
Kamelia terbangun dari tidur dan melihat dia sedang berada di dalam kamar, lalu dia bangkit dan turun dari ranjangnya dia pun keluar kamar,
waktu masih menunjukan pukul 01dini hari, dia menatap Yufrans yang tertidur dekat jasad sang papa, lalu menatap ketiga saudaranya
Hendra terbangun ketika melihat bayangan
" Dek kamu dah bangun " seru Hendra dan membuat Kamelia hanya menganggukan kepalanya pelan lalu menatap jasad ayahnya itu
Kamelia seketika menangis pelan
" Sudah dek ikhlasin saja " seru Hendra sambil memeluk sang adik dan membelai wajah sang adik yang sudah sembab.
Sesaat setelah Kamelia terdiam dia sudah berhasil mengendalikan dirinya.
Pagi pukul 07.00 Wib.
Kamelia dan iparnya berangkat ke pasar untuk membeli keperluan pemakaman,
" Dek beli bunga sama kain kafan " seru Keysiana pada adiknya itu.
" Tidak perluh " seru ipar Kamelia
" Kenapa? " seru Keysiana
" Karena dalam peti udah ada kain kafannya kak " seru Kamelia sambil menatap ke arah Yufrans yang baru terbangun dari tidurnya
" Yank " panggil Yufrans pelan.
" Aku pergi dulu sama kakak ya, oh ya kamu dah kabarin papa bayu sama mama belum. " seru Kamelia membuat Yufrans kaget.
" Astaga 🤦♂️ yank aku lupa " seru Yufrans kaget lalu menepuk keningnya sembari mengeluarkan handphonenya dalam saku celana yang dia pakai sejak semalaman.
" Yaudah kabarin duluh gih aku pamit ya " seru Kamelia sambil mencium punggung tangan suaminya.
Setelah itu Kamelia berlalu dan pergi menuju pasar bersama sang ipar.
Sedangkan Yufrans yang menelfon kedua orang tuanya hanya mendapat omelan juga cecaran dari kedua orang tuanya karena Yufrans lupa mengabari kabar duka itu saat mereka sampai di rumah.
Sesampai di pasar Kamelia dan sang ipar hanya menatap hamparan bunga yang akan mereka beli.
Mereka pun membeli semua keperluan untuk di pemakaman nantik siang.
Setelah mendapatkan semuanya Kamelia kembali kerumah bersama sang ipar, saat mereka sampai di rumah Kamelia melihat kelima pria yang semalaman bersama nya menjaga jasad sang papa sedang menggali tanah untuk kuburan.
" Arman... " teriak Kamelia agak pelan karena suara Kamelia serak.
" Kenapa? " tanya Arman menoleh ke arah Kamelia.
__ADS_1
" Beli nasi buat makan mereka ya ini duitnya " seru Kamelia sambil menyerahkan uang 200 ribuan ke arah Arman
" Gau galian suruh yang lain aja " seru Arman dan berbalik arah.
" Yank " panggil Kamelia kepada Yufrans.
" Ya kenapa? " seru Yufrans sambil menyeka keningnya.
" Beliin nasih bungkus di depan ya, nih duitnya Arman gak mau, abang aja yang pergi oke " seru Kamelia sambil menyeka keringat Yufrans di keningnya dengan kain yang sejak tadi dia genggam.
" Oke aku ganti pakaian dulu " seru Yufrans hendak berbalik mengganti baju
" Gak usah gunakan itu saja " seru Kamelia lalu di anggukan kepala oleh Yufrans dan berpmitan untuk pergi menuju rumah makan yang di maksud sang istri.
Setelah Yufrans pergi Kamelia meninggalkan tempat untuk acara pemakaman.
Di dalam rumah Kamelia menangis dalam diam menatap wajah sang papa.
Dia sedih juga menyesal karena tidak di samping sang papa saat saat dia sakit juga lelah.
Kamelia menangis di dalam kamar mandi,
Sekar datang dan memeluk Kamelia dari belakang, Diva memeluk Kamelia dari samping,
" Sabar ya Mel " seru Diva pelan
" Ikhlasin paman pergi Mel " seru Sekar pada Kamelia.
Ketiga gadis itu menoleh dan melihat Wilma
" Yuk Mel keluar ngapain kalian disini " seru Wilma membuat Kamelia langsung keluar dan menoleh ke arah sang sepupu.
Setelah Kamelia keluar terlihat tetangga sudah banyak yang datang.
