PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
DINAR PUTRI MAHENDRA 2


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dinda sudah berada di bandara karna pagi sekali sang papa sudah menghubunginya untuk menjemput sang adiknya yaitu Dinar yang katanya sudah melakukan perjalanan menuju kota P.


Tak lama seorang gadis cantik sedang berjalan ke arah Dinda yang sedang mondari mandir cantik sejak tadi , dia gelisah memikirkan keadaann kamelia yang saat itu dia sendiri melihat dengan mata kepalanya kejadian yang menimpah Kamelia sahabatnya itu,


Dari jauh Dinar yang melihat sang kakak seperti orang gelisah dengan cepat dia mendekat ke atah Dinda.


" Kak Dinda " teriak Dinar dan Dinda pun menatap ke arah Dinar yang mendekat ke arahnya.


" Tumben lo manggil gue kakak , kesambet apaan lo " ledek Dinda.


" Gak ada iseng aja, aku perhatiin kembaranku ini sedang gelisah ada apa sih din ? " seru Dinar sambil keduanya berjalan menuju parkiran.


" Udah ah aku anterin kerumah aku mau kerumah sakit jengukin teman aku " seru Dinda menaiki taksi yang dia pesan.


" Emang teman kamu sakit apa ? " seru Dinar.


" Dia kecelakaan kemaren " seru Dinda


" Astaga kasihan sekali, hmmm aku boleh ikut gak sekalian aja gitu kita kesana, hmm kita bawa apa gitu " seru Dinar pada Dinda.


" Aku dah beli martabak pisang kesukaannya kok " seru Dinda membuat Dinar menoleh ke arahnya


" Wah selerahnya sama dengan ku hahaha " seru Dinar sambil tertawa.

__ADS_1


" Hmmmm yaudah aku juga mau beli apa kek gitu yang penting dia mau , pak nantik berhenti di depan ya " seru Dina pada sekar lalu kepada sopir taksi


" Baik neng ! " seru sopir taksi.


Lalu Dinar pun berhenti di tokoh buah dan membeli buah-buahan untuk teman Dinar yang tak lain kamelia.


Setelah itu dia kembali kedalam mobil.


" Udah beli buahnya ? " tanya Dinda.


" Udah ini " seru Dinar girang sambil memperlihatkan parsel ke hadapan Dinda.


Setelah itu taksi jalan menuju rumah sakit SP


Sepanjang jalan menuju rumah sakit Dinda bertanya kepada Dinar.


" Yess sangat yakin !!! " seru Dinar bahagia.


" Hhmmm lo gak lelah habis sampai sini harus ikut gue ke rumay sakit gitu " seru Dinda.


" Enggak,,, Tapi aku ngerasa senang gitu juga deg deg an ya kan kamu yang mau ketemu sama teman kamu itu eh kok malah aku yang jadi deg deg an begini sih akh ribet " seru Dinar.


" Kek mau ketemu pacar saja kamu " seru Dinda meledek.

__ADS_1


" Eh teman kamu itu cewek apa cowok sih sampai kamu se khawatir itu ? " tanya Dinda.


" Dia sahabat terbaik juga teman adu bacot kalau di rumah, di cewek kok " seru Dinda.


" Wah jadi dia tetanggaan sama oma " seru Dinar.


" Hmmmm" dehem Dinar.


" Aku jadi penasaran sama teman kamu itu kek nya bisa tuh jadi teman aku hahahahha " seru Dinar lalu dia tertawa. Dinda yang mendengar penuturan Dinar langsung menoleh dan menatap kembarannya dengan tatapan tajam


" Enggak!!! Enggak ada dia hanya teman aku titik . gak pakai koma, " seru Dinda tegas.


" Ish kok kamu posesif gitu sih, teman kamu kan juga teman aku kok " seru Dinar santai.


" Siapa bilang begitu ! " seru Dinda


" Aku barusan " seru Dinar.


" Oh " Dinda ber oh ria saja


Tak lama taksi yang membawa mereka sampai di rumah sakit SP


" Terimakasih pak " seru Dinar dan Dinda sambil meneyrahkan beberapa lembar uang 100 ribuan dan 50 ribuan

__ADS_1


Lalu keduanya berjalan memasuki rumah sakit


...💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐...


__ADS_2