku capek banget " seru Kamelia sambil berdiri dari duduk nya dan masuk kedalam kamar.
__ADS_1
" Hmmmm " Selvina menghela nafas dan beranjak dari duduk nya dan menuju kamar.
BERSAMBUNG