Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
100. Claudia meminta cerai


__ADS_3

Akhirnya semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga kediaman Claudia dan Rangga.


"Maaf karena mengundang kalian semua malam-malam ke sini, tapi malam ini aku ingin membicarakan masalah yang sangat penting, makanya jadi merepotkan kalian semua." Kata Claudia mengawali pembicaraan.


Windri akan membuka mulutnya untuk berbicara ketika tiba-tiba saja pintu dibuka dengan keras lalu seorang pria yang terlihat berantakan memasuki rumah.


Claudia hanya menghela nafas melihat orang itu, siapa lagi kalau bukan suami nya?!!


Sementara Windri, perempuan itu begitu terkejut, dia langsung berdiri menghampiri anaknya untuk membantu pria itu berjalan dengan stabil.


Tapi dia baru menyentuh tangan Rangga saat Rangga menghempaskan tangannya lalu berteriak.


"Jangan pedulikan aku sampai istri dan anakku kembali!!" Teriak Rangga dengan keras lalu pria itu kembali melanjutkan langkahnya dengan sempoyongan memasuki kamar Vierra.


"Sayang!!!" Terdengar suara Rangga dari kamar lalu diikuti suara pintu yang ditutup dengan keras.

__ADS_1


Semua orang terdiam memandangi kamar Rangga.


Siapa yang menyangka kalau Rangga yang selalu tenang saat menghadapi masalah ternyata menjadi begitu pemarah hanya karena masalah wanita.


"Hm,, tidak usah perdulikan dia, dia akan bangun lagi besok pagi lalu kembali lagi ke bar untuk mengisi perutnya dengan alkohol. Oya,, karena suasana sedang tidak enak maka aku akan langsung saja." Ucap Claudia melihat ke arah Ibu mertuanya yang kini berjalan kembali duduk di samping suaminya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Aldan.


"Begini, Jadi sebenarnya aku dan Rangga memang sudah lama menikah, tapi kami berdua belum pernah saling menyentuh. Bahkan kami berdua terakhir kali bersentuhan adalah ketika kami duduk di pelaminan. Jadi--"


"Kak Claudia serius?" Satya memotong ucapan Claudia sebab dia benar-benar tidak percaya bahwa selama menikah Rangga dan Claudia tidak pernah saling bersentuhan.


"Jadi masalah Rangga dan Vierra benar-benar tidak ada hubungannya denganku dan sama sekali tidak mempengaruhi ku, hanya saja,, saat ini sepertinya adalah waktu yang tepat untuk mengatakan isi hatiku, bahwa aku,, ingin bercerai dengan Rangga." Ucap Claudia.


Semua orang yang ada di tempat itu begitu terkejut mendengar penjelasan Claudia.

__ADS_1


Awalnya mereka semua meminta Claudia tinggal bersama mereka di rumah mereka karena takut perempuan itu akan tertekan dengan keadaan Rangga.


Tapi ternyata Claudia sama sekali tidak memiliki kepeduliannya terhadap pernikahan nya dengan Rangga.


"Sayang, Apa kau serius dengan ucapanmu barusan?" Tanya Kartika menggenggam tangan putrinya.


"Ibu,, aku benar-benar serius. Hah,, Bukankah aku pernah bilang ke ibu kalau aku tidak menginginkan sebuah pernikahan?" Tanya Claudia pada ibunya.


"Iya,, itu memang pernah tapi Ibu pikir waktu itu kau hanya bercanda." Ucap Kartika yang memang tak percaya bahwa putrinya sama sekali tak peduli dengan pernikahan.


Claudia menghela nafas, "Hah,, itu adalah kenyataannya. Jika bukan karena alasanku menikah dengan Rangga ialah demi meningkatkan bisnis keluarga maka aku tidak akan pernah menyetujuinya.


"Jadi,, Aku hanya ingin mengatakan pada kalian para orang tua supaya berhenti menjodoh-jodohkan seseorang. Kalian lihat saja Rangga sekarang, setiap hari kerjaannya hanya minum alkohol dan tidur di kamar Vierra.


"Kalau sekarang kalian pergi mendekat ke pintu kamar itu, kalian akan mendengar suara Rangga yang terus mengigau ngigau memanggil nama Vierra. Dia terlihat tidur sepanjang malam tapi pria itu sama sekali tak berhenti menyebut nama Vierra.

__ADS_1


"Kadang aku pikir dia hanya sengaja tapi ketika aku melihatnya dia sesekali mendengkur lalu kembali mengucapkan nama Vierra. Hah,,, dia tidak akan bisa bertahan tanpa Vierra." Ucap Claudia menatap ke arah pintu kamar Rangga.


Meski dia sama sekali tidak menyukai Rangga, tetapi melihat pria itu terus menderita karena Vierra dia juga merasa kasihan pada pria itu.


__ADS_2