
Pagi-pagi sekali Kamelia berangkat ke kampus...
Sesampai di kampus dia berpapasan dengan Vanessa dan Milly namun Kamelia hanya melewati keduamya tanpa menyapa mereka.
Sedangkan kedua temannya itu hanya mengangkat kedua bahu mereka cuek.
Sesampai di kelas Kamelia di sapa oleh Diva dan Sekar.
" Pagi Mel..." sapa kedua sahabat baik nya itu...
Kamelia menatap keduanya dengan tatapan datar... membuat keduanya terdiam namun hanya sebentar karna mereka tercengang saat Kamelia menjawab sapaan mereka dengan tersenyum lebar.
" Pagi juga Diva.... sekar..." sahut Kamelia sambil tersenyum😀 lebar di hadapan kedua sahabatnya itu
" OMG oh my no...." pekik Diva girang
" Wah Mel... lo kesambet apaan sehingga bisa senyum gitu" sahut Sekar membuat Kamelia terdiam sesaat seraya berpikir.
" Aku gak kesambet apa-apa hanya saja kesambet jin astral tadi di jalan " sahut Kamelia ngasal. sehingga Kamelia mendapatkan geplakan dari Sekar Kamelia tidak marah namun hanya terdiam dan tersenyum saja.
Saat ketiga orang itu sedang bersenda gurau Milly dan Vanessa serta Renita masuk kedalam kelas bersamaan.
" Pagi Mel..." sapa Renita dan langsung duduk di samping Kamelia.
" Pagi Ren..." seru Kamelia sambil tersenyum menatapnya.
" Yaampun Mel... kamu mengeluarkan senyuman handalanmu yang sekian lama baru kembali aku melihatnya " sahur Renita sehingga membuat Diva dan Sekar saling pandang.
" Ya elah .... Ren aku tuh dari dulu sering senyum kok kamunya saja yang gak peduli..." sahut Kamelia.
" Ish ish kami ya selalu mengjidar dariku... kek sama siapa saja " sahut Renita.
" Hahahhaa... udah lah..." sahut Kamelia sambil tertawa pelan
" Mel nantik temenin aku ke perpustakaan..." seru Renita...
Saat Kamelia ingin menjawab Sekar langsung menyela pembicaraan keduanya
" Kamelia nantik ikut gue..." seru Sekar sewot.
Kamelia memicingkan matanya kepada Sekar lalu dia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Hm.. baiklah mel." seru Renita.
Tak lama dosen pun masuk dan memulai materi mereka.
Setelah satu setengah jam mata kuliah pertama mereka selesai... mereka langsung berhamburan ke kantin...
" Mel... ikut gue ke taman yuk..." ajak Skar dan di susul oleh Diva..
Sesampai di taman ketiga orang itu saling pandang...
__ADS_1
" Eh iya aku baru sadar loh Selvina kemana...?" tanya Kamelia sambil membuka obrolan
" Oh Selvina lagi sakit gigi... jadi dia sakit kepala juga ya dia gak masuk... kalau dia masuk terus dia bawah motor sempoyongan bisa-bisa hancur ini gedung dia buat." sahut Sekar.
" Oh gitu... lalu ada apa ini kenapa mengajak ku ke taman sini.." sahut Kamelia
" Jadi gini Mel... kapan-kapan kita tuh ngumpul bareng lah Mel... sudah lama kan kita gak quality time " seru Sekar.
" Iya mel....sekali kali lah kita bisa kumpul bareng" sambung Diva...
" Ululululu.... jadi ini mau kalian....hmmmm gimana ya.... hmmm kayaknya aku gak....-" seru Kamelia terpotong.
" Kamu gak bisa ya Mel..." sahut Sekar memotong perkataan Kamelia.
" Hei... kebiasaan deh kalau orang bicara itu jangan di potong-potong atau di sela napa sih... aku belum selesai bicara juga." sahut Kamelia kesel.
" Iya maaf kamu kan selalu begitu ada saja alasannya kalau di ajaknpergi bareng..." seru Sekar
" Hmmm jadi aku tuh gak bisa nolak kalau kalian memintanya namun...." seru Kamelia sengaja mengangtung...
" Namun apa Mel..." seru Diva.
" Namun kalau aku bisa dan di izin keluar sama papa dan kakak aku... aku tuh harus izin ke mereka kalau aku keluar sama kalian." seru Kamelia.
" Oh begitu toh..." sahut keduanya bersamaan...
