Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
51. Bolehkah aku melakukannya?


__ADS_3

Satya mendengus kesal lalu melihat Rangga, "Aku tidak akan membiarkan Kakak pergi sendiri ke kamar Vierra, aku akan pergi mengawasi kalian!!" Katanya dengan suara tegas.


Rangga mengerutkan keningnya, "Baiklah," jawab Rangga dengan singkat.


Rangga segera membawa Viera ke gendongannya lalu pria itu berjalan ke kamar diikuti oleh Satya.


Tetapi, baru beberapa langkah saja dan Satya merasa tubuhnya sudah tidak bisa lagi berjalan dengan baik.


Rangga menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Satya, "Pergilah tidur atau besok pagi kau akan mempermalukan dirimu sendiri di depan klien." Katanya pada Satya.


"Ugh,, tapi aku,,"Satya masih ingin mengikuti dua pria itu, tetapi menyadari kepalanya semakin berat, Satya menggelengkan kepalanya.


"Hah,, baiklah,, jangan macam-macam padanya dan segera keluar dari kamarnya setelah mengantarnya!!" Kata pria itu berbalik sempoyongan menuju ke kamarnya.


Tidak menghiraukan Satya, Rangga kembali melanjutkan langkahnya ke kamar Vierra.


"Ng!!!" Vierra menggeliat di gedongan Rangga.


Tangannya tanpa sengaja menggapai kemeja pria itu hingga menariknya dengan keras.


Kancing kemeja Rangga terlepas dan tergelincir ke lantai kamar Vierra.

__ADS_1


"Uhh!!" Vierra merasa sakit pada tangannya yang tergores oleh kancing jadi dia membuka matanya dan terkejut dengan pemandangan indah di depannya.


Dada bidang yang menggoda!!!


Dengan setengah kesadarannya, Vierra mengulurkan tangannya ke sela-sela kancing kemeja serangga yang terbuka dan menyentuh dada pria itu.


"Dada ini,, sangat kekar!!!" Katanya sembari tersenyum meraba-raba dada milik Rangga.


Rangga sudah tiba di pinggir ranjang, tetapi melihat perempuan itu menikmati posisi mereka, ia mengurungkan niatnya untuk meletakkan Vierra di atas ranjang.


Pria itu malah tertunduk melihat wajah Vierra yang memerah menatap dadanya, "Kau suka?" Tanyanya pada Vierra.


"Hmm!! Ya! Kau pria yang kekar dengan dada yang sekksi!!" Ucap Vierra memuji Rangga sembari mengulurkan tangannya yang lain menyentuh bibir Rangga.


Rangga memperhatikan gerakan Vierra, dan tanpa bisa menguasai dirinya pria itu menundukkan kepalanya merasakan bibir Vierra yang telah basah.


Sedari kemarin dia sudah kesal melihat Vierra terus berdekatan dengan Satya jadi kali ini dia akan membuat perempuan itu sepenuhnya menjadi miliknya agar lain kali Vierra bisa menjaga diri untuk tidak terlalu dekat dengan Satya!!!


"Ng!!" Vierra terkejut, tapi detik berikutnya dia menikmati ciuman lembut yang diberikan Rangga.


Tangannya yang berada di dada Rangga bergerak liar merasakan dada bidang pria itu hingga ia merasakan punggungnya diletakkan di tempat tidur yang empuk.

__ADS_1


"Mmhhh!!!!" Vierra merasa dirinya semakin terbang ketika tubuhnya diapit oleh kasur di punggungnya dan dada bidang seorang pria di bagian atasnya.


Perempuan itu bahkan tak malu lagi melingkarkan satu tangannya di leher Rangga dan dengan sedikit kekuatan ia menekan kepala pria itu agar ciuman mereka semakin dalam.


Rangga tersenyum dengan keliaran perempuan itu, dengan satu tangannya digunakan untuk menempuh agar tidak terlalu mendih Vierra, maka tangan yang lainnya menyusup dibalik pakaian Vierra.


'Ini bukan hubungan terlarang karena sesungguhnya kami berdua telah menikah,,' pikir Rangga dalam hati tanpa bisa menguasai dirinya yang sudah terbakar oleh api cinta.


Dia terus membuai Vierra dalam permainannya hingga tanpa sadar keduanya telah polos bersama dan bersiap untuk langkah terakhir mereka dalam penyatuan.


"Bolehkah aku melakukannya?" Tanya Rangga ketika dia bersiap untuk memasuki perempuan itu.


Vierra yang setengah sabar dan sudah dikuasai oleh seluruh angan-angannya untuk memiliki Rangga tak mampu lagi menolak, dari setengah kesadarannya perempuan itu menganggukkan kepalanya sembari menikmati sentuhan-sentuhan Rangga yang tak pernah berhenti menyapu kulitnya.


"Kalau begitu aku lakukan sekarang."


"Ngg!!!"


"Hah,, mmmhhh......"


"Akhh!!"

__ADS_1


"Hah...."


__ADS_2