PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
KAGET


__ADS_3

Kamelia dan Yufrans sedang duduk santai diruang keluarga bersama mertuanya.


" Meli " panggil mama Bening pada menantunya itu.


" Iya mah " seru Kamelia sambil menoleh ke samping.


" Berapa lama kamu magang nak? " tanya mama Bening pada Kamelia.


"3 bulan kok mah " seru Kamelia sambil tersenyum.


" Wah lama juga kamu magangnya nak " seru mama mertua Kamelia.


" Ya cukup lama sih mah, mungkin setelah magang aku bakalan lebih banyak di rumah deh mah " seru Kamelia


" Terus suami kamu gimana, Fran's kamu gimana nak " seru mama Bening pada Kamelia lalu beralih menatap anaknya.


" Ya kalau aku sih mah ya gak masalah, nantik sekali sebulan aku akan susul istriku ini sekalian bulan madu ya gak ๐Ÿ˜‰ " seru Yufrans sambil menaik turunkan alisnya.


Hal itu di sambut tawa oleh keluarga suaminya Kamelia, sedangkan gadis itu hanya menundukan wajah nya malu.


" Jadi kapan berangkat nya nak? " tanya papa Bayu.


" Besok pah " seru Kamelia sambil menatap ke arah papa mertuanya.


" Oh gitu yaudah kamu istirahat aja sana besok itu perjalanan kamu panjang Oke " seru mama Bening pada menantunya.


" Iya mah kalau begitu Meli tinggal dulu ya mah pah " seru Kamelia sambil berdiri dari duduknya.


" Frans juga ya mah mau nyusul istri " seru Yufrans sambil bangkit dari duduknya dan di anggukan kepala oleh kedua orang tuanya itu


Sesampai keduanya di dalam kamar mereka, Kamelia langsung menoleh ke arah suaminya.


" Bang " panggil Kamelia dengan nada yang sangat lembut.


" Iya sayang ada apa? " seru Yufrans sambil memeluk Kamelia dari samping


Kamelia langsung memutar tubuhnya dan berhadapan langsung dengan suaminya.


" Aku pergi 3 bulan kamu jangan genit ya sama cewek lain tunggu aku pulang " seru Kamelia sambil mengusap lembut pipi suaminya.


" Harusnya aku yang bilang begitu sama kamu, kamu di jakarta pastinya akan bertemu dengan banyak orang apa lagi kamu cantik siapa sih yang gak akan naksir sama kamu " seru Yufrans sambil mengeratkan pelukannya.


" Hatiku hanya untuk mu suamiku " seru Kamelia sambil menoel hidung mancung suaminya tersebut.


" Baik lah aku tidak akan genit di sini tapi kamu sering angkat telfon aku ya kita harus saling beri kabar setiap ada waktu Oke sayang muach " seru Yufrans pada Kamelia sambil mencium pipi istrinya dari samping


" Itu pasti kok " seru Kamelia senang.


Lalu keduanya saling mengbrol dan saling berbagi rasa siang itu.


Di kampus Kamelia.


" Woiiiiii lo kalau jalan pakai kaki dong " seru seorang gadis pada yang menabrak tubuhnya tadi


" Bukan hanya kaki aja di gunain tuh mata sekalian " seru teman orang yang berteriak tadi.


" Astaga Diva Safitri kalian berdua bersisik " seru Sahara kesel


" Berisik bukan bersisik di kira kita ikan apa " seru kedua gadis yang tak lain tak bukan Diva dan Safitri


" Eh udah jam segini Meli gak masuk " seru tanya Sekar pada lainnya


" Gak tau gak Ada kabar " seru Selvina.


" Ness ada kabar gak soal Meli? " tanya Sekar pada Vanessa


Vanessa yang di tanya hanya menatap sesaat layar handphonenya๐Ÿ“ฑ lalu


" Lo kalau nanya soal Meli ke Vanessa lo salah orang, kenapa jangankan bicara tatap muka aja Meli mana pernah bicara sama dia Sekar " seru Diva saat Vanessa hendak menjawab pertanyaan Sekar barusan


" Lah iya ya kok bisa gitu sih " seru Sekar baru menyadari hal yang di sampaikan oleh Diva barusan.


" Gue juga gak tau heran gue sih " seru Selvina.


"Tapi coba deh gue telfon siapa tau dia angkat telfon gue " seru Selvina sambil mengeluarkan handphonennya dalam saku bajunya.


" Gimana? " tanya Sekar


" Aktif nomornya tapi gak di angkat " seru Selvina lalu memasukan kembali handphonennya ke dalam bajunya.


