PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
KAGET DAN KEBAHAGIAAN GRACE


__ADS_3

Kamelia menoleh ke arah Greysia yang sedang menatapnyajuga,


" Oh ya paman, Aku ke toilet bentar " seru Kamelia sambil berdiri.


" Mel aku ikut " seru Greysia sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti kamelia.


" Mel tunggu " seru Greysia sambil memegang lengan Kamelia.


" Ada apa? " tanya kamelia


" Kamu mau kan nemenin aku sampai perban di mata kakak aku di lepas " seru Greysia menatap Kamelia.


" Hmmmm aku gak bisa aku harus pulang " seru Kamelia.


" Kenapa Mel! kamu berubah selalu saja sibuk terus " seru Greysia sambil berlalu begitu saja.


Kamelia menatap ke arah punggung Greysia yang mulai menjauh.


Kamelia masuk ke dalam toilet dan membasuh wajahnya.


Setelah itu dia kembali, dan melihat dokter Razdan sedang berbicara dengan keluarga Greysia


" Selamat malam dokter Razdan " sapa Kamelia setelah melihat dokter itu selesai bicara.


" Eh selamat malam kak, kamu kapan datangnya " seru dokter Razdan bertanya pada Kamelia.


" 30 menit yang lalu dokter, oh ya Fadilah apa kabar dokter 👨‍⚕" seru Kamelia bertanya pada papa dari sahabat dekatnya itu.


" Dia baik, di juga sedang sibuk mengurus skripsi nya " seru dokter Razdan


" Wah sama denganku, hahahahah semoga dia bisa semangat dokter " seru Kamelia sambil tersenyum.


" Dia tidak akan semangat nak, karena dia kehilangn penyemangat nya saat ini, dia murung setelah kehilangan penyemangat nya " seru dokter Razdan menatap dalam mata Kamelia.


Seketika Kamelia terdiam, dia ingat 6 bulan lalu dia memutuskan menjauh dari sahabatnya itu.


" Kalau kamu ada waktu datanglah kerumah temui dia " seru dokter Razdan tersenyum.


" Terimakasih dokter nantik kalau ada waktu saya akan main ke rumah dokter " seru Kamelia sambil tersenyum.


' Ya sudah kamu ikut ke dalam yuk sama paman kamu Fernus.


Keduanya masuk ke dalam ruangan dan melihat seorang gadis yang terduduk dengan mata yang masih di lilit kain perban.


" Sudah siap ya kita lepas kain perban nya. " seru dokter Razdan.


Setelah itu dokter Razdan melepaskan perlahan kain perban tersebut.


Setelah kain perban di lepas perlahan terlihat wajah Grace, seketika Kamelia kaget.


" Dia kan gadis yang waktu itu di taman " seru Kamelia dalam hatinya.,


Greysia yang berdiri di samping Kamelia saat menangkap keterkejutan dari sahabatnya itu.


" Kaget ya, kakak aku cantik kan " bisiknya

__ADS_1


Kamelia menoleh ke arah Greysia, timbul rasa jahil Kamelia tiba-tiba


" Iya kakak kamu jauh lebih cantik dari pada kamu, mendingan aku berteman dengannya saja " seru Kamelia pelan tanpa melihat ke arah Greysia yang menatapnya dengan cemberut dan kesel.


Kamelia pun merasa bodoh amat setelah mengatakan itu.


Greysia hanya cemberut dan kesel dengan perkataan Kamelia.


Tak lama dokter mengatakan jika Grace sudah bisa melihat dengan sangat baik, perhatian semua orang pun beralih ke arah gadis itu


" Nak buka perlahan matanya kamu " instruksi dari dokter Razdan


Grace pun mulai membuka matanya dan melihat sekeliling nya.


Gadis itu bisa melihat sekitarnya.


" Kamu bisa lihat saya, ini berapa? " seru dokter sambil menaikan kelima jarinya 🖖 ke arah Grace.


" Lima dokter, " seru Grace.


" Coba lihat gadis itu warna bajunya apa? " seru dokter Razdan sambil menunjuk ke arah Kamelia.


Spontan Kamelia gugup, dan Grace mengikuti arah yang di tunjuk dokter tersebut.


Kamelia melemparkan sebuah senyuman ke arah nya, dan dibalas senyuman juga oleh Grace.


" Warna merah maroon dokter " seru Grace sambil terus menatap Kamelia.


" Syukur lah kamu sudah bisa melihat " seru dokter Razdan tersenyum.


" Pah anak kita sudah bisa melihat lagi " seru nyonya Olivia sambil berjalan ke arah Grace.


