
Satu minggu kemudian
Kamelia yang telah tinggal di kampung halaman sang papa yaitu kota NS...
Dia sudah berhasil melaksanakan rencananya... dia juga membuka lahan pertanian di tanah warisan sang abang... dan memberikan pekerjaan kepada para tetangganya di sana... semua masyarakat di NS itu yang sebagian sudah mengenal Kamelia beserta ketiga sepupunya tidak sungkan untuk membantu mengembangkan usaha Kamelia... sehingga Kamelia pun berhasil mengembangkan lahan pertanian dan juga membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang menganggur...
" Wah... Mel... usaha kita berhasil..." sahut Reyhan bahagia.
" Iya ya Mel... lahan yang tadinya kosong sekarang sudah tumbuh menjadi perkebunan..." seru Farhan
" Wah kalau kek begini... gue jadi lengen lama-lama tinggal disini..." seru Reyhan..
" Eh... lo gimana kuliah nya di sana... " seru Farhan...
" Eh iya... ya..." seru Reyhan
" Eh Mel... gue sama Reyhan gak bisa nemenin elu selama setahun disini gak apa-apa kan..." seru Farhan tak enak hati..
" Enggak apa-apa kok... yang penting kalian sudah menemani ku disini selama sebulan saja sudah bersyukur aku mah..." seru Kamelia.
" Ah pengertian sekali dirimu..." Farhan
" Iya lah..." seru Kamelia.
__ADS_1
" Mel... tenang saja... kita bertiga pasti kesini lagi kok jika libur semester..." seru Celya...
" Iya iya .. aku percaya kok sama kalian sudah lah aku mau lihat-liha kebun dulu..." seru Kamelia sambil berjalan menelusuri perkebunan
" Banyak ibu-ibu dan bapak-bapak menyapa Kamelia dengan sopan dan rama ... Kamelia hanya menganggukan kepala dan membalas dengan senyuman... sambil dia berjalan dan menaruh kedua tangannya di balik punggung nya...
" Kamelia pun bahagia dengan usahanya yang selama seminggu ini sudah berbuah manis... dari menanam jagung... buah..-buahan cabe serta sayur hijau semuanya dia tanam... hingga tanah yang cukup lebar itu penuh... "
Kamelia bahagia bisa membuka lapangan pekerjaan buat para warga meskipun itu sebuah pertolingan kecil...
" Mungkin setelah aku kembali ke kota P... abang akan melanjutkan usahaku ini... karna aku harus bisa membantu mengembangkan amanah nenek.. hmmm semangat Kamelia..." seru Kamelia sambil menyemati dirinya itu...
Setelah puas berkeliling Kamelia melihat ketiga sepupunya.
" Kita sedang memasak lah..." seru Celya.
" Iya Mel... sekalian gue mau belajar memasak ini sama Celya... kemarilah ajarkan kami berdua memasak..." seru Reyhan.
" Rey untuk apa kamu belajar memasak..." seru Kamelia
" Untuk membantu calon istriku kelak aku berumah tangga..." seru Reyhan santai.
" Wah...wah... pria idaman sekali dirimu... emangnya kamu sudah siap meninggalkan sikap fackboy mu itu Rey..." seru Kamelia seraya bertanya.
__ADS_1
" Tentu sudah lah... jika nantik ada gadis yang berhasile menggetarkan hatiku ini..." #eru Reyhan pd nya...
" Hahhahaha percaya diri sekali dirimu..." seru Farhan pada saudaranya itu.
" Wah meremehkan ku rupanya lihat saja nantik... jika kita kembali ke kota P akan ku pastikan aku akan berhasil menaklukan seorang gadis cantik..." seru Reyhan percaya diri.
" Baiklah...baik...jika kau berhasil maka jangan lupa katakan pada ku..." seru Kamelia..
" Untuk apa aku mengatakannya kepadamu..." tanya Reyhan.
" Untuk aku ledek...hahhahaha..." seru Kamelia sambil tertawa
" Jangan lah Mel... kita kan saudara jadi aku tau apa yang harus kamu lakukan untuk membantuku mendapatkan cintaku..." seru Reyhan
" Eh Rey... gue gak yakin lo bisa setia sama satu wanita... lo itu fackboy... gie heran sama lo... lihat tuh Farhan dia setia sama satu wanita..." seru Celya... sambil memuji Farhan.
Farhan yang di puji Celya pun merasa bangga.
" Gak usah bangga lo... " seru Reyhan pada Farhan
" Lo ya... contohin gue gang baik-baik... jadi orang itu harus setia... paham lo..." seru Farhan..
" Iya...iya bawel ...udah kita makan siang dulu gue lapar woi..." seru Reyhan sambil berjalan ke arah meja makan dan mereka pun memulai siang mereka dengan nikmat.
__ADS_1
🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