" Ya udah lah " seru Sekar


Di rumah keluarga mertua Kamelia tepatnya dalam kamar

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 11.30๐Ÿ•ฆ Kamelia terbangun dari tidur nya lalu dia melihat layar handphonennya ๐Ÿ“ฑ dan melihat tertera nama Selvina di layar nya....


" Tumben Vina nelfon Aku " gumam Kamelia sambil mencoba menelfon kembali.


Tak lama terdengar suara dari sebrang telfon.


๐Ÿ“ฑ " Hallo Vin " seru Kamelia


๐Ÿ“ฑ " Iya Mel ma'af tadi gu nelfon elu mau nanyain hari ini kenapa lo gak masuk, lo gak sakit kan " seru Selvina.


๐Ÿ“ฑ " Enggak Vin gue gak sakit " seru Kamelia


๐Ÿ“ฑ " Lah terus kenapa gak masuk hari ini? " tanya Selvina


๐Ÿ“ฑ" Oh itu gue besok mau berangkat ke Jakarta Vin? " seru Kamelia


๐Ÿ“ฑ " Ngapain ke jakarta? " tanya Selvina


๐Ÿ“ฑ " Apa gue harus jawab pertanyaan lo yang ini " seru Kamelia


๐Ÿ“ฑ" Terserah lo mau jawab oke gak lo jawab juga gak masalah " seru Selvina


๐Ÿ“ฑ " Ya udah kalau gitu " seru Kamelia santai.


๐Ÿ“ฑ " Aish lo serius gak mau jawab " seru Selvina


๐Ÿ“ฑ " Tapi katanya terserah " seru Kamelia santai.


๐Ÿ“ฑ " Ya udah lah " seru Selvina pasrah


๐Ÿ“ฑ " Ya ya ya gue besok udah mulai magang gue, " seru Kamelia membuat orang di sebrang sana kaget


๐Ÿ“ฑ " Apa lo besok Magang seriusan " seru Selvina tak percaya


๐Ÿ“ฑ " Ya gitu deh " seru Kamelia santai.


๐Ÿ“ฑ " Luar biasa lo ya " seru Selvina


๐Ÿ“ฑ " Hmmmm gitu deh " seru Kamelia di sambungan telfon.


๐Ÿ“ฑ " Kok lo gak bilang sih sama kita " seru Selvina.


๐Ÿ“ฑ " Kalian gak nanya " seru Kamelia sambil melirik suaminya yang hendak bangun.


๐Ÿ“ฑ" Oke Mel kabarin gue ya kalau besok lo pergi " seru Selvina


๐Ÿ“ฑ" Iya pasti ya udah bye " seru Kamelia sambil keduanya menutup panggilan telfon tersebut.


Setelah menutup telfonnya Kamelia menoleh ke arah suaminya.


" Siapa yank? " tanya Yufrans dengan suara seraknya.


" Vina bang, Aku ke kamar mandi dulu ya bang " seru Kamelia sambil beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah itu Kamelia keluar kamar mandi dan berjalan keluar kamar


" Bang Aku kedapur ya " seru Kamelia pada suaminya itu.


" Baik lah " seru Yufrans sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Kamelia berjalan ke arah dapur dan sudah melihat si kembar bersama sang mertuanya.


" Mah ... mama ma'af ya Aku gak bisa bantu mama " seru Kamelia merasa bersalah.


" Gak apa-apa nak " seru mama Bening lembut.


" Apa yang bisa Meli bantu mah " seru Kamelia pada mertuanya itu.


" Ini semua nya sudah selesai nak kamu tinggal letakan di meja makan saja " seru mama Bening pada menantunya tersebut dengan lembut


Lalu mereka semua menikmati makan siang mereka.


Di kampus


Setelah Selvina mendengar kabar Kamelia dia sesaat menatap ke arah sahabatnya


" Lo kenapa? " tanya Sekar pada Selvina yang terdiam


" Gue kira, gue udah jadi sahabat yang baik, tapi ternyata... huuuuuu " seru Selvina sambil menark nafasnya dalam-dalam.


" Lah kenapa lo " seru Diva


" Meli.. besok berangkat ke Jakarta! " seru Selvina datar...

__ADS_1


" Oh.., " seru mereka sesaat lalu


" Apa a....? " kaget mereka langsung menatap Selvina penasaran.


" Tadi lo bilang apa? " seru Sekar bertanya.


" Ckck gak ada siarang ulang gue mau balik " seru Selvina sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke luar kantin. karena posisi mereka saat ini masih dalam lingkungan kantin kampus.


" Tadi Vina ngomongin apa'an sih? seru Diva saat Selvina sudah menghilang dari balik pintu kantin


" Seingat gue dia bilang Meli besok ke Jakarta " seru Sahara.


