Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
91. Kemarahan Vierra


__ADS_3

"Kau tidak ke kantor?" Tanya Vierra berusaha bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


"Bagaimana bisa aku ke kantor? Hari ini kan kita akan menentukan tanggal pernikahan kita." Ucap Satya langsung membuat Vierra seolah disambar petir yang muncul dari tubuhnya sendiri!!!


"A,, apa katamu?!!" Tanya Vierra dengan suara tercekat.


"Hm,, yang kau dengar barusan itu adalah benar. Aku tidak punya pilihan lain selain memilih cara ini, kau tahu kan apa yang akan terjadi pada Claudia dan Rangga ketika dia mengetahui kau sedang mengandung bayi dari--"


Plak!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Satya.


"Apa hakmu memutuskan jalan hidupku?! Aku tidak pernah meminta agar kau melindungiku!! Sekarang Katakan padaku siapa saja yang mengetahui tentang hal itu?!!" Tanya Vierra begitu marah pada Satya.


Berani-beraninya pria itu memutuskan sesuatu tanpa membicarakannya dulu dengannya.


Memangnya siapa yang mau menghabiskan seumur hidup bersama orang yang tidak dicintai?!!

__ADS_1


Meski ada, tetapi dirinya tidak akan pernah mengambil keputusan konyol seperti itu!!!


"Maaf,, Aku tidak tahu kalau kau akan semarah ini. Tapi yang mengetahui masalah ini hanya Ibuku dan ayahku saja Kami sudah sepakat untuk tidak memberitahukannya pada siapapun lagi bahkan pada ayah dan ibumu juga tidak tahu." Ucap Satya.


Vierra menggertakan giginya menatap pria di depannya, tetapi dia tidak terlalu memperdulikannya dan hanya berjalan pergi memasuki rumah.


Satya menatap punggung Vierra yang menjauhi pria itu lalu mendekat ke arah spion mobil. Ia melihat pipinya yang kemerahan karena bekas tamparan di wajahnya.


"Astaga,, apalagi yang harus kugunakan beralasan?" Ucap Satya merasa frustasi.


Paling tidak jika Vierra ingin menamparnya atau memukulinya sampai babak belur maka lakukanlah itu setelah pertemuan keluarga!!!


Ketika saat dia masuk, semua orang menoleh ke arahnya kecuali Vierra hanya duduk dengan wajah yang datar.


"Lho, Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Windri kebingungan.


Pria itu keluar dengan kondisi yang baik-baik saja tetapi kembali dengan pipi yang.....

__ADS_1


"Jangan bilang Vierra baru saja--" Kartika menoleh ke arah putrinya.


Apakah putrinya baru saja menampar Satya?


"Tidak!! Tadi aku tidak sengaja terjatuh dan uh,, pipiku lebih dulu menyentuh lantai." Ucap Satya menutupi pipinya dengan satu tangannya lalu pria itu duduk di kursi sembari pura-pura menopang kepalanya dengan tangan tepat di pipinya.


Dia tidak mau orang-orang semakin memperhatikan bahwa yang tercetak di pipinya adalah bekas tangan Vierra.


"Ah begitu,, aku pikir putriku sudah manamparmu." Ucap Kartika menghela nafas lega.


Tetapi selain Kartika, semua orang yang ada di situ bisa menebak dengan jelas tentang apa yang sudah terjadi. Apalagi Windri dan suaminya.


'Apakah Satya sebenarnya menceritakan sesuatu yang salah, ataukah ada hal lain yang membuat Vierra menamparnya?' Windri bergumam, sepertinya nanti dia harus kembali menanyai putranya!!


Akhirnya semua orang itu mulai membahas pernikahan Vierra dan Satya lalu di segera diputuskan pernikahan akan digelar minggu depan tepatnya dalam 10 hari lagi.


"Kalau begitu kita semua harus membagi-bagi tugas supaya pernikahan yang mendadak ini bisa berlangsung dengan baik." Ucap Windri lalu mereka mulai membagi-bagi tugas di antara dua keluarga itu.

__ADS_1


Satya dia memperhatikan Vierra yang tampak tak tertarik dengan percakapan itu, 'Sebenarnya apa yang diinginkan Vierra? Apakah dia masih berpikir bahwa dia ingin bersama dengan Rangga?' Satya bertanya-tanya dalam hatinya tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya diam mendengarkan orang tua mereka yang berbicara.


__ADS_2