
Pagi Hari di sebuah kampus MB seorang gadis yang tak lain tak bukan Clarissa Defika sedang melamun di kelasnya pagi itu. Namun lamunannya terhenti kala sahabatnya menegur dirinya.
" Pagi-pagi jangan melamun neng " seru salah satu sahabatnya.
" Gue gak melamun Fanya Adelina " seru Clarissa.
" Terus lo kenapa diem sariawan lo " seru Fanya
" Enggak, eh iya yang lain pada kemana kok belum pada kelihatan " seru Clarissa mengalihkan pembicaraan.
" Si Tasyah katanya lagi di toilet, kalau Salwa dia masih otw, nah kalau Ameta, lagi di kelas doi nya, sama Kayla juga. " seru Fanya.
" Oh gitu " seru Clarissa.
Tak lama dari itu tiba-tiba seseorang masuk dan menatap ke arah 2 gadis itu.
" Pagi guys " sapa gadis itu.
" Pagi juga Tasyah Rosmalah " seru kedua sahabatnya itu bersamaan.
" Woi nama gue Tasyah Rahardi bukan Rosmalah gilak ya kalian " protes Tasyah.
" Iya syah iya " seru keduanya.
" Pagi guys " sapa beberapa orang dari arah pintu
" Siang " seru Clarissa, Fanya, dan Tasyah bersamaan lalu ketiganya saling pandang.
" Buta ta kalian ini tuh masih pagi " seru salah satu dari 3 gadis yang baru masuk.
" Eh Kayla, lo diem deh kita tuh ini masih pagi udah ih mending lo diam " seru Tasyah pada gadis yang bernama Kayla
" Hmmmmm " dehem Kayla.
" Lagi pada ngapain sih " tanya Meta.
" Ini ta kita tuh lagi nyantai tanpa diskusi " seru Fanya.
" Udah kita duduk dulu gih bentaran lagi pak Abdul datang " seru Salwa
" Wa lo kenapa ? " tanya Clarissa
" Gue!!! " seru Salwa sambil menunjukan dirinya sendiri.
" Iya lo kenapa !!! " seru Clarissa
" Gak apa-apa " seru Salwa sambil berjalan ke arah tempat duduknya
" Aneh lo " seru Meta pada Salwa, namun gadis itu hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
" Gue sih udah biasa sama sikap dinginnya dia, sikap Salwa ngingetin gue sama si gadis mulut pedas itu apa kami bisa ketemu ya " gumam Clarissa dalam hatinya.
__ADS_1
Tak lama dosen masuk kedalam kelasnya.
Beberapa jam kemudian.
" Guys caffe depan yuk gue lagi pen yang pedes-pedes ini " seru Meta
" Ke Met " seru yang lainnya bersamaan.
Keenam gadis itu pergi ke caffe Strana yanh berada tepat di depan kampus mereka.
" Wa lo kan punya tan di kampus K, cobain deh lo tanyain ke dia, dia kenal gak sama yang namanya Lia gitu " seru Clarissa membuat gadis yang bernama Salwa itu terbatuk
" Uhuk uhuk uhuk , "
" Apaaa lo bilang apaan tadi Lia " seru Salwa mengulang kata Lia pada Clarissa
" Iya kok lo kaget gitu sama.omongan gue " seru Clarissa
" Lo kenal sama hang namanya Lia " sambung Clarissa
" Enggak " seru Salwa sambil mengeluarkan handphonennya
" Gue telfon bentar " seru Salwa lalu menelfon temannya.
Tak lama telfon pun tersambung dari sebrang.
📞..." Hallo Sandra lo dimana ? " - Salwa
📞..." Lo bisa gak datang ke caffe Strana depan kampus gue " - Salwa.
📞..." Bisa - bisa gue kesana " - Sandra
📞..." Oke gue tunggu bye tut tut tut " - Salwa
Sambungan telfon pun terputus dan mereka menunggu kedatangan Sandra.
15 menit kemudian orang yang di tunggu pun tiba..
" Hai Wa pa kabar lo ??? " seru Sandra sambil menyapa Salwa.
" Duduk dulu " seru Salwa pada Sandra.
" Ada apaan...? " tanya Sandra to the point
" Itu teman gue mau bicara sama elu " seru Salwa sambil menunjuk ke arah Clarissa
" Ada apaan ya ? " tanya Sandra sambil menatap ke arah Clarissa
" Gini lo kenal gak sama yang namanya Lia ? " tanya Clarissa pada Sandra.
" Lia ... lia... hmmmm. " pikir Sandra mengulang lata LIA
__ADS_1
" Keknya gak ada deh yang namanya Lia di kampus gue " seru Sandra.
" Akh masih sih, setau gue dia anak kampus situ kok " seru Clarissa yakin
" Lo yakin namanya cuman Lia doang " seru Sandra.
" Iya dia cuman bilang namanya Lia aja " seru Clarissa
" Emang lo ada urusan apaan sama dia, coba deh nantik gue tanyain teman gue kalau ada yang tau ya " seru Sandra
" Hmmmm " seru Clarissa bingung.
" Gue yakin yang dimaksud sama dia ini Kamelia gue gak bisa kasih tau kalau gue kenal sama Mel apa lagi Mel bilang jangan Salwa sampai tau kalau dia sama gue satu kampus bisa-bisa hari ini juga gue akan digantung sama mel akh gak mau gue " gumam Sandra dalam hatinya.
" San lo gak lagi nyembunyiin sesuatu kan sama gue " seru Salwa penuh selidik.
" Enggak, kenapa emang ? " seru Sandra lalu bertanya.
" Ya siapa tau lo nyembunyiin sesuatu ke gue " seru Salwa
" Gak ada kok tenang aja gue lagi gak nyembunyiin apa-apa " seru Sandra sambil tersenyum.
" Tapi gue merasa lo nyembunyiin sesuatu San, awas aja kalau lo nyembunyiin sesuatu sama gue , gue gak akan maafin elu " gumam Salwa dalam hatinya sambil menatap Sandra dengan tatapan tajam, sedangkan yang di tatap hanya cuek itik saja.
" Yakin lo gak kenal sama Lia nih " seru Clarissa kembali.
" Enggak gue gak kenal coba deh lo telfon gitu " seru Sandra.
" Itu dia masalahnya gue gak sempat mintak nomonya " seru Clarissa
" Coba deh lo mintak ke dia tanyain nama lengkapnya siapa ? " seru Sandra pada Clarissa
" Na iya ya yaudah gue pamit dulu a gue mau ke tepi danau siapa tau dia ada di sana " seru Clarissa sa.bil berdiri.
" Emang lo ngapain le tepi danau " seru Salwa
" Kemaren waktu gue patah hati dia ada di tepi danau ya gue kesana karna gak sengaja dengar kekesalannya karna teman-temanya mengkhianati dia dia hanya di manfaatkan di tim vollynya " seru Clarissa saat itu juga Sandra terbatuk mendengar penuturan dari Clarissa
" Uhuk uhuk uhuk "
" Tadi lo bilang apa dia hianati karna hanya dimanfaatin teman-temannya gitu " seru Sandra dan dianggukan kepala oleh Clarissa
" Lo kenal kan " cecar Clarissa
" Maaf gue harus pergi " seru Sandra sambil berdiri dan membayar tagihan minumannya dan berlalu dari caffe itu
" Yaudah gue juga balik ya siapa tau gue ketemu sama dia " seru Clarissa sambil berpamitan pada yang lainnya
" Oke lo hati-hati jangan nyebut ya ke danau " ledek Kayla
" Asem lo " seru Clarissa dan berlalu begitu saja.
__ADS_1
...💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐...