
" Mel, aku gak tau kalau kamu benci atau marah sama aku tanpa alasan, aku gak tau, tapu aku sarankan jangan terlalu dekat kembali sama Sandra mel dia itu licik mel " seru Renita.
" Kamu gak usah berteman sama dia " seru Renita kembali, namun Kamelia tak mendengarkan penjelasan dari Renita, Kamelia justru sibuk dengan catatannya dia tak peduli dengan penjelasan Renita.
Seakan dia tuli untuk hal itu, namun Kamelia terselamatkan dari perkataan perkataan Renita barusan , karna Diva cs datang tepat waktu, Diva yang melihat Renita duduk di kursinya dengan cepat berjalan dan
" BRAKKKKK " Diva menggeprak meja.
" Siapa yang nyruh elu duduk di kursi gue ha!!!" hardik Diva dengan nada tingginya.
" Maaf " seru Renita lalu berdiri dan kembali ke kursinya
" Mel kamu ko diam saja " seru Sekar.
" Hmmmm " dehem kamelia,
" Jangan melamun jika ada masalah sebaiknya cerita sama kita siapa tau kita bisa cari solusi, maaf ya bukannya aku ikut campur sama urusan kamu, ya meskipun kita baru ketemu juga baru kenal, tapi aku percaya kamu orang baik, saran aku, kamu kalau ada masalah cobalah berbagi ke kita siapa tau kita bisa bantu ya gak " seru Sahara kelada Kamelia dan pada yang lainnya.
" Benar Kamelia apa ya.g di katakan kakak aku itu, meskipun kita baru kenal, tapi setidaknya kita slaing terbuka sesama teman " seru Safitri.
__ADS_1
" Terimakasih Fitri ara, saran kalian memang baik, tapi ada hal yang tidak dapat aku jelaskan saat ini kepada kalian dan itu hanya aku dan orang yang bersangkutan yang bisa selesaikan masalah ini, " seru Kamelia.
" Nah itu pemikiran yang sangat dewasa, kalau gini kan enak dengarnya mel aku jadi mengidolakan kamu jadinya " seru Sahara
" Hmm bisa aja kamu yaudah sana kalian duduk yang tenang " seru Kamelia dan mereka pun duduk di tempat mereka masing-masing.
Sedangkan Renita yang mendengar penuturan Sahara barusan seakan tercabik- cabik hatinya,
" Mel ?" panggil Milly
" Iya Milly ada apa ?" seru Kamelia
" Ada di loker, " seru Kamelia
" Kunci mana " seru Milly sambik menujjlurkan tangannya ke depan Kamelia
" Loker gak aku kunci " seru Kamelia.
" Oke " seru Milly lalu berjalan ke arah loker milik Kamelia
__ADS_1
" Kamelia ?? " panggil Safitri
" Iya fitri ada apa ? " tanya Kamelia saat menoleh kebelakang.
" Kamu seharusnya kunci loker kamu, karna hati manusia gak ada yang tau, aku bukannya suuzon sama teman-teman, tapi aku pengalaman, teman aku ngeletakan barangnya di loker teman aku yang selalu di bully do sekokah hingga pada akhirnya dia di keluarkan dari sekolah karna di tuduh mencuri,padahal aslinya bukan dia lo yang nyuri " seru Safitri.
Perkataan Safitri barusan seerti dejavu bagi Kamelia, dan Renita serta Sekar mendengar hal itu,
" Terus teman kamu yang di bully itu pasti di jauhin sama teman-teman nya kan " seru Kamelia
" Tapi aku sama ara gak kok kita justru percaya sama dia " seru Safitri
" itu yang perluh di pertahankan, jika saja KEPERCAYAAN yang mereka miliki untuk sahabat mereka, pastinya mereka akan memberi dukungan bukan cacian justru itu yang aku suka, saling percaya dan saling terbuka ya walaupun gak semua masalah " seru Kamelia, dan jawaban kamelia justru membuat dua orang yang mendengarnya jadi merasa bersalah dimasa lalu.
" Setuju aku sama kamu Kamelia " seri Sahara.
" Hmmm " dehem Kamelia sambil tersenyum.
Lalu Kamelia kembali menoleh ke depan rak lama seorang dosen setengah baya itu masuk dan memulai mata kuliahnya dengan santai.
__ADS_1
...🌷🌷🌷 BERSAMBUNG 🌷🌷🌷...