
Akhirnya, Ketiga orang itu telah duduk di meja yang dipesan oleh Satya.
Rangga duduk bersampingan dengan Satya sementara Vierra duduk tepat di depan Satya.
Hal itu membuat Rangga sedikit tidak nyaman, Mengapa perempuan di depannya tidak duduk tepat di depannya dan memilih duduk tepat di depan Satya??
Namun, meski pria itu merasa kesal, dia tidak mengatakan apapun dan hanya memperhatikan Satya dan Viera yang sedang sibuk memesan menu makanan.
"Ayo pesan iga," ucap Vierra menunjuk salah satu menu di buku menu lalu mereka segera memesannya.
Setelah mendapatkan pesanannya, Satya menoleh pada Rangga, "Kakak mau pesan apa?" Tanyanya.
"Sama dengan kalian saja," jawab Rangga dengan suara datar.
"Kalau begitu kami pesan 3 menu makanan yang sama." Ucap Satya pada pelayan.
Sang pelayan yang bertugas menganggukkan kepalanya, "Baik Tuan," jawabnya lalu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
__ADS_1
Sembari menunggu pesanan datang, Satya melihat ke arah Vierra, "Aku dengar ada banyak proyek yang dikerjakan oleh perusahaan kita, Apakah kau menangani salah satu proyek?" Tanya Satya.
Jika Vierra menangani salah satu proyek maka dia akan memohon pada kakaknya supaya pria itu memberikannya kesempatan untuk menangani proyek yang sama dengan yang ditangani Vierra.
Dengan begitu, dia akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berdekatan dengan Vierra.
"Aah, ya, aku mengerjakan satu proyek. Biar kuperlihatkan padamu," kata Vierra merogoh tasnya untuk mendapatkan ponselnya, tapi beberapa saat, gerakan perempuan itu terhenti dan tersenyum konyol pada dirinya sendiri.
Satya yang memperhatikan Viera langsung bertanya, "Ada apa?"
"Ah,, iya, Aku belum mengganti ponselmu. Akan kuusahakan setelah pulang kerja nanti untuk mencari ponsel pengganti untukmu." Ucap Satya merasa bersalah pada perempuan di depannya.
Vierra menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu buru-buru, lagi pula Aku tidak terlalu membutuhkan ponselnya." Ucap Vierra.
Satya dan Vierra terus berbincang mengabaikan Rangga yang sedari tadi terdiam mendengarkan percakapan kedua orang itu.
Namun begitu, Rangga diam-diam mengambil ponselnya lalu dia mengirim pesan pada asistennya untuk mencari sebuah ponsel baru yang sedang trend di gunakan oleh perempuan.
__ADS_1
Beberapa menit, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
*Tuan, ini adalah tiga tipe ponsel teratas yang digemari pada 2 bulan terakhir.*
Rangga melihat ketiga ponsel itu dan memilih sebuah ponsel dengan harga yang paling mahal.
"Aku mau ponsel ini sudah kudapatkan sebelum jam kerja berakhir." Ketik Rangga lalu mengirimkannya pada asistennya.
Setelah selesai mengirimkannya, pria itu tersenyum menatap Vierra yang sedang bercerita dengan senyum cerianya.
"Benarkah? Jadi selama ini kau benar-benar belum pernah berkenalan dengan seorang pria? Tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan pria?" Tanya Satya yang terkejut mendengar Vierra mengatakan bahwa dia belum pernah berkencan.
"Ya,, selama ini aku tinggal di kediaman keluarga Faraday dan aku selalu dilarang untuk berkenalan dengan pria. Lagi pula aku selalu bersekolah dan satu kelas dengan Kak Claudia, jadi dia terus mengawasiku setiap hari." Cerita Vierra didengarkan oleh Satya dan Rangga.
"Wahh,, kau menceritakannya dengan wajah yang penuh senyuman seperti itu, kau benar-benar tidak keberatan diatur seperti itu?" Tanya Satya.
Vierra tersenyum ke arah Rangga, 'Tentu saja aku tidak keberatan karena selama ini aku sudah memiliki seorang pria yang mengisi hatiku. Pria itu tidak tergapai jadi buat apa aku berkencan dengan pria lain?' pikirnya dalam hati.
__ADS_1