
Kamelia berdiri tegak di depan sebuh rumah yang megah, saat ini dia sudah memutuskan untuk menemui teman lamanya itu.
Di sampingnya sudah berdiri seseorang yang tak lain tak bukan saudari dari temannya itu.
" Mel lo yakin mau ketemu adik gue yang manja itu " seru gadis yng berdiri di samping Kamelia.
" Iya Farah gue rasa ini sudah waktunya gue ketemu dia kasihan kan dia sedih gitu " seru Kamelia pada gadis yang be4nama Farah.
Iya itu Farah Aryani gadis yang dia temui waktu magang beberapa bulan lalu
" Baik lah, tapi lo udah bilang kan sama keluarga lo kalau lo malam ini nginap di sini " seru Farah pada Kamelia.
" Sudah yuk masuk " seru Kamelia
" Yuk masuk gue yakin Dila saat ini di dalam kamar mana mau di keluar klau gak makan " seru Farah sambil membuk pintu rumahnya.
" Hai semuanya " sapa Farah pada kedua orang tuanya
" Selamat sore dokter, tante " seru Kamelia sambil mencium punggung kedua tangan kedua orang tuanya Farah.
" Akhirnya kamu datang juga nak " seru dokter Razdan.
" Duduk bank " seru Nyony Fania ibunya Farah dan Fadilah.
' Iya tante terimakasih " seru Kamelia lalu duduk di kursi samping Farah.
" Pah mah, malam ini Kamelia nginap di sini ya " seru Farah senang.
" Ya bagus dong, kalau begitu " seru nyonya Fania.
" Pasti Fadilah senang ketemu kamu kembali, tante ke atas dulu ya " seru nyonya Fania sambil menatap Kamelia dan beralih meninggalkn tempat duduknya dn menuju lantai atas.
Di kmar Fadilah.
tok... tok. tok.
" Dila... mama masuk ya " seru mamanya dari luar pintu.
" Masuk aja mah " seru Fadilah dari dalam kamar nya.
" Nak kebawa dulu yuk itu Farah bawah temannya kenalan dulu lah " seru mamanya Fadilah.
" Enggak deh mah aku malas ketemu temannya Farah, semua temannya Farah itu gila semua " seru Fadilah.
" Gak ada warasnya mah " seru Fadilah sambil menelungkupkan tubuhnya.
" Kamu lihat dulu aja nantik kamu gak suka ya balik kamar lagi, gak nyesel deh kalau kamu ketemu dia bakalan lepas kangen huuu " seru mamanya.
" Apasih mah " seru Fadilah sambil membalikan tubuhnya.
" Udah yuk ke luar makan malam bentar lagi mama mau masak " seru mamanya
Di lantai dasar..
Setelah kepergian sang mama Farah mengajak Meli ke dapur untuk memasak bareng.
" Mel masak yuk gue kangen nih masakan lo " seru Farah
" Boleh yuk " seru kamelia setelah meminta izin kepada tuan Razdan.
Saat masuk kedalam dapur Farah melihat nasi sudah masak tinggal sayuran yang belum
" Kita mau buat apaan " seru kamelia bertanya kepada Farah.
" Sup ayam semur aja seperti biasa " seru Farah sambil mengeluarkan sebuah mangkok yang berisi ayam potong.
" Iris aja dulu biar aku iris bawangnya ya " seru Kamelia.
" Oke deh " seru Farah
__ADS_1
Dengan semangat keduanya memasak dan bercanda di dapur, tanpa mereka sadari dokter Razdan memperhatikan keduanya, pria baya itu duduk di kursi makan sambil memperhatikan keduanya yang asik memasak tanpa menghiraukan sekitarnya
Tak lama terlihat Mamanya Farah dan Fadillah turun bersamaan
" Pah ngapain " tanya sang mama kepasa dokter Razdan.
" Ngelihat mereka masak " seru dokter Razdan sambil masih memperhatikan ke arah dapur.
Fadilah dan mamanya melihat ke arah dapur terlihat ke dua gadis itu sedang memasak bersama, nyonya rumah melihat Farah sedang mengaduk masakan sedangkan yang satunya lagi sedang menggoreng terdengar suara minyak yang berbunyi, bisa di pastikan keduanya memasak bersama.
" Wah pah anak papah yang cerewet itu bisa masak juga " ledek nyonya Fania.
" Dia itu aneh deh mah " seru dokter Razdan
" Aneh kenapa pah " tanya Fadilah.
" Itu siapa pah " seru Fadilah.
" Coba perhatikan baik-baik posturnya deh " seru dokter Razdan sambil melirik putri bungsu nya itu..
" Biar mama lihat ya mereka jangan kaget " seru nyonya Fania dan berjalan ke dapur.
" Wah pada masak ini kalian " seru nyonya Fania membuat keduanya kaget dan refleks keduanya berbalik hal itu terlihat dari Fadilah
DEG.....
DEG.....
DEG.....
DEG.....
Jantung Fadilah berdegup kencang,
" Meli " gumamnya pelan sambil berdiri.
Di dapur Kamelia belum menyadari sosok Fadilah.
" Hahahahahaha tante ingat waktu kalian masak dulu ikannya gosong " seru nyonya Fania
" Iya nih tante anaknya tante ini buat keributan muluk sama melati " seru Kamelia sambil menggoreng ikan.
" Gak gosong lagi kan ikannya " ledek nyonya Fania sambil menatap kedalam kuali.
" Enggak kok tante ini tinggal masukin sambalnya saja " seru Kamelia sambil mengaduk masakannya.
Lalu 15 menit kemudian masakannya sudah terhindang di atas meja, Kamelia masih belum menatap ke arah Fadilah yang sejak tadi menatapnya, Kamelia sadar sejak tadi dia tatap seseorang dan dia tau itu siapa namun dia mengabaikan nya lebih dulu
Mereka pun menikmati makan malam dan tanpa suara, Fadilah masih menatap kamelia namun yang di tatap masih tetap fokus ke makanannya dan lebih banyak bicara kepada Farah.
" Mel besok anak-anak udah pada ngajak ngumpul lo ikut ya " seru Farah sambil menoleh ke samping.
" Ketemuan di mana? " tanya Kamelia yang lebih dulu siap makan
" Di caffe kenangan dekat taman H " seru Farah sambil menyeka bibirnya.
" Oke " seru Kamelia tanpa beban
" Kamu kebiasaan deh ngajak orang ngobrol sambil makan " tegur sang mama
" Maaf mah kebiasaan aku sama Meli mah " seru Farah santai.
" Malam ini tidur di kamar gue ya mau curhat soalnya " seru Farah sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah ruang tama dan diikuti oleh Kamelia. keduanya duduk sambil menyalakan handphonenya mereka masing-masing.
" Gue kesel deh sama nih orang hobi banget nampakin tubuhnya " celetuk Farah sambil menunjukan handphone nya kepada Kamelia.
" Iy namanya juga model " seru Kamelia santai.
" Nak Meli " panggil nyonya Dan ia saat mereka duduk
__ADS_1
Kamelia menatap ke arah tante Fania sesaat lalu beralih ke arah Fadilah.
" Iya tante, " seru Kamelia.
" Selama ini kamu kemana aja kok gai pernah main lagi ke rumah tante " seru nyonya Fania.
" Maaf tante, setelah aku tau Farah kuliah di jakarta aku memilih jaga jarak tante dan juga aku sibuk kemaren tan untuk KKN " seru Kamelia jujur.
" Oh gitu " seru nyonya Fania mengerti.
" Dila katanya kamu gak mau lihat temannya Farah ya udah masuk kamar gih besok kamu kan kuliah " serubmama nya Fania.
" Emang lo kuliah hari minggu " celetuk Farah membuat sang mama menepuk keningnya
" Astaga besok libur ya ampun mama forget nak " seru nyonya Fania.
Tak lama suasana tiba-tiba hening hingga terdengar.
" Jadi bagaimana Mel kamu betah gak sih temenan sama anak om ini " seru dokter Razdan
" Sebenarnya gak betah om " seru Kamelia menjeda omongannya lalu memperhatikan wajah kusut Farah.
" Tapi cuman dia yang sanggup sama sikap gila dan jahilnya aku om " seru Kamelia sambil menatap ke arah Farah, dan gadis itu tersenyum lalu memeluk Kamelia dari samping.
" Papa tau dia terbaik buat aku " seru Farah senang lalu menatap ke arah Fadilah.
" Lo gak mau nyapa Dila " bisik Farah di telinga Kamelia.
" Gue ragu " bisik Kamelia lalu melepaskan pelukan mereka.
" Ini nih omo kadang buat aku kesel dia meluk tiba-tiba gak tau kondisi lagi " seru Kamelia menatap dokter Razdan.
" Gak apa-apa asalkan kalian tetap kompak " seru dokter Razdan tersenyum.
Dila, gimana kamu sudah berdamai dengan perasaan kamu " seru dokter Razdan pada putri bungsu nya itu.
" Aku sudah lama menunggunya pah, tapi seakan aku lupa dia mengabaikan aku terlalu lama tanpa penjelasan " seru Fadilah dengan menatap Kamelia yang juga menatapnya.
" Tapi jujur " seru Fadilah sambil berdiri.
" Aku sangat merindukan dia lah hiksss hiksss hiksss " sambung Fadilah tiba-tiba menjat7hkan tubuhnya di samping Kamelia lalu memeluk nya begitu erat.
Kamelia pun kaget.
" Maaf " satu kata itu terucap dari bibir Kamelia.
" Maafin aku sudah meninggalkan mu tanpa alasan, maafin aku sudah mengecewakan mu, aku yang membuat kamu terus bahagia aku juga yang buat kamu sedih maafin aku " seru Kamelia sambil mengelus punggung Fadilah.
" Aku sangat rindu Mel aku kecewa sama kamu aku rasanya ingin membenci kamu, tapi aku gak bisa " seru Fadilah sambil melepaskan pelukannya.
" Maaf ya udah dong gak boleh nangis sekarang kan aku di sini sama kamu aku gak akan ke mana-mana kok " seru Kamelia sambil mengusap air mata di pipi Fadilah.
" Janji ya " seru Fadilah sambil mengaku jarinya ke jari Kamelia.
" Iya " seru Kamelia
Setelah itu suasana hening sesaat hingga Farah mengatakan
" Dila udah ya sedihnya Kamelia sama aku harus istirahat dulu yuk ikut " seru Farah dan ketiga nya masuk kedalam kamar Farah.
" Far kamu masih nyimpen foto kita berlima ya " seru Kamelia sambil menatap foto yang terpampang besar di atas meja.
" Iya lah Fadilah aja yang gak tau dan gak pernah masuk kamar gue " seru Farah sambil menatap Fadilah.
" Aku gak nyangka kalian cukup lama kenal ya " seru Fadilah.
" Udah ya jangan sedih yuk istirahat dulu " seru Kamelia sambil mereka pun naik keranjang setelah bersih-bersih lalu tertidur dengan lelap dengan damainya.
...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...
__ADS_1
...»»————> BERSAMBUNG <————««...
...🎍🎋🍁🌾💐🌷🌹🥀🌻🌼🌸🌺...