PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
KAMELIA & 3 SAHABAT


__ADS_3

Sesaat Kamelia mematung saat Yufrans tiba-tiba memeluknya dari belakang


" Sayang 💖" seru Yufrans manja


" Apa? " seru Kamelia dengan wajah ketusnya.


" Kok gitu sih jawabnya " seru Yufrans sambil tersenyum.


" Ya terus bagaimana lagi sih yank " seru Kamelia pada suaminya


" Kamu romantis dikit napa sih sama suami ketus banget " seru Yufrans pada Kamelia.


" Sayang ini bukan tempat yang tepat untuk berduaan denganmu Oke " seru Kamelia sambil mencubit pelan pipi Yufrans pelan.


" Yaudah kalau gitu aku pergi dulu ya mau gabung sama senior kamu " seru Yufrans sambil mencium pipi kanan istrinya


" Iya " seru Kamelia sambil menatap ke arah suaminya.


Lalu Yufrans berjalan ke arah Renof dan Bima.


Sedangkan Kamelia dia berjalan ke arah Susan cs sambil menenteng beberapa kantong pastik.


" Itu apa an dek ? " tanya Susan pada Kamelia saat dia sudah duduk di samping Susan dan Elda.


" Akh ini kak cemilan dari ayank " seru Kamelia pada ketiga senior nya. lalu meletakannya di samping Susan.


Dengan cepat Susan merebut kantong plastik itu dari tangan Kamelia.


" Wish banyak banget dek " seru Susan semangat.


" Iya kak " seru Kamelia singkat.


Kamelia melihat ke arah lapangan, sesaat pandangannya tertuju pada ketujuh sahabatnya dan juga Renita cs.. lalu dengan cepat dia mengalihkan pandangannya ke arah suaminya dia pun melempar senyumannya 🙃


Dari jauh sepasang mata juga menatap ke arah Kamelia dengan sangat intens.


Kamelia yang peka dengan keadaan pun dengan cepat melihat ke arah lain.


Dia pun menangkap sosok Eben ada di balik tenda yang lain, dia pun pura-pura tidak mengetahuinya.


Sedangkan Di sisi lain sepasang sahabat sedang beradu argument.


" Lo kenapa sih Del " seru mahasiswi perempuan yang berdebat itu yang tak lain tak bukan Delisa dan Dea.


" Lo sejak kemaren diamin gue, emang gue salah apa sih sama elu " seru gadis yang bernama Dea tersebut.


" Gak apa-apa " seru Delisa sekilas dia menatap lurus dan pandangannya menangkap empat orang gadis sedang duduk, Delisa yang mengenal salah satunya langsung berdiri saat melihat seorang gadis yang sangat dia kenali pergi menjauh dari ketiganya.


Dea hanya memandang punggung Delisa saat itu juga.


Kamelia yang saat itu sedang duduk bersama ketiga seniornya.langsung berdiri dan berjalan ke arah sungai.


Sesaat dia menghirup udara segar itu pagi hari.

__ADS_1


Namun tiba-tiba seseorang datang dan menepuk bahunya pelan sehingga Kamelia langsung menoleh dan tersenyum ke arah orang tersebut.


" Ngapain sendirian di sini " tanya Delisa


" Iya menikmati udara pagi aja " seru Kamelia sambil tersenyum ke arah Delisa saat itu


" Oh gitu " seru Delisa sambil tersenyum lalu duduk di samping Kamelia yang duduk di atas rumput hijau.


" Hmmm " dehem Kamelia lalu menatap lurus, seketika hening sesaat. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan beberapa orang dari belakang keduanya.


Delisa menoleh dan melihat siapa yang memanggil Kamelia. Sedangkan Kamelia hanya bisa menatap lurus aja, karena dia sangat tau itu suara siapa.


" Hai " sapa orang tersebut


" Haii Sania, Anifah, Ratih " sapa Delisa ramah pada ketig gadis itu.


" Mel are you oke 👌" seru Sania sambil mengapitkan jari telunjuknya ke ibu jari.


" Oke kenapa? " seru Kamelia tanpa menoleh ke samping.


Sesaat Kamelia terdiam lalu


" Diva kenapa ya " seru Kamelia sambil menatap ke arah lapangan.


...Dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah lapangan dengan diikuti keempat gadis tersebut....