" Yaudah kan udah jelas... sekarang kita kembali kedalam kelas yuk..." ajak Kamelia lalu ketiganya masuk kedalam kelas.
Seperti biasa Kamelia selalu singgah ke TEB jika sepulang kuliah...
Dia hanya sekedar menenangkan hati sambil melihat air laut yang bergelombang
Sesaat dia melamun di tepi pagar sambil menyentuh penyangga pagar besi itu
Saat dia sedang melamun seseorang dari atau belakangnya mengagetkannya dan berkata.
" Hei nona cantik kamu disini rupanya..." seru seseorang. Kamelia yang sudah sangat Familiar dengan suara yang dari arah belakangnya sekilas menyunggingkan senyumannya.
Lalu seorang pria itu mendekat ke arah Kamelia.
" Hai." sapa pria tampan itu yang tak lain tak bukan adalah YOHANES
" Hmmmm hai..." sahut Kamelia sambil menatap wajah tampan pria itu
" Sendirian saja..." sahut Yohanes.
" Hmmm seperti yang kamu lihat..." sahut Kamelia santai.
" Jadi... beneran kamu sudah menikah apa belum" seru Yohanes bertanya pada Kamelia.
" Hmmmm be...belum sih..." sahut Kamelia gugup.
__ADS_1
" Lalu kemana dirimu menghang setelah aku menyatakan cinta kepadamu..." seru Yohanes sambil menatap Kamelia.
" Aku hanya pergi ke kampung papa ku saja.." seru Kamelia.
" Oh begitu rupanya..." seru Yohanes sambil menatap lurus.
" Aku ingin mengatakan sesuatu mungkin ini yang terakhir kalinya aku mengatakan walaupun aku tau ini bukan saatnya dan ini terlalu cepat...AKU SANGAT MENCINTAI KAMU... BISAKAH KITA MENJADI SEPASANG KEKASIH YANG AKAN MEMBAWA KITA KE JALAN TUHAN BERSAMA" seru Yohanes penuh percaya dan penegasan.
Kamelia yang saat ini bingung dan bimbang dia kaget karna di luar dugaan Yohanes kembali menyatakan perasaannya untuk yang kedua Kalinya.
" Dengan memberanikan dirinya Kamelia pun seraya berbicara kepadanya"
" Yo.... mungkin ini terlalu cepat buat kamu mengungkapkan perasaan mu kepadaku... izinkan juga aku belajar menerima kamu ... walau sejujurnya AKU JUGA MENCINTAI KAMU..." seru Kamelia dengan yakin membuat Yohanes begitu sangat bahagia.
" Terimakasih Kamelia..." seru Yohanes refleks memeluk Kamelia.
Kamelia kaget saat Yohanes memeluk dirinya secara tiba-tiba pasalnya selama dia pacaran dengan Randa dia belum pernah seperti Yohanes...
kaget tentu lah.. ini pertama kalinya dia di peluk hangat oleh seorang pria selain papa nya dan abangnya
" Yo...tolingepas aku sesak..." seru Kamelia lalu Yohanes sadar telah lancang memeluk Kamelia"
" Ops maaf Mel... aku refleks memelukmu karna bahagia.." seru Yohanes merasa bersalah
" Enggak apa-apa" sahut Kamelia santai nya
Setelah pelukan keduanya terlepas Yohanes menatap Kamelia.
" Mel terimakasih ya ..." sahut Yohanes bahagia.
" Untuk..." sahut Kamelia
" Untuk segalahnya.." sahut Yohanes
" Iya Yo sama-sama..." sahut Kamelia
" Makasih juga kamu sudah mau SETIA menungguku..." seru Kamelia bahagia.
" Iya aku menunggu kamu selama setahun yang hilang tanpa kabar berita..." sahut Yohanes
" Hahahha maafkan aku ya.." seru Kamelia yang refleks mengusap pipi kirinya Yohanes
" Kamelia tersadar lalu dia menjauhkan tangannya ... namun di tahan oleh Yohanes" Yohanes pun menggenggam tangan kanan Kamelia...
" Kamu boleh loh kok menyentuh pipiku ini... hanha kamu saja yang bisa melakukan itu." gombal Yohanes.
" Dasar tukang gombal kamu..." seru Kamelia sambil melepas tangannya yang di gemgam oleh Yohanes
" Udah ah ayuk aku antar kamu pulang... kita beriringan saja ." seru Yohanes sambil mengandeng tangan kanan Kamelia."
Lalu Yohanes membawah Kamelia pergi.
__ADS_1
💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