PENGORBANAN KAMELIA

PENGORBANAN KAMELIA
FILOSOFI PULPEN


__ADS_3

Senin pagi Kamelia pergi ke kampus dengan diantar oleh suaminya.


Karena Kamelia ada jadwal mata kuliah pagi, makanya dia datang lebih pagi sekali, sehingga dia dapat menghindar dari orang-orang yang ingin dia hindari.


Sesampai di kampus Kamelia langsung berlari ke dalam kelasmya sambil.menaiki anal tangga dengan cepat sambil membawa ras laptop miliknya di tangan. dengan langkah seribu Kamelia berjalan menuju lantai atas.


" Huuuuuuu akhirnya " seru Kamelia sambil menghela nafasnya ..


Tak lama kelas sudah terlihat ramai,


" Pagi Mel " sapa beberapa teman Kamelia


" Pagi Kinanti, pagi juga Arwah ... " seru Kamelia.


" Meliiiiii " pekik gadis yang di panggil Kamelia oleh Arwah tadi


" Apaaan sih " seru Kamelia yang sibuk dengan laptopnya


" Namaku bukan Arwah... tapi Arwina ingat ya A R W I N A " seru Arwina dengan mengeja namanya.


" Iya Win iya maaf maaf " seru Kamelia santai


" Mel tugas kamu sudah selesai belum ? " tanya Kinanti pada Kamelia.


" Baru selesai " seru Kamelia sambil menutup layar laptopnya

__ADS_1


" Sudah kamu print belum " seru Kinanti


" Kamu gak baca grup kara bapak kirimkan saja lewat email nya " seru Kamelia


" Oh belum " seru Kinanti.


" Arwina aku boleh pinjam pulpen gak " seru Kamelia pada Arwina, padahal Kamelia memiliki pulpen.


" Boleh ini " seru Arwina sambil memberikan pulpen miliknya kepada Kamelia.


" Kamu tau hak pulpen ini ibaratkan jodoh " seru Kamelia sambil menunjukan pena itu dengan dia tegakan dintwlapak tangannya. Kamelia memggengga erat pulpen tadi


" Emang kenapa begitu Mel " seru Arwina dan menatap.Kamelia dengan cepat


" Kalau jodoh kamu memang gak akan ketukar sekali pun dia bersama orang lain tetapi dia akan kembali kepadamu, namun jika tanpa sengaja pulpen ini hilang makanya orang bilang jodoh itu ibarat pulpen yang katanya kalau gak hilang ya diambil teman. " helas Kamelia


" Terus nah tadi kan aku minjam ke kamu nih... kamu kasih " seru Kamelia dan dianggukan kepala oleh Arwina.


" Kalau seandainya pulpen ini gak aku kembalikan bagaimana ? " tanya Kamelia


" Hmmmm ya aku iklasin aja ke kamu karna bukan rejeki aku " seru Arwina.


" Good tapi kalau dia pacar kamu, apa kamu iklas memberikan dia kepada teman kamu secara dia kamu sudah memperbolehkan dia untuk bersama teman kamu " seru Kamelia


" Ya mau gak mau suka gak suka kita haris iklaskan , bukan begitu kan " seru Arwina sambil menatap kedua temannya itu.

__ADS_1


" Oke good aku jadi paham arti makna apa yang kamu katakan tadi Mel " seru Kinanti sambil melirik Kamelia yang duduk di sampingnya Arwina..


" Emang apa yang bisa kamu dapat dari kata-kata aku barusan ? " tanya Kamelia pada Kinanti.


" Kita harus bisa menjaga apa yang sudah milik kita , namun jika tidak bisa dia akan menjadi seperti pulpen tersebut... kalau gak hilang ya di ambil teman " seru Kinanti semangat...


" Goood👍 " seru Kamelia sambil mengacungkan ibu jarinya di hadapan Kinanti.


" Ya sudah aku balik ke tempat duduk aku ya " seru Kamelia sambil berbalik arah le tempat duduknya seketika dia kaget saat melihat Diva cs sudah datang dan menatapnya.


Posisi Kamelia saat berbicara kepada kedua temannya itu sedang membelakangi pintu masuk.


" Hai Div sudah lama datangnya " seru Kamelia bertanya basa basi


" Sudah sejak kamu membahas filosofi pulpen " seru Diva


" Ternyata kamu lebih cocok jadi dokter cinta,,, " seru Selvina.


" Hmmm benar banget " celetuk Sahara dari arah belakang punggung Selvina.


Kamelia hanya menganggukan kepala saja tanpa menoleh ke belakang.


Tak lama dosen masuk dan memulai mata kuliahnya.


...🌻🌻🌻BERSAMBUNG 🌻🌻🌻...

__ADS_1


__ADS_2