" Terkadang aku heran dengan mereka bermain aja mereka gak bisa serius dan aku juga baru lihat mereka mau gabung ikut basket ball 🏀perasaan selama ini mereka gak pernah mau gabung klub basket mereka ogah ogahan " gumam Kamelia dalam hati sambil berjalan ke arah lapangan.


Sesampainya di tepi lapangan dia dapat melihat ketujuh sahabat nya sedang latihan bersama Renita cs namun pandangan Kamelia tertuju pada Diva dan Sekar


" Lo cuman ngelihatin sahabat lo yang terluka saja lo gak ada niat menolong " seru seseorang di balik punggung Kamelia


Dengan cueknya dia mengangkat kedua bahunya tanda dia tidak peduli.


Lalu dia berjalan ke arah tenda dan mengambil kotak obat dan kembali ke lapangan hal itu membuat yang lainnya heran.


Lalu dengan kasar Kamelia menarik lengan Diva untuk berpindah di bantu oleh Sekar juga.


Setelahnya Kamelia membalut luka Diva dengan kain perban karena luka di lututnya juga parah.


Dengan diam Kamelia terus membalut kan obat merah ke lutut Diva


Sedangkan kedua gadis itu hanya diam saja.


Setelah membalut luka Diva, Kamelia sengaja menekankan lukannya Div sehingga gadis itu meringis kesakitan.


" Awwww ssshh perih " seru Diva pelan.


Kamelia tidak peduli dengan rintihan Diva.


Diva yakin Kamelia sengaja menekan lukanya.


Sesaat dia menatap ke arah Kamelia lalu dia tersenyum ke arah Kamelia

__ADS_1


" Terimakasih Mel " seru Diva tulus namun di balas dengan deheman oleh Kamelia


" Hemmmm " dehen Kamelia lalu berdiri dari posisinya saat ini dan berjalan keluar lapangan menuju tenda untuk meletakan kotak obat.


Sedangkan kedua temannya itu melihat jelas bagaimana perlakuan Kamelia terhadap mereka terkesan dingin dan datar


" Gue salah dalam berbicara? "gumam Diva pelan


" Makanya kontrol bicaramu kalau mau bicara itu " seru Sekar dengan ketusnya


" Iya iya ma'af "seru Diva cemberut.


Setelah masuk tenda Kamelia tidak keluar tiba-tiba dia langsung merebahkan tubuhnya


" Akh lelah sekali " Kamelia berguman.


Sedangkan keempat gadis itu menunggu Kamelia dari luar tenda.


" Meli mana " seru Sania ketiganya mengangkat kedua bahu tanda tidak tahu.


" Kameliaaaa " teriak Sania


Kamelia yang belum sepenuhnya tidur pun langsung bangun dari tidurnya dan menepuk keningnya


" Astaga Sania Delisa oh my 😲😇 " pekik Kamelia lalu langsung keluar tenda.


" Ada apa? " tanya Kamelia tanpa dosa.


" Ish kok lama di dalam " seru Sania


" Aku sempat rebahan bentar " seru Kamelia jujur.


" Astaga... jadi kalau aku gak manggil kamu, haduuuh pastinya tidurnya gak tau dah " seru Sania sambil memutar tubuhnya


" Kita mau ngpain? " tanya Delisa pada Sania.


" Ya terserah kita mau ngapain yang penting bahagia. " seru Anifah.


" Main itu tantangan atau kejujuran " seru Ratih senang


" Astaga bukan saatnya kita main bareng " seru Kamelia frustasi.


" Emang kamu ada tugas lagi Mel? " tanya Sania pada Kamelia.


" Iya nih aku mau buat laporan dulu kalian kalau mau jalan-jalan silakan " seru Kamelia kepada keempatnya


" Yaudah kita temenin buat laporannya. " seru Sania


" Gak usah kalian nikmati aja suasana nya " seru Kamelia sambil tersenyum.


" Beneran gak mau di temenin sama kita " seru Ratih


" Iya.. udah sana gih selamat menikmati suasana nya ya " seru Kamelia sambil tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah lain meninggalkan keempat gadis tersebut yang hendak pergi ke arah taman untuk menikmati suasananya.

__ADS_1


...🌺🌸🌼🌻🥀🌹🌷💐🌾🍄🍁🎋🍃...


...ೋ❀❀ೋ═══ BERSAMBUNG ═══ೋ❀❀ೋ...


__ADS_2