Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
99. Mengumpulkan keluarga


__ADS_3

Selama satu minggu, Rangga terus mencari Vierra, pria itu tak bisa menemukan Vierra meski dia sudah membolak-balikkan daftar penumpang yang meninggalkan ibukota.


Selain memeriksa daftar penumpang, dia juga memeriksa seluruh tempat di ibukota namun dia tidak menemukan satupun jejak Vierra.


Setiap hari yang dilakukan pria itu hanya mabuk-mabukan lalu kembali ke rumahnya dan tidur di kamar Vierra.


Claudia yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas dan berusaha menahannya setiap hari.


Namun, di hari yang ke-10, perempuan itu tak bisa menahannya lagi, jadi dia segera menelpon kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Rangga agar mereka datang ke rumah mereka.


Windri yang menerima telepon dari Claudia langsung merasa cemas dalam hatinya.


"Sayang, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Windri pada suaminya yang baru saja kembali dari kantor.


Sejak 3 hari yang lalu, Rangga tak pernah lagi datang ke kantor, pria itu terus bermain-main di bar menikmati alkohol lalu kembali ke rumah dan pergi lagi ke bar.


Jadi seluruh perusahaan telah di handle oleh Aldan.


"Apalagi yang bisa kita lakukan? Hah,, sekarang cucu pertama kita entah berada di mana." Pikir Aldan yang lebih fokus pada seorang cucunya yang dikandung oleh Vierra.

__ADS_1


"Kau ini!!! Jangan hanya memikirkan satu sisi saja, tapi pikirkan juga bagaimana perasaan Claudia setelah mengetahui Rangga menghamili adik angkatnya!! Terlebih, Putra kita berubah menjadi kacau sejak kepergian Vierra, Claudia pasti merasa sangat sakit hati..." Ucapin Windri merasa sedih untuk Claudia.


"Sudahlah, kita harus pergi sekarang atau nanti kita akan sampai terlalu malam." Ucap Aldan pada istrinya lalu mereka berdua berjalan keluar dan tak sengaja bertemu Satya yang baru saja kembali.


berbeda dengan Rangga, Satya hanya membutuhkan waktu selama 5 hari untuk uring-uringan karena patah hati, jadi selama beberapa hari ini, pria itu sudah kembali bekerja meski pekerjaannya belum maksimal.


"Ayah dan Ibu mau ke mana?" Tanya Satya.


"Ikutlah dengan kami, kakak iparmu mengundang kita ke rumahnya." Ucap Windri.


Satya berdiri sesaat memandangi ayah dan ibunya yang sudah memasuki mobil.


"Bagaimana keadaan Kak Rangga?" Tanya Satya.


"Apalagi yang kau tanyakan? Semua ini juga salahmu. Entah berapa lama tubuh kakakmu akan bertahan ketika pria itu terus mengisinya dengan alkohol dan menolak untuk makan.


"Hah,,,, Ibu tak pernah berpikir kalau anak pertama ibu akan menjadi kacau seperti ini karena masalah wanita." Ucap Windri menghela nafas sembari memijat keningnya yang terasa ingin meledak.


Satya tidak menjawab ibunya, pria itu hanya diam saja, tapi dalam hatinya Satya merasa sangat kesal atas keputusan yang sudah ia ambil.

__ADS_1


'Hah,, seandainya waktu itu aku tidak mengambil keputusan secara sepihak. Sekarang Vierra entah berada di mana dan Kak Rangga uring-uringan seperti orang gila. Kak Claudia juga pasti merasa semakin terpukul saat melihat kondisi Kak Rangga.' ucap Satya yang sangat menyesali keputusannya.


Seandainya dulu dia tidak memaksakan perjodohan maka mungkin saja situasinya tidak akan seperti ini. Tapi karena keputusannya, ada banyak orang yang akhirnya tersakiti.


Setelah mengendara selama 20 menit, akhirnya mobil mereka terparkir di depan rumah Claudia.


Saat mereka turun dari mobil, keluarga Faraday juga baru saja tiba, jadi mereka saling sapa satu sama lain.


Windri dan suaminya merasa sangat bersalah pada keluarga Faraday karena kelakuan dua anaknya hingga akhirnya dua anak perempuan dari keluarga Faraday harus tersakiti.


"Kartika,, aku sangat minta maaf atas segala perkara yang ditimbulkan oleh Putraku. Hal ini pasti sangat menyakiti kalian keluarga Faraday." Ucap Windri saat dia bersama Kartika menyusul 3 orang yang lebih dulu memasuki rumah.


Kartika menghela nafas, "Hah,, situasi ini memang sangat sulit, Aku juga merasa tertekan menghadapinya. Tapi semua ini juga salah kita para orang tua yang terlalu memaksakan perjodohan anak-anak kita.


"Hah,, seandainya kita lebih memikirkan perasaan mereka, maka hal seperti ini tidak akan pernah terjadi." Ucap Kartika yang juga menyalahkan dirinya sendiri.


Selama kepergian Vierra, perempuan itu juga terus berenang hingga dia menderita insomnia memikirkan Putri angkatnya yang entah di mana.


Sedangkan Vierra tidak hamil saja, dia akan terus khawatir. Apalagi saat ini, perempuan itu sedang mengandung cucu dari keluarga Faraday,,, jadi dia sangat mencemaskan Vierra dan bayi yang dikandungnya.

__ADS_1


__ADS_2