
"Maaf tadi membuat kalian khawatir." Ucap Rangga mengagetkan semua orang.
Apa yang baru saja dikatakan Rangga?
Maaf?!
"Hah,, Kakak!! Kau baru saja bilang apa? Maaf?!" Satya bertanya dengan raut wajah tak percayanya.
"Astaga,, anakku!!!" Windri langsung berdiri memeluk putranya, "Apakah Claudia sudah membujukmu sampai kau meminta maaf? Ha ha ha.... Sungguh keputusan yang tepat menikahkanmu dengan Claudia," ucap Windri merasa sangat senang.
Kartika juga merasa terkejut, "Benarkah? Ini suatu kemajuan yang bagus!!" Kata Kartika yang merasa sangat senang karena ternyata putrinya yang keperas kepala itu bisa melunakkan hati Rangga.
Semua orang tahu bahwa Claudia adalah perempuan yang bersikap acuh tak acuh pada apapun yang ada di sekitarnya.
Bahkan jika terjadi pembunuhan di depan perempuan itu, Claudia mungkin tidak akan memperdulikannya jika hal itu tidak merugikannya.
Jadi sekarang ketika Claudia benar-benar mau membujuk suaminya yang sedang marah maka Kartika merasa sangat senang.
Ternyata Rangga bisa mengubah putrinya!!!
"Benar-benar pilihan yang tepat untuk menjodohkan mereka." Arman merasa sangat senang.
__ADS_1
Rangga mendengarkan orang-orang yang kini memuji hubungan mereka lalu menoleh pada Vierra yang tampak terdiam sambil menunduk.
"Kami harus pulang sekarang!" Kata Rangga merasa kesal.
"Eh apa?!! Bagaimana bisa pulang?! Pokoknya malam ini kau dan Claudia harus menginap di sini!!!" Ucap Windri yang tidak menyetujui kalau putranya meninggalkan rumah mereka.
Kartika mengangguk, "Benar sekali, lagian besok adalah hari Minggu jadi tidak ada yang pergi ke kantor. Lalu Vierra akan pulang bersama kami, iyakan Nak?" Tanya Kartika pada Vierra dengan wajah antusiasnya.
Akhirnya setelah lama berpisah rumah dengan Putri angkatnya, sekarang dia bisa membawa Vierra kembali.
"Eh? Iya Bu," jawab Vierra dengan enggan sembari melirik ke arah Rangga yang masih berdiri di tempatnya.
"Kalau begitu, sepertinya kami juga harus pergi sekarang karena malam semakin larut." Ucap Arman berdiri menyalami besannya dan semua orang lalu membawa Vierra dan istrinya.
"Vierra, Bagaimana kalau besok pagi kita pergi jalan-jalan?" Tanya Rangga sembari tersenyum ke arha Vierra.
Mendengar putranya mengajak Vierra jalan-jalan, Windri langsung bersemangat berkata, "Benar sekali!! Kalian berdua para lajang juga harus refreshing!! Siapa tahu di refreshing kalian, kalian bisa mendapatkan pasangan hati."
Vierra menolak, "Uh,, ibu, Tapi besok aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang--"
"Hm?!! Tidak ada yang boleh bekerja besok!!!" Kartika memotong ucapan putri angkatnya.
__ADS_1
Viera menghela nafas, "Tapi Bu, aku benar-benar--"
"Sejak kapan Putri Ibu membantah?" Kartika mengangkat alisnya menatap Vierra.
"Baik Bu," jawab Vierra yang memang tak mampu membantah ucapan perempuan itu.
"Bagus!! Kalau begitu aku akan menyiapkan rencana perjalanan kita besok!!" Ucao Satya.
Rangga yang melihat keadaan itu langsung tersenyum dan berkata, "Jangan lupa memasukkan aku dan Claudia ke rencana perjalanan kalian."
Ucapan Rangga langsung membuat Satya merasa ingin menendang bokong kakaknya yang kurang ajar itu.
Dia hendak melakukan PDKT dengan Vierra tapi mengapa harus ada pasangan suami istri menyebalkan yang mengganggu mereka?!!
"Tidak! Hanya kami berdua yang akan pergi!!" Ucap Satya.
"Pokoknya sudah diputuskan, kita akan pergi berempat!" Ucap Rnagga dengan tegas.
Satya langsung mengertakkan giginya lalu melihat pada ibunya, "Ibu, dapatkah kau membantuku?" Tanyanya memelas.
Windri mendesah, "Tidak masalah kalau kalian pergi berempat .Bukankah itu lebih baik? Apa lagi istilah zaman sekarang dengan kencan seperti itu,," Windri tampak berpikir untuk mencari istilahnya.
__ADS_1
"Double date!" Uvap Vierra.
"Ah, ya,, benar!!! Ini juga akan membantu Claudia dan Rangga semakin dekat." Ucap Windri.