
Semua orang berkumpul di meja makan lalu Vierra menaruh nasi untuk Claudia dan Rangga.
"Kau tidak mengambilkan nasi untukku?" Satya bertanya pada Vierra saat perempuan itu sudah duduk di tempatnya setelah melayani Claudia dan Rangga.
Vierra langsung memutar bola matanya setelah mendengar ucapan Satya lalu dia menatap pria itu, "Jangan menyuruh-nyuruhku karena aku bukanlah kacung mu!!" Ucapnya kesal.
"Heh,, dasar! Padahal hanya menaruh nasi sebentar saja, itu pun dia tidak bisa melakukannya." kesal Satya yang mengambil sendok nasi lalu mengisi piringnya sendiri.
Vierra memperhatikan pria itu lalu mendengus kesal, "Hanya mengambil nasi seperti itu saja, dia masih menyuruh orang lain untuk melakukannya. Dasar aneh!!" Kesal Vierra.
Mendengar Vierra mengembalikan ucapannya, Satya merasa sangat kesal lalu menatap perempuan yang kini menikmati makanannya.
Dia sangat ingin memarahi perempuan itu, tetapi melihat Claudia menatap ke arah mereka, maka dia berusaha menenangkan amarah dalam dirinya.
'Dasar Vierra!! Seandainya dia bukan perempuan yang mencuri hatiku, aku tidak akan memaafkannya!!!' kesal Satya dalam hati sembari memperhatikan Vierra yang sama sekali tidak memiliki rasa bersalah setelah bertengkar dengannya.
Beberapa saat memperhatikan Vierra, pria itu mengerutkan keningnya saat melihat bibir Vierra masih tampak bengkak dan berwarna sangat merah.
"Bibirmu masih bengkak, apakah kau habis mencium tembok?" Tanya Satya membuat Vierra yang hendak memasukkan daging ke mulutnya langsung berhenti.
__ADS_1
Sementara Rangga dan Claudia, dua orang itu memperhatikan bibir Vierra yang memang tampak bengkak.
'Dasar dua pasangan ini!! Jelas Satya yang membuat bibir Vierra menjadi bengkak, malah sekarang berpura-pura mempertanyakan itu. Mereka pasti sedang bersandiwara supaya tidak ada yang curiga akan apa yang mereka lakukan berdua!' kesal Claudia.
Sementara Vierra, dia menggerutu, 'Sial!! Dasar Satya sialan! Kenapa dia malah mengatakannya di depan Kak Claudia?!!' Gerutu Vierra, tapi kemudian dia menatap Satya sembari melototkan matanya.
"Apa katamu? Bibirku bengkak? Kau ini benar-benar bodoh ya!! Ini adalah tren kecantikan yang sedang kupelajari!!! Bibir yang bengkak itu terlihat seksi!! Seperti ini!!" Vierra memonyongkan bibirnya memperlihatkan sebuah ciuman pada Satya.
Satya yang diberikan ciuman jauh oleh Vierra langsung terpaku di tempatnya, pria itu tak bisa berhenti melihat bibir Vierra yang memang tampak menggoda karena berwarna merah merona dan bengkak.
Ia membayangkan ketika bibirnya mencium bibir itu, pasti akan sangat lembut dan empuk,,, diam-diam dia menelan air liurnya membayangkan dirinya mencium Vierra.
Prank!!!!
"Astaga,," Vierra langsung melihat ke arah Rangga, "Kakak ipar baik-baik saja?" Tanya Vierra.
"Ya,, hanya gelas saja yang jatuh." Ucap Rangga dengan tangan terkepal karena dia masih sangat kesal dengan kejadian yang baru saja ia saksikan di depan matanya.
Adik kandungnya sendiri sedang melihat istrinya dengan tatapan ingin memiliki!!
__ADS_1
"Biar ku bersihkan sebentar supaya nanti tidak ada yang terluka." Ucap Vierra segera bangkit untuk meninggalkan meja makan ketika Rangga memegang tangannya.
"Tidak usah, kita semua memakai sendal jadi bersihkan saja nanti setelah makan malam selesai." Kata Rangga.
"Hei...!!! Kenapa pengang-pengang!!!" Satya yang duduk di samping Vierra langsung mengulurkan tangannya memisahkan dua tangan yang saling bersentuhan.
Dia benar-benar tidak terima kalau Vierra dekat-dekat dengan pria yang sudah bersuami, meskipun itu adalah kakaknya sendiri!!!
"Astaga,, apa sih kau!! Sakit tahu!!" Vierra menggerutu sembari memegangi tangannya yang terlihat kemerahan karena ditarik keras oleh Satya.
Satya mendengus, "Maafkan aku, tapi aku harus melakukannya untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Coba bayangkan,, kalian berdua berpegangan tangan di depan Kak Claudia yang adalah istri sah Kak Rangga, Kak Claudia pasti cemburu, iya 'kan Kak?!" Saatnya bertanya pada Claudia yang duduk dengan wajah yang tenang.
Claudia mengangkat wajahnya menatap Satya, 'Apakah dia takut kalau Vierra mungkin berpaling darinya lalu bersama Rangga? Tapi bagus juga kalau mereka berdua bertengkar, mungkin Satya akan meninggalkan rumah ini agar tidak ada lagi yang diam-diam berbuat tak senonoh di rumah ini!!'
"Jangan tanya aku, aku sibuk!" Ucap Claudia memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya membuat Satya ternganga memandangi perempuan itu.
Baru kali ini dia melihat seorang perempuan yang begitu tidak peduli dengan suaminya!!
Kalau suatu saat Rangga tiba-tiba direbut oleh seorang perempuan apakah Caludia masih akan bersikap tenang seperti itu?!!
__ADS_1