
3 minggu berlalu Kamelia sudah bisa mengikhlaskan kepergian mendiang papa nya
Saat ini Kamelia sedang bersama keluarganya juga suami nya.
" Dek kamu gak ke kampus hari ini? " tanya Keysiana membuat Kamelia hendak tertawa
" Tanggal merah kak " seru Kamelia saat mereka sedang duduk bersama keluarga nya.
" Astaga maaf maaf " seru Keysiana membuat Kamelia tertawa.
" Apa sih kak yang dipikirkan sampai hari besok aja kakak lupa? " seru Kamelia sambil memutar tubuhnya ke arah sang kakak
" Enggak ada sih " seru Keysiana sambil tersenyum.
" Kenapa ya kak perasaan aku gak tenang gini " seru Kamelia pada sang kakak.
" Udah lah dek ini tuh hanya ikatan batin kamu saja sama mendiang " seru Keysiana
" Mungkin ya kak " seru Kamelia dengan sendu.
Setelah itu Kamelia dan sang kakak saling diam, hingga tiba-tiba Kamelia bersuara.
__ADS_1
" Kak bagaimana kalau kita bikin kue aja kak " seru Kamelia pada sang kakak.
" Hmmmm ide betul itu oke deh " seru Keysiana pada sang adik
" Ayok lah " seru Keysiana pada sang adik.
Keduanya pun pergi menuju dapur dan memulai membuat kue.
2 jama berlalu
Setelah menyelesaikan pembuatan kuenya dan saatnya mereka menikmati kue buatan mereka tersebut.
" Wah enak kak " seru Kamelia saat mencobai kue buatan kakak nya tersebut.
" Hehehehehehe gak apa-apa yang penting udah jadi dan gak gosong " seru Kamelia membuat keduanya langsung tertawa.
" Iya yah waktu itu kan gosong kue buatan kamu kok bisa " seru Keysiana heran.
" Ya gimana gak gosong aku kebesaran banget nyalahin api kompornya " seru Kamelia sambil meneguk segelas teh 🍵
" Kasihan banget adek kakak " seru Keysiana seraya tersenyum.
__ADS_1
" Terus gimana nasib kuenya kamu buang " seru Keysiana bertanya.
" Ye malah nanyain nasib kue, tanyain kek nasib aku kek mana? " seru Kamelia kesel, paslnya sang kakak bertanya nasib kue bukan nasib sang adik sendiri.
" Emang kamu kenapa? " tanya Keysiana
" Ya di omelin lah sama komandan " seru Kamelia menyebut mendiang ayahnya sebagai komandan.
" Di omelin bagaimana dek? " tanya sang kakak merasa lucu, pasalnya selama mendiang sang papa masih hidup dia gak pernah mendengar papa nya ngomelin Kamelia , karena Kamelia selain keras kepala dia juga penurut sama orang tua
" Di omelin kek gini, kamu itu kalau bikin kue di jaga kalau perlu kamu tidur aja sekalian di dapur ini, ya udh biar say makan saja dari pada kamu buang " seru Kamelia mengikuti gaya bicara papanya sambil bertagak pinggang.
" Astaga gue kakak gak nyangka loh papa bisa kek begitu sama kamu nyuruh kamu tidur di dapur omg " seru Keysiana tertawa.
" Ya gitu lah kak, tapi satu penyesalan dalam hidup aku kak, aku gak pernah ngajakin dia berfoto atau jalan-jalan, kakak tau lah papa kita itu anti mainstream, papa tuh lebih banyak di kebun daripada di rumah, y gitu lah nasibnya aku. " seru Kamelia dengan nada sendu di akhir kalimatnya.
" Kakak juga merasa begitu dek " seru Keysiana
" Ya sudah lah kak kita ikhlasin aja " seru Kamelia smbil tersenyum menatap sang kakak nya.
...🌺🌸🌼🌻🥀🌹🌷💐🌾🍁🎋🎍...
__ADS_1
.... ༶•┈┈⛧┈♛ BERSAMBUNG ♛┈⛧┈┈•༶...
...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...