" Haduuuuh emang ngapain dia ke Jakarta " seru Diva


" Gak tau gue " seru Sahara bodoh amat.


" Yaudah lah biarin aja mungkin ada urusan " seru Safitri.


Berbedah lagi dengan 2 sahabat mereka yaitu Vanessa dan Milly.


Keduanya saling tatap lalu mereka menepuk kening mereka bersamaan sehingga membuat yang lainnya merasa kaget juga heran


" Astaga,, ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ฒ " pekik keduanya


" Kenapa lo berdua " seru Diva


" Kita berdua hampir lupa kalau besok itu kit harus berangkat magang dan haduuu astaga bagaimana ini " seru Milly panik


" Lah kalian sudah ngajuin magang cepat amat " seru Sekar


" Iya kita barengan sama Meli " seru Milly


" Nah ini nih kalian apa-apa gak pernah cerita sama kita " seru Diva marah.


" Bukan saat yang tepat untuk marah gue sama Milly harus temuin pak Alif dulu permisi " seru Vanessa membuka suara lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke luar kantin


Vanessa mengeluarkan handphone nya dan hendak menelfon seseorang


๐Ÿ“ฑ " Hallo, " seru Vanessa pada orang yang dia telfon


๐Ÿ“ฑ " Iya kenapa? " tanya orang yang di sebrang


๐Ÿ“ฑ " Kenapa kamu gak ingatkan aku sama Milly kalau besok udah berangkat Magang? " tanya Vanessa pada orang tersebut.


๐Ÿ“ฑ " Emangnya kamu nanya sama saya, emangnya saya harus ingatkan kamu hal begituan, saya pikir kamu tidak jadi magang cepat makanya saya diam saja " seru orang tersebut


๐Ÿ“ฑ " Meli... aku tau hubungan kita itu dingin banget dan gak pernah sekalipun telibat pembicaraan tapi kan kita sudah pernah bilang bakalan ikut magang cepat sama kamu " seru Vanessa kepada Meli. Ya Vanessa menghubungi Kamelia setelah dia tau kalau besok adalah keberangkatan mereka untuk magang.


๐Ÿ“ฑ " Mel kamu dengar aku kan " seru Vanessa saat Kamelia tak kunjung bersuara.


๐Ÿ“ฑ " Yaudah kalau kamu gak mau bicara sama_.. " seru Vanessa terpotong saat mendengar suara Kamelia


๐Ÿ“ฑ " Hmmm yaudah sekarang kalian Mmm maksud aku kamu sama Milly temui dulu pak Alif untuk konfirmasi magang kalian jika sudah besok ketemuan nya di bandara โœˆ๏ธ internasional SH jam 09.30 Oke " seru Kamelia membuat senyuman di wajah Vanessa terukir.


๐Ÿ“ฑ " Oke sampai jumpa " seru Vanessa senang lalu keduanya mengakhiri sambungan telfon tersebut.


" Gimana? " tanya Milly


" Kita temuin pak Alif dulu " seru Vanessa sambil keduanya berjalan.


Lalu keduanya berjalan ke arah ruangan pak Alif.


Setelah mengetuk pintu dosen pembimbing mereka, dan sudah di persilakan masuk mereka pun sekarang berhadapan dengan pak Alif


Lalu keduanya mengatakan hal yang mereka bicarakan tersebut.


" Kalian tidak akan satu kantor dengan Meli, tapi kalian masih satu wilayah yang sama dan yaitu di PT CAHAYA ABADI GRUP sedangkan Kamelia dia akan magang di PT SANTAMA GRUP jadi kalian bertiga masih satu wilayah bapak harap kalian saling menjaga dan saling kompak di kota orang dan semog nilai kalian bagus bekerja lah dengan sangat baik Oke " seru pak Alif mendoakan keduanya


" Terimakasih pak " seru keduanya bersamaan lalu mereka pamit keluar ruangan pak Alif


" Akhirnya kita bisa magang walaupun gak satu kantor sama Meli huuuu " seru Milly senang


" Setidaknya kita satu atap sama Meli " seru Vanessa senang


" Haaa iya benar " seru Milly senang.


Lalu keduanya berjalan keluar gedung kampus untuk bersiap sebelum nya mereka sudah pamit kepada teman-teman mereka walaupun mereka mendapat berbagai pertanyaan tetapi mereka berdua bisa mengatasinya dengan sangat cepat


...โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€เผบโ™กเผปโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ...


...๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿฅ€๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒท๐Ÿ’๐ŸŒพ๐Ÿ๐ŸŽ‹๐ŸŽ...


...โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€เผบโ™กเผปโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ...

__ADS_1


__ADS_2