
Kamelia memasuki kamar nya sekilas... dia mengingat betapa bahagianya Miranda saat menceritakan jika dia sangat bahagia bertunangan dengan Ferdi.
Lalu Kamelia menatap langit-langit kamarnya.
" Huuiuuuuuuffff" Kamelia menghela nafas nya kasar.
" Lelah sih dengan keadaan begini..." seru Kamelia pelan.
* Keesokan harinya *
" Kak... key... audy tante Miska aku berangkat kerja ya..." seru Kamelia sambil mencium punggung tangan kakaknya tante Miska..
" Kak...papa sama paman mana...?" tanya Kamelia sambil mencari keberadaan sang papa dan pamannya.
" Paman darma sama papa sedang keluar dek.." seru Keysiana.
" Oh gitu yaudah kak aku berangkat ya... jangan kangen...hahahaha..." seru Kamelia dan berlalu.
" Tante aku pergi ya... bye tan...😘" seru Kamelia sambil mencium pipi tantenya.
" Hati-hati nak... dek..." sahut tante Miska dan Keysiana bersamaan..
" Iya kak..." seru Kamelia
Sepanjang jalan Kamelia memikirkan bagaimana jika dia bertemu dengan Miranda.
" Huuuf aku belum siap ketemu dia..." seru Kamelia
Sesampai di toko abangnya Kamelia melihat Miranda.
" Kan .... dia datang... akh aku abaikan saja..." seru Kamelia berjalan dan melewati Miranda begitu saja..
__ADS_1
Miranda yang melihat Kamelia dia merasa bersalah ....
" Kamelia... dia kenapa.... apa dia membenciku..." gumam Miranda sambil menatap punggung Kamelia yang sudah menghilang di balik pintu.
Kamelia pun pergi ke loker dan berganti pakaian nya.
Setelah itu Kamelia berjalan keluar dari loker.. namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh Miranda.
" Kamelia tunggu...." seru Miranda sambil melepas tangan Kamelia.
" Ada apa... ini sudah mulai jam kerja sebaiknya kamu berganti pakaian... jika kamu bicara nantik saja..." seru Kamelia dan berlalu begitu saja memulai pekerjaannya....
Saat jam istirahat Kamelia benar-benar menghindari Miranda.
Dan saat Miranda melihat Kamelia sendirian dia pun mendekati Kamelia namun langkahnya terhenti karna seseorang sudah lebih dulu mendekati Kamelia.
" Hai... melamun saja..." seru seorang pria.
" Ya kamu lah ... ngapain melamun...?" tanya Yohanes.
" Gak ada apa apa..." seru Kamelia.
" Wah kamu udah makan belum...?" seru Yohanes seraya bertanya.
" Belum..." seru Kamelia sambilmenggelengkan pelan kepalanya.
" Yaudah makan duku gih nantik kamu sakit..." seru Yohanes.
" Aku juga udah sakit kok..." seru Kamelia
" Haaa... sakit...? sakit apa...? dimana...?" seru Yohanes bertanya khawatir.
__ADS_1
" Gak usah khawatir... sakitkun cuman disini saja..." seru Kamelia sambil menyentuh dadanya membuat Yohanes tertawa.
" Hahahahaha... maksud kamu .... kamu sedang sakit hati..." seru Yohanes.
" Hmmmm.." dehem Kamelia.
" Kamu kayaknya sedang ada masalah..." tebak Yohanes.
" Hmmm sedikit..." seru Kamelia santai.
" Hmmm kalau bole tempe...apa masalahnya..." seru Yohanes dengan mengatakan tempe membuat Kamelia menatapnya.
" Tahu kali Yo... bukan tempe..." ralat Kamelia.
" Hahahaha iya itu lah maksudku tahu... tempe di goreng jadi sambal enaknya mantap..." seru Yohanes.
" Ish malah ngomongin makanan bikin aku jadi lapar... yauda kamu harus tanggung jawab..." seru Kamelia tanpa sada menggandeng tangan Yohanes.
" Iya aku akan tanggung jawab sekarang juga ayo kita ke gereja..." seru Yohanes
Sesaat Kamelia langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Yohanes dan melepaskan gandengannya.
" Ngapain ke gereja...?" seru Kamelia
" Iya kan tadi kamu bilang ke aku harus tanggung jawab... ya aku siap lah..." seru Yohanes santai.
" Ish bukan itu maksud aku Yohanes.. temenin aku makan siang aku traktir kamu deh..." seru Kamelia
" Kamu serius nraktir aku ..." seru Yohanes tak yakin.
" Iya bawel ish .." seru Kamelia singkat lalu berjalan menuju warung soto.
__ADS_1
🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