Kamelia terharu, di masa hidup almarhum sang papa seringkali berdekatan juga tak jarang beradu argument dan sering juga bertengkar tetapi itu lah yang membuat mereka dekat sesama tetangga,
Tak lama Yufrans datang bersamaan dengan kedua orang tua nya.
Mama Bening dan papa Bayu memeluk Kamelia saat mereka tiba.
" Yang sabar ya nak " seru mama Bening sambil membelai punggung sang menantunya.
" Mama tau kamu sedih nak kamu jangan larut kesedihan kmlamu, ini jalan terbaik buat sang papa kamu nak, biarkan dia pergi dengan tenang nak, mungkin ini sudah jalan nya dari pada papa kamu menahan rasa sakitnya setiap saat lebih baik begini, y sabar oke " seru mama Bening menguatkan Kamelia. dan di anggukan kepala oleh gadis tersebut.
" Terimakasih mah " seru Kamelia memeluk mertuanya
Saat itu ibadah pengantaran jenazah ke tempat terakhirnya pun di mulai, hati Kamelia masih larut hingga jasad papa Kamelia di masukan ke dalam peti sang kakak Kamelia menangis hiateris kala itu juga dia menangis begitupun juga Hendra, Kamelia sudah tak menangis lagi karena sudah di tenangkan oleh mama mertuanya juga papa mertuanya serta tetangga yang selama ini sangat mengenal dekat almarhum papa Kamelia tersebut
__ADS_1
Mereka menguatkan Kamelia di tengah kesedihan nya
Meli kuat dia iklas meski hatinya menangis namun dia bisa menguatkan sang kakak untuk tidak ikut menangis.
Karena cuman dia lah yang bisa bertahan sampai akhir acara selesai.
Kamelia masih terlihat diam, sampai malam pun larut Kamelia masih terdiam sepi, makan pun tidak nafsu.
Kamelia berdiam diri dalam kamar, Yufrans pun membiarkan sang istri untuk tetap tenang agar Kamelia tidak emosional, dia tau betapa sakitnya Kamelia saat ini melihat kepergian sang papa yang begitu mendadak dan serba cepat sekali menurutnya.
Sangat disayangkan Kamelia harus mengikhlaskan kepergian sang papa dengan tulus dan damai.
" Aku iklas pah maafin Meli pah maaf meli gak bisa buat papa bahagia di akhir usia papa maafin Meli " seru Kamelia sambil memeluk kakinya.
Dia pun menangis dalam diam hingga Kamelia tertidur dengan keadaan duduk.
Tapi tiba-tiba pintu terbuka terlihat Yufrans masuk kamar dan mengubah cara tidur sang istri menjadi lurus.
" Yang kuat yank aku yakin kamu pasti bisa lewatin ini semua " guman Yufrans pelan.
Setelah itu dia keluar kamar.
" Fandi, bagaimana dengan Meli nak? " tanya papa Bayu.
" Meli sudah tidur pah " seru Bayu sambil duduk di samping Wira.
Wira bangkit dari duduknya saat melihat seorang gadis masuk kedalam rumah,
" Salam semuanya damai sejahtera buat kita semua " seru gadis itu pada keluarga Kamelia saat memasuki rumah.
" Salam sejahtera kembali nak silakan masuk " seru paman Dirga.
" Vanessa " seru Wira pada gadis itu.
" Meli kemana Wir? " tanya Vanessa pada Wira.
" Tenang dulu yank, Meli baru istirahat " seru Wira pada Vanessa yang tak lain kekasih nya tersebut
" Maaf ya bang,, Nessa gak telat datangnya karena dari Bukittinggi sama keluarga , jadi waktu dengar berita ini Nessa langsung balik ke sini maaf Ya Wira " seru Vanessa menatap ketiga saudara Kamelia dengan rasa bersalah lalu kembali menatap kekasihnya tersebut
" Enggak apa dek " seru Hendra sambil tersenyum
" Hmmmm besok kmu kesini aja, ada ibadah penghiburan buat keluarga yang di tinggal kamu datang ya selain hibur Meli hmmm " seru Wira pada kekasih nya tersebut.
" Iya sudah kalau begitu Nessa permisi dulu, om tante kak dan bang Hen, wir aku balik ya titip salam buat Meli " seru Vanessa menatap keluarga Kamelia dan tidak menatap ke arah Yufrans suami dari sahabatnya tersebut
Vanessa pun pergi meninggalkan kediaman Kamelia saat itu juga dengan hati yang merasa bersalah.
__ADS_1
" Mel yang kuat ya " gumam Vanessa dalam hati lalu pergi meninggalkan kediaman Kamelia.
...━━━━━━♡BERSAMBUNG ♡━━━━━━...