
Pagi Hari Kamelia di antar ke kampus oleh Yufrans.
" Sayang kamu hati-hati di jalan ya " seru Kamelia saat dia ingin turun dari motor suaminya.
" Adek lupa ini " seru Yufrans menunjuk area yang sangat luar biasa.
Kamelia mendekat dan mengikuti keinginan suaminya tanpa melirik ke arah lain
" Dasar suami manja " gumam Kamelia sambil tertawa lalu berjalan melewati jalan.
Dari kejauhan seorang pria melihat ke arah Kamelia dan suaminya.
aksi Kamelia yang mencium mesra suaminya di perhatikan oleh seorang pria itu yang tak lain tak bukan adalah Mars.
Pria itu memperhatikan Kamelia yang berjalan ke arah ruang kelas mereka, Saat Kamelia sudah berada di dalam kelas Mars masuk mengikuti dari arah belakang Kamelia
" Selamat pagi Kamelia ? " saa Mars sambil menyungingkan senyumannya.
" Pagi juga " sapa balik Kamelia dengan wajah datarnya tanpa senyuman.
Tak lama Renita cs masuk kedalam dan melihat kedua orang itu dengan tatapan yang sulit diartikan, Kamelia melihat tatapan Renita seakan ingin mengejeknya lalu Kamelia berdiri dan membawa tasnya hendak keluar , dengan refleks Renita bertanya
" Mel mau kemana? " tanya Renita lalu ketiga sahabatnya langsung menatapnya.
Kamelia yang paham dengan tatapan Citra, Rifani, dan Maya langsung menjawab dengan ketus
__ADS_1
" Ke toilet mau ikut " seru Kamelia dsrar dan dingin
" Jangan ngegas dong saya kan nanyanya baik-baik " seru Renita namun tak di hiraukan oleh Kamelia karena gadis itu telah melenggang meninggalkan kelas.
Kamelia berjalan ke arah kantin bukan ke arah toilet.
" Akh kesel aku " gumam Kamelia pelan.
Sedangkan Di Kelas
" Nit lo bicara sama si kulkas " seru Rifani tiba-tiba
" lah iya kenapa " seru Renita tanpa dosa.
" Emangnya kalian gak ada niatan gitu cerita yang sebenarnya ke Kamelia " seru Citra pada ketiga sahabatnya itu
" Kita belum ada keberanian mau ngomong sama dia, lah dianya aja di ajak ngobrol sama kita selalu sibuk gitu " seru Rifani.
" Bukan sibuk tapi lebih tepatnya lagi dia sedang menghindari kita " seru Maya.
Tak lama Kamelia dan ketujuh sahabatnya masuk ke dalam kelas dengan wajah yang sama-sama datar.
Renita iseng menegur Kamelia dia ingin tau apa jawaban Kamelia saat dirinya menegur si gunung es itu
" Kamelia mukamu kusut amat kek baju belum di setrikaan " seru Renita tanpa ragu
__ADS_1
" Ini tuh bukan hanya kek baju yang belum di setrika aja tapi ini kayak gantungan jemuran tau gak... " seru Kamelia meladeni leluconnya Renita.
" Lah kok gantungan jemuran " seru Renita bahagia karena Kamelia menanggapi leluconnya.
" Lah kamu gak tau gimana rasanya menunggu jawaban seseorang selama 2 bulan itu kek mana kayak kamu nunggu kepastian dari seorang kekasih akh jadi salah ngecek aku aku kan " seru Kamelia kesel.
" Hahahahahha bisa aja kamu jadi kenapa denganmu " seru Renita
" Gak tau dan gak mau bahas itu " seru Kamelia sambil berbalik ke arah depan dan duduk dengan santai tanpa menatap tatapan horor dari Diva, juga Selvina.
" Ekhemmm ekheeemmmm elheemmmm " deheman Diva dan Selvina menyadarkan Kamelia jika dia meladeni Renita berbicara.
" Maaf aku kelepasan hehehehehehe " seru Kamelia sambil nyengir
" Awas ya kalau lo baikan lagi sama mereka " seru Diva yang masih dapat di dengar keempat orang itu ( Renita , Citra, Maya dan Rifani. keempat orang itu pun saling menatap penuh tanya terhadap apa yang di katakan Diva barusan
" Iya iya gue gak akan temenan sama mereka kalau gue gak lupa " seru Kamelia santai
" Kameliaaaaa.... " pekik Diva dan Selvina bersamaan.
" Hehehehehehe maaaf " seru Kamelia sambil tertawa pelan.
Tak lama dosen masuk dan memulai perkuliahan mereka dengan santai dan damai.
...🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸...
__ADS_1