
Cukup lama dalam posisi saling berpelukan dan terdiam, Viera akhirnya teringat akan masalah pekerjaan yang harus mereka bahas.
"Itu,, pekerjaan itu--"
"Ssttt,, Apakah kau harus merusak momen kebersamaan kita dengan membahas masalah seperti itu?" Sela Rangga kini melonggarkan pelukannya lalu menarik perempuan itu ke pangkuannya.
Vierra gelapan, dipeluk oleh pria itu saja sudah membuat jantungnya hampir meledak dan sekarang dia berada di atas pangkuan pria itu!!
"Tolong.. say--" Vierra tidak jadi melanjutkan kata-katanya, hanya cuma tanya saja yang terbelalak saat Rangga menghentikan ucapannya dengan membungkam bibirnya.
Pria itu bahkan menggunakan tangan untuk menahan kepalanya hingga Vierra tak bisa mengelak dari ciuman Rangga.
'Apa yang harus kulakukan??' dalam hatinya Vierra kebingungan harus memarahi pria itu ataukah dia harus merasa senang karena apa yang ia cita-citakan selama ini akhirnya terwujud.
Namun mengingat keadaan mereka, dia merasa tidak pantas.
Akhirnya Vierra hanya terdiam saja sampai Rangga berinisiatif melepaskan ciuman mereka.
Keduanya bertetapan, dan Vierra merasa begitu kacau di bawah tatapan Rangga.
__ADS_1
"Ada apa?" Tiba-tiba tanya Rangga ketika melihat perempuan di depannya tampak kebingungan.
Vierra mengerjap, ia berusaha untuk turun dari pangkuan Rangga, "Ini,, aku rasa ini tidak pantas, kita--"
"Kita adalah suami istri, jadi bagian mana yang tidak pantas?" Tanya Rangga menahan Vierra sembari memperdalam tatapannya pada perempuan yang terlihat menghindarinya.
"Itu,," Vierra berusaha melihat ke tempat lain tetapi Rangga memaksanya untuk menatap pria itu.
"Katakan," ucap Rangga.
Vierra mengatup gigi-giginya lalu memberanikan diri berkata, "Kau sudah bersama dengan Claudia, lagi pula pernikahan kita hanya sebatas pernikahan yang terpaksa, kita lakukan karena sebuah kesalahan. Aku tidak mau kalau Kak Claudia sampai terluka ketika mengetahui suami dan adiknya bermain api di belakangnya."
Orang yang dicintai pria itu adalah,,,, dirinya?!!
"Apa yang kau katakan?" Tanya Vierra tak percaya.
Rangga menatap dalam mata Vierra, "Kau tak tahu? Aku sudah mencintaimu sejak lama tapi tidak berani mengatakannya, karena aku tahu keluarga Faraday sudah menjodohkanku dengan Putri mereka dan kau adalah Putri angkat mereka.
"Kalau aku menunjukkan perasaan itu kau akan mendapat masalah di keluarga Faraday. Tapi sekarang,, kita sudah menjadi suami istri, dan aku tidak bisa lagi menahan perasaanku. Biarkan aku memiliki mu sepenuhnya,, ya??" Rangga memohon dengan mata penuh harap.
__ADS_1
Vierra yang melihat perubahan Rangga yang biasanya bersikap dingin dan kaku dan kini memelas padanya,, perempuan itu benar-benar dibuat tercengang.
Lagipula apa yang dikatakan Rangga itu,,, pria itu sebenarnya mencintainya?!!
Vierra berkata, "Itu,, aku--"
"Aku tidak memberi hak untuk menolak. Kau tidak bisa lari dariku! Kalau kau coba-coba lari dariku, aku akan membeberkan hubungan kita pada semua orang!!" Ancam Rangga kembali membuat Vierra tak mampu berkata apapun lagi.
Dalam hatinya dia merasa sangat senang tetapi Tentu saja dia merasa takut pada keluarga Faraday.
"Aku akan memikirkannya," ucap Vierra hendak membuang muka menghindari tatapan Rangga Ketika Rangga kembali menahannya.
Pria itu lalu berkata, "Aku tidak memberimu waktu untuk berpikir karena yang kuinginkan hanyalah jawaban iya. Kau mengerti?!!"
"Eh? I,,, iya," ucap Vierra.
"Bagus, sekarang kita bisa makan," kata Rangga menurunkan Vierra dari pangkuannya mendudukkan perempuan itu di sampingnya lalu memanggil pelayan.
Vierra ".."
__ADS_1