Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
93. Meminjam uang dari Rangga


__ADS_3

Setelah selesai makan di warung pinggir jalan, Vierra dan Rangga keluar dari warung lalu berjalan ke arah mobil Vierra.


Vierra berbalik menatap pria yang mengikutinya lalu bertanya, "Kenapa kau kemari? Di mana kendaraanmu?"


"Kendaraanku sudah dibawa oleh Indri." Ucap Rangga mengulurkan tangannya meminta kunci pada Vierra.


"Ah,," Vierra langsung mengerti dan merogoh tasnya mendapatkan kunci untuk pria itu lalu memberikannya pada Rangga.


Rangga berjalan ke sisi kemudi sembari mengingat Bagaimana Vierra makan 3 mangkok bakso, sementara dirinya satu mangkok pun tak bisa habiskan karena porsi bakso di tempat itu sangatlah besar.


'Aku rasa akhir-akhir ini dia memang makan banyak, tumbuhnya juga semakin gemuk. Apakah dia tidak merasa puas dengan tubuhnya yang kurus?' pikir Rangga sembari membuka pintu mobil lalu pria itu duduk menyalakan mesin kendaraan.


Vierra juga duduk sembari memasang sabuk pengamanny,a ia mengamati Rangga yang fokus pada kemudinya.


'Aku tidak punya banyak waktu karena cepat atau lambat Rangga akan mengetahui masalah pernikahanku yang akan digelar dalam 10 hari lagi.' pikir Vierra dalam hati lalu dia menatap pria itu sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ada apa?" Tanya Rangga saat menoleh ke Vierra dan melihat perempuan itu sedang menatapnya seolah ragu untuk mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Itu, bolehkah aku meminjam uangmu? Aku membutuhkannya untuk hal darurat dan,, aku pasti akan mengembalikannya!!" Ucap Vierra dengan jantung berdegup menunggu jawaban Rangga.


Tapi kemudian ia terkejut saat Rangga malah memarkir mobil mereka di pinggir jalan lalu mengulurkan tubuhnya melepas sabuk pengaman Vierra dan menariknya ke pangkuan pria itu.


Rangga menahan dagu Vierra agar mereka bisa bertatapan.


"Jadi ini alasanmu berpura-pura lembur di kantor dan tidak mau kembali ke rumah untuk makan malam?!!" Tanya Rangga yang merasa kesal pada perempuan itu sebab Vierra membuatnya harus makan malam berdua saja dengan Claudia.


"Eh? Hmm,, ya, jadi,, bisakah kau--" ucapan Vierra terhenti Ketika Rangga langsung membungkam bibirnya dengan bibir pria itu.


Ciuman Rangga lebih kasar dari biasanya, mungkin karena pria itu sedang merasa kesal padanya, tetapi Vierra tidak mengeluh dan hanya membiarkan pria itu melakukan apapun yang ia inginkan.


Dia sudah sangat cemas karena memikirkan masalah yang sedang disembunyikan oleh Vierra, tetapi ternyata perempuan itu hanya kesulitan dalam hal keuangan.


"Mengapa tidak mengatakannya dari awal? Membuat orang cemas saja." Kata Rangga tanpa ada niat melonggarkan pelukan mereka.


Vierra yang menyadari kekhawatiran Rangga hanya bisa memejamkan matanya berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah ke pipinya.

__ADS_1


Dia merasa sangat kalut dengan perhatian yang diberikan Rangga padanya. Kapan lagi dia bisa menemukan seseorang yang memperlakukannya dengan sangat baik selain Rangga?


'Seandainya Rangga orang yang tidak berhubungan dengan keluarga Faraday, maka aku akan mempertahankan hubungan kami terlepas dari apapun yang terjadi. Tapi saat ini, Aku harus pergi meninggalkannya demi kebaikan semua orang.' pikir Vierra.


Setelah lama memeluk Vierra dengan erat dan tidak mendengar perempuan itu menjawab pertanyaannya, Rangga kemudian melonggarkan pelukan mereka lalu menatap mata perempuan itu.


"Katakan,, berapa banyak uang yang kau perlukan?" Tanya Rangga.


Vierra menghela nafas, "Uh,, ini cukup banyak jadi ak--"


"Kau pikir suamimu tidak memiliki cukup uang untuk membiayai istrinya?" Tanya Rangga sembari menatap tajam pada perempuan yang cukup menyebalkan itu.


Bahkan jika perempuan itu meminta diberikan sebuah pulau maka dia akan mengabulkan permintaan itu!


"Eh,, jangan berpikir begitu,, aku sudah bilang kalau aku akan mengembalikan uangmu. Jadi kalau aku meminjam terlalu banyak pun, takutnya nanti aku tidak bisa mengembalikannya." Kata Vierra kembali membuat Rangga menjadi sangat kesal.


"Sayang, Jangan memancing amarahku, mana mungkin aku membiarkanmu mengembalikan uang yang kuberikan padamu?!! Ini sudah kewajibanku sebagai suami mu!!" Ucap Rangga membuat Vierra terdiam.

__ADS_1


'Baiklah, iya kan saja dulu, karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk berdebat.' pikir Vierra lalu perempuan itu menghela nafas dan berkata, "Aku butuh sekitar 500 juta."


__ADS_2