Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
21. Malam pertama yang terganggu


__ADS_3

Rangga merapikan pecahan uang rp50.000 yang ia dapat dari Alana lalu pria itu menyimpan uang tersebut ke dalam dompetnya dan memasuki kamar pengantinnya.


Pria itu menghentikan langkahnya saat melihat di ranjang pengantinnya ada dua orang perempuan.


Claudia sedang berbaring dalam posisi memejamkan matanya, sedangkan perempuan yang lain duduk di tempat tidur sembari memijat tangan perempuan yang tertidur.


'Kenapa dia di sini?' Rangga merasa malu pada perempuan yang kini menatapnya tanpa menghentikan pekerjaannya.


Dia telah menikah dengan perempuan itu, bahkan dengan lancang telah mengambil kegadisan perempuan itu, namun sekarang, dia membuat perempuan itu berada di kamar pengantin nya bersama perempuan lain!!


Rasa malu yang di rasakan Rangga juga tak lepas dari Vierra, dia terlalu malu menampakan diri di depan pria itu apalagi saat ini dia berada di kamar Rangga dan Claudia.


'Astaga, sekarang ini apa yang ada dipikiran Rangga? Mungkinkah dia berpikir kalau aku ini perempuan yang tidak tahu malu? Sudah membiarkannya menikah dengan Claudia dan sekarang malah dengan tidak tahu malu memasuki kamar pengantin mereka? Aku seolah-olah berusaha mencegah mereka melakukan hal itu,,' Vierra berusaha mengatur nafasnya lalu berkata "Maaf,"


'Maaf?' Rangga mengulangi ucapan Vierra dalam hatinya sembari mendekat pada dua perempuan yang ada di atas ranjang.


"Ini,, Kak Claudia tidak bisa tidur karena dia kelelahan jadi dia memanggilku untuk memijatnya sebelum tidur. Karena dia sudah tidur,, aku akan pamit," ucap Vierra menarik tangannya dari lengan Claudia lalu perempuan itu turun dari Ranjang.

__ADS_1


"Aku permisi," ucap Vierra memakai sendalnya.


Dia merasa sangat malu pada Rangga, dia merasa seperti perempuan yang sedang mengganggu malam pertama suaminya dengan istri kedua suaminya!!


Baru saja akan melangkahkan kaki untuk pergi, tiba-tiba suara Claudia menghentikan langkahnya.


"Pijat lagi kakiku!!" Ucap perempuan itu tanpa membuka matanya.


Vierra yang hendak pergi kini berhenti di tempatnya dan menoleh pada perempuan yang masih tidur terlentang di atas ranjang.


Tidak mungkin Claudia tega membuatnya memijat perempuan itu sampai pagi di depan Rangga?


Ini sangat menyesakkan baginya!!!


"Aah,," dia akhirnya membuka matanya lalu perempuan itu menoleh pada dua orang yang kini berdiri menatapnya.


"Hei,, kau tidak keberatan kalau dia berada di sini memijatku 'kan? Aku tidak bisa tidur karena kelelahan sepanjang hari dan aku tidak cocok dipijat oleh orang lain selain dia!!" Ucap Claudia membuat Vierra semakin erat mengatupkan gigi-giginya.

__ADS_1


Dia merasakan kelopak matanya telah dipenuhi dengan air mata dan nafasnya tak karuan memburu mendengar ucapan Claudia.


Haruskah sampai begini mempermalukannya di depan Rangga?


"Terserah pada kalian saja," ucap Rangga berbalik meninggalkan kamar.


Vierra berdiri memandangi pintu yang telah ditutup oleh Rangga lalu berbalik menatap Claudia yang kini kembali berbaring seperti tidak terjadi apapun.


Situasi macam apa ini?


"Pijat aku," tiba-tiba ucap Claudia Lalu Vierra kembali naik ke ranjang dengan perasaan tak karuannya meneruskan pijatannya pada Claudia.


Sementara Rangga yang berada di luar pintu kamar pria itu berdiri mengepal erat tangannya.


'Apa yang sudah kulakukan?' pria itu mengingat bagaimana Vierra berusaha menahan air matanya.


'Dia pasti sangat tersakiti, ini semua salahku,,,' pikir Rangga dalam hati lalu pria itu memilih menyewa sebuah kamar lain untuk ia tempati malam itu.

__ADS_1


__ADS_2