" Papa sama senang nak akhirnya kamu bisa melihat kembali " seru tuan Orfaldo dalam pelukannya.


" Iya pah mah Grace sudah bisa melihat kembali " seru Grace bahagia.


" Berterimakasihlah nak kepada keluarga tuan Fernus juga adik kamu serta sahabatnya ith " seru tuan Orfaldo sambil menatap paman Fernus Greysia dan Kamelia.


Grace menatap paman Fernus lalu beralih menatap papanya.


" Karena keluarga beliau lah yang mendonorkan matanya buat kamu, lebih tepatnya mendiang istrinya tuan Fernus nak " seru tuan Orfaldo menatap intens ke arah Grace


Grace menatap paman Fernus lalu beralih menatap pemuda tampan yng juga menatapnya


" Terimakasih paman dan juga mas nya sudah sudi membantu saya semoga mendiang istrinya paman bisa bahagia di sana " seru Grace tulus.


" Iya nak tidak masalah mendiang istri saya sudah sangat bahagia setelah melihat kamu bisa menatap langit lagi nak saya bersyukur kamu bisa menjaga mata itu dengan baik, ya " seru tuan Fernus sambil terus menatap ke arah Grace.


" Aku pasti akan usahakan paman, terimakasih banyak paman " seru Grace.


" Ya nak, baik lah kalau begitu paman dan anak paman permisi dulu beristirahat lah nak, " seru tuan Fernus lalu berpamitan untuk pulang.


" Baik lah beristirahat lah lebih dulu kira-kira 2 jam nantik malam sudah bisa pulang " seru dokter Razdan lalu berpamitan.


Kamelia menoleh ke arah kedua orang tua Greysia.

__ADS_1


" Om tante saya mau bicara sebenatar sama dokter Razdan, dulu ya tan mari, Greysia kalau ada perlu sama aku hubungin aja ya " seru Kamelia pada kedua orang tuanya Greysia lalu berbisik pada Greysia.


" iya nk nantik kemari lagi kan " seru nyonya Olivia.


" Hmmmm iya tante saya permisi dulu mari semuanya " seru Kamelia dan berlalu dari ruangan Grace.


Setelah kepergian Kamelia.


Greysia memeluk sang kakak dengan sangat bahagia.


" Aku senang kakak bisa melihat kembali " seru Greysia bahagia.


" Terimakasih ya Greysia kamu sudah banyak bantuin aku " seru Grace pada sang adik.


" Enggak kak, ini semua juga campur tangan dari sahabat ku tadi, walaupun kadang dia nyebelindia sangat baik kak, kakak tau dia itu cerewet sekali " seru Greysia bercerita


" Dia siapa? " tanya Grace bingung


" Iya Kamelia tadi, kak " seru Greysia.


" Kamelia... " gumam Grace pelan, namun masih dapat di dengar oleh Greysia.


" Kakak kenal sama Kamelia. " seru Greysia bingung


" Kayak pernah dengar sih namanya, tapi mungkin hanya sama saja " seru Grace.


" Terus lanjutkan ceritanya kakak pengen denger " seri Grace yang tertarik dengan cerita adiknya itu.


" Lah terus ya kak dia itu bikin kepala pusing kalau doa ngomong. tapi dia bijak kalau udah serius sama dia, " seru Greysia bercerita


" Kalau mama perhatikan dia anaknya baik gak kayak teman kamu yang dulu itu " seru nyonya Olivia ikut menimpali pembicaraan kedua saudari itu.


" Papa juga lihat dia orangnya ceria juga menarik, daya tariknya lebih terlihat daripada teman kamu itu yang katanya bestie the best gitu lo " seru tuan Orfaldo seraya meledek anaknya itu.


" Ish mama papa gak usah ingetin aku soal wanita gila itu, " seru Greysia cemberut.


" Emang benar pah Meli itu jauh lebih baik daripada Lilis pah aku nyesal kenal sama dia " seru Greysia sambil menundukkan kepalanya.


" Sudah lah dek itu sebagai pelajaran buat kamu, " seru Grace kepada adiknya.


" Semoga Kamelia teman mu itu betah sama kemanjaan kamu " seru Grace


Tak lama terlihat seorang pemuda memasuki ruangan Grace.


" Hallo semuanya, Hai kak Grace " sapa pemuda itu.


" Ini guntur kak pacar aku " seru Greysia sambil merangkuk lengan Guntur.


Mereka pun berkekalan


" Ya udah Grace kamu istirahat lah nak " seru tuan Orfaldo pada putrinya.


Grace pun menurut dan tertidur.


...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...

__ADS_1


...»»————> BERSAMBUNG <————««...


...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...


__ADS